Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Beasiswa Bukan Sekadar Kesempatan tetapi Investasi SDM Papua

Thursday, 13 August 2026
Ketua Komite Seleksi Rencana Induk Pengembangan RSMM Feri Magai Uamang. IST

PENDIDIKAN tinggi merupakan salah satu instrumen paling strategis dalam mempercepat pembangunan masyarakat. Bagi wilayah yang kaya sumber daya alam seperti Kabupaten Mimika, investasi pada sumber daya manusia menjadi fondasi penting agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu berperan sebagai pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri. Atas dasar itulah Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terus mempertahankan komitmennya dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Papua, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

Pada tahun 2026, YPMAK kembali melaksanakan program seleksi calon mahasiswa Amungme dan Kamoro (Cama Amor) untuk melanjutkan studi di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta melalui jalur prestasi khusus pada bidang pertambangan dan teknik. Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan tenaga profesional Orang Asli Papua yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, seleksi kali ini dilakukan dengan kuota yang lebih terbatas. Dari 194 calon mahasiswa yang mengikuti proses seleksi, hanya 15 peserta terbaik yang akan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa tersebut.

Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Program dan Perencanaan, Feri Magai Uamang, menjelaskan bahwa hasil seleksi akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Tahun ini kami hanya menyeleksi 15 cama untuk berkuliah di UPN Veteran Yogyakarta. Tes seleksi telah dilaksanakan di Mimika oleh tim dari UPN, dan hasilnya akan segera kami umumkan,” ujarnya.

Menurut Feri, keterbatasan jumlah penerima beasiswa tahun ini merupakan konsekuensi dari kondisi keuangan yayasan yang belum memungkinkan untuk merekrut mahasiswa dalam jumlah besar seperti sebelumnya. Pendanaan program YPMAK sangat berkaitan dengan keberlangsungan operasional PTFI sehingga setiap perubahan kondisi produksi turut memengaruhi kapasitas pembiayaan berbagai program pemberdayaan.

“Karena operasional Freeport belum 100 persen normal, saat ini belum memungkinkan untuk mengakomodasi penambahan anggaran,” ungkapnya.

Meskipun demikian, semangat YPMAK untuk memperluas akses pendidikan tidak berhenti pada program beasiswa UPN Veteran Yogyakarta. Yayasan tetap berupaya membuka ruang bagi putra-putri Orang Asli Pa­pua yang mampu menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur lain agar tetap memperoleh dukungan pendidikan.

Feri menegaskan, kesempatan tersebut tetap terbuka melalui Program Beasiswa Prestasi.

“Selain 15 nama yang akan ke UPN tersebut, bagi calon mahasiswa lain yang berhasil lulus di perguruan tinggi negeri, kami akan berupaya mencari jalan untuk memberikan bantuan. Kami memahami bahwa masuk ke PTN tidak­lah mudah,” ucapnya.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan YPMAK tidak hanya berorientasi pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga pada penghargaan terhadap prestasi akademik. Mahasiswa yang mampu lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur mandiri tetap memiliki peluang memperoleh dukungan sehingga semangat belajar dan kompetisi sehat terus tumbuh di kalangan generasi muda Papua.

Program kerja sama dengan UPN Veteran Yogyakarta sendiri memiliki nilai strategis karena diarahkan pada bidang ilmu yang berkaitan langsung dengan potensi pembangunan Mimi­ka. Jurusan pertambangan dan teknik dipandang memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi Amungme dan Kamoro untuk meningkatkan kompetensi profesio­nal pada sektor-sektor yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, investasi pendidikan seperti ini memiliki dampak jangka panjang. Kehadiran tenaga-tenaga profesional asal Papua diharapkan mampu memperkuat kapasitas daerah, meningkatkan daya saing masyarakat lokal, serta memperluas partisipasi Orang Asli Papua dalam berbagai sektor pembangunan.

Komitmen tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta sebagai mitra penyelenggara seleksi. Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Prof Dr Mohamad Irhas Efendi MSi menegaskan bahwa proses seleksi di Timika merupakan bagian dari komitmen bersama dalam membangun kuali­tas sumber daya manusia Papua.

“Seleksi ini adalah bagian dari jalur mandiri berbasis kemitraan sesuai MoU antara UPN Veteran Yogyakarta dan YPMAK. Kami berkomitmen berkontribusi dalam pembangunan Indonesia melalui penciptaan sumber daya manusia unggul yang relevan dengan kebutuhan daerah dan dunia kerja,” terangnya.

Kemitraan antara YPMAK dan UPN Veteran Yogyakarta menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia membutuhkan kolaborasi yang kuat antara lembaga pemberdayaan dan institusi pendidikan tinggi. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pembangunan nasional maupun daerah. (ots-1)

9 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika