Pilih Bahasa :
Tim Monev YPMAK yang dipimpin Kepala Divisi Sosial Ekonomi Monica Maramku melihat langsung rumah layak huni yang dibangun Pokja Program Kampung Kiura.
SETELAH 14 tahun berpindah-pindah tempat tinggal, Atom Waniyu bersama istrinya, Ana Maria Wakia, akhirnya memiliki rumah layak huni. Rumah sederhana di Kampung Kiura itu menjadi ruang baru bagi keluarga kecil ini untuk menata kehidupan bersama tiga anak mereka.
Wajah haru dan bahagia terlihat ketika tim monitoring dan evaluasi (Monev) Sosial Ekonomi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, mengunjungi Kampung Kiura, Rabu (26/8/2026). Rumah Atom menjadi salah satu hasil Program Kampung yang dilihat langsung oleh tim.
Bagi Atom, rumah tersebut bukan sekadar bangunan. Ada penantian panjang yang akhirnya menemukan jawaban.
“Senang dan berterima kasih. Selama 14 tahun belum pernah mendapat bantuan. Tahun 2026 ini kami bersyukur akhirnya mendapat satu unit rumah,” ungkap Atom.
Kehidupan keluarga Atom sebelumnya berlangsung dalam keterbatasan. Ana Maria pun memiliki kisah panjang. Sebagai yatim piatu, ia pernah tinggal bersama mertuanya. Keluarga mereka bahkan sempat menjalani kehidupan di sekitar terminal selama kurang lebih empat tahun sebelum memperoleh bantuan rumah.
Kini, rumah baru menjadi tempat bagi keluarga tersebut membangun kembali harapan.
“Harapannya ke depan bisa mendapatkan bantuan yang memang bisa kami dapatkan. Kami bersyukur tahun ini sudah punya rumah yang layak untuk dihuni,” tuturnya.
Berangkat dari Kebutuhan Warga
Sekretaris Pokja Kampung Kiura, Ererikman Yarpaya mengatakan pembangunan rumah lahir dari kebutuhan warga. Masih terdapat rumah yang dihuni tiga hingga empat kepala keluarga sehingga Pokja bersama masyarakat berupaya mencari solusi secara bertahap.
“Pokja menerima masukan masyarakat dan mengambil inisiatif untuk membangun perumahan secara bertahap,” jelas Ererikman.
Pembangunan melibatkan masyarakat setempat. Pokja menyiapkan bahan bangunan, sementara pengerjaan dilakukan oleh warga.
Program tersebut telah berjalan empat tahap. Dua unit rumah dibangun pada tahun pertama, tiga unit pada tahun kedua, tiga unit pada tahun ketiga, dan satu unit pada tahap keempat 2026. Total sembilan unit rumah telah dibangun, termasuk rumah yang kini ditempati Atom dan keluarganya.
Bagi masyarakat Kampung Kiura, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi jawaban atas kebutuhan dasar sekaligus simbol kepedulian bersama. Bagi Atom dan keluarganya, rumah itu menghadirkan satu hal yang selama 14 tahun dinantikan, yakni tempat untuk pulang dan tinggal dengan lebih layak. (ots-1)