Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Memilih Rumah Sakit Terbaik untuk Pasien Rujukan

Friday, 28 August 2026
Pengurus YPMAK saat melakukan penjajakan kemitraan ke salah satu rumah sakit di Pulau Jawa guna memperluas pelayanan kesehatan rujukan.

KETIKA seorang pasien harus meninggalkan Mimika untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan, persoalan pengobatan bukan satu-satunya yang harus dipikirkan. Ada kebutuhan tempat tinggal, pendamping keluarga, akses layanan, hingga kepastian memperoleh perawatan yang setara.

Karena itu, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melalui Bidang Monitoring dan Evaluasi (Monev) terus memperkuat jejaring rumah sakit di luar Papua. Kunjungan ke Solo dan Yogyakarta dilakukan untuk memastikan pasien penerima manfaat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus dukungan selama menjalani pengobatan.

Enam rumah sakit dikunjungi dalam kegiatan tersebut, yakni RS Ortopedi Prof Dr R Soeharso Surakarta, RS Kardiologi Emirates Indonesia Solo, RS Bethesda Yogyakarta, RSA UGM Yogyakarta, RS Panti Rapih Yogyakarta dan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Monitoring dan Evaluasi, Hendaotje Watory mengatakan kunjungan dilakukan untuk melihat langsung kualitas pelayanan, fasilitas dan kesiapan rumah sakit dalam menangani pasien rujukan komplementer.

“Dari hasil monitoring dan evaluasi, satu rumah sakit melanjutkan kerja sama yang telah berjalan. Sementara lima rumah sakit lainnya masih dalam tahap penjajakan. Namun secara keseluruhan, kami merekomendasikan empat rumah sakit sebagai mitra pelayanan pasien rujukan komplementer YPMAK,” kata Hendaotje.

Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian bukan hanya kecanggihan fasilitas medis, tetapi juga fasilitas pendukung bagi pasien dan keluarga. Penginapan atau mess menjadi kebutuhan penting karena pasien rujukan YPMAK umumnya harus menjalani perawatan cukup lama dan membutuhkan pendamping.

“Keberadaan fasilitas komplemen­ter sangat membantu pasien dan keluarga karena mereka tidak perlu mencari tempat tinggal yang jauh dari rumah sakit selama proses perawatan berlangsung,” ujarnya.

Di RS Ortopedi Prof Dr R Soeharso Surakarta, tim Monev juga melihat langsung perkembangan seorang pasien rujukan YPMAK yang mengalami cedera berat pada kaki akibat kece­lakaan. Kondisinya sempat sangat serius­ dan berpotensi menjalani amputasi.

Namun, perawatan profesional dan rehabilitasi yang dilakukan rumah sakit memberikan perkembangan menggembirakan. Pasien kini mulai mampu berjalan menggunakan tongkat.

“Secara medis, kondisi pasien pada awalnya sangat berat dan bahkan berpotensi diamputasi. Namun berkat pelayanan yang profesional, pendampingan tenaga medis, serta program rehabilitasi yang baik, kini pasien sudah mulai dapat berjalan menggunakan tongkat,” jelasnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan YPMAK melanjutkan kerja sama dengan RS Ortopedi. Pelayanan tidak berhenti pada tindakan medis, tetapi mencakup pendampingan selama proses pemulihan.

Dari Solo, perhatian berlanjut ke Yogyakarta. RS Bethesda, RSA UGM dan RSUP Dr Sardjito menjadi tiga rumah sakit yang direkomendasikan, sementara RS Panti Rapih masih dalam tahap penjajakan.

RS Bethesda dinilai memiliki pelayanan yang baik, dokter spesialis yang memadai dan fasilitas pendukung pasien komplementer. RSA UGM memiliki tenaga spesialis lengkap serta fasilitas kesehatan yang memadai. Salah satu pertimbangan penting adalah kesetaraan pelayanan bagi pasien umum dan peserta BPJS Kesehatan.

“Hal ini menjadi pertimbangan penting karena hampir seluruh pasien rujukan YPMAK menggunakan BPJS Kesehatan. Di RSA UGM tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien umum dan peserta BPJS,” ujar Hendaotje.

Sementara RSUP Dr. Sardjito memiliki fasilitas lengkap, banyak dokter spesialis dan pengalaman menangani pasien asal Papua. Kombinasi tersebut menjadikannya salah satu pilihan yang dinilai sesuai untuk memperkuat layanan rujukan YPMAK.

Adapun RS Kardiologi Emirates Indonesia Solo memiliki keunggulan dalam layanan penyakit jantung dan fasilitas pelayanan yang baik, tetapi belum memiliki fasilitas penginapan bagi pasien dan keluarga. Kondisi serupa menjadi pertimbangan terhadap RS Panti Rapih yang juga belum menyediakan mess bagi pasien komplementer.

Pada akhirnya, rekomendasi rumah sakit bukan sekadar memilih tempat untuk berobat. Bagi YPMAK, ke­pu­­­tu­s­­­­an tersebut menyangkut bagaimana memastikan masyarakat penerima manfaat memperoleh layanan yang la­yak sejak tiba di rumah sakit hingga menyelesaikan proses pemulihan.

“Rekomendasi ini menjadi bahan pertimbangan bagi YPMAK dalam menentukan rumah sakit rujukan komplementer, sehingga masyarakat penerima manfaat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Bagi pasien dari Mimika, perjalanan pengobatan ke luar daerah adalah perjalanan panjang. Karena itu, rumah sakit yang tepat bukan hanya yang memiliki dokter dan peralatan lengkap, tetapi juga mampu menghadirkan rasa aman, nyaman dan kepastian selama pasien berjuang untuk kembali sehat. (ots-1)

17 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika