Pilih Bahasa :
UPAYA menghadirkan sekolah menengah atas (SMA) unggulan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah semakin menunjukkan progres nyata.
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat secara resmi menyerahkan tiga dokumen penting terkait rencana pembentukan SMA Unggulan kepada Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (13/5/2026) malam.
Tiga dokumen yang diserahkan tersebut meliputi Studi Kelayakan, Master Plan, dan Crash Program (penempatan siswa dari Suku Amungme dan Kamoro ke SMA Unggulan di Indonesia). Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala BRIDA Papua Barat, Prof Dr Charlie D Heatubun, Shut M.Si, FLS kepada Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Monitoring dan Evaluasi, Hendaotje Watory.
Penyerahan dokumen ini menjadi bagian dari kerja sama antara YPMAK dengan Pemerintah Provinsi Papua Bara, yang dilandasi keinginan kuat untuk menghadirkan sekolah unggulan di Kabupaten Mimika, serupa dengan yang telah dikembangkan di Papua Barat melalui SMA Taruna Nusantara Kasuari.
Prof Charlie dalam sambutannya menjelaskan, dokumen master plan yang saat ini diserahkan proses penyusunannya telah dilakukan secara ilmiah dengan pengumpulan data, wawancara, serta melibatkan sejumlah tokoh yang berkaitan dengan rencana pembangunan SMA unggulan tersebut.
“Semoga apa yang dihasilkan ini dapat membantu visi dan misi Pemerintah Kabupaten Mimika dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi perhatian utama pemerintah, termasuk dalam forum kepala daerah se-Tanah Papua.
Prof Charlie mengatakan, Pendidikan merupakan bagian dari mandatory spending atau kewajiban penggunaan Dana Otonomi Khusus sebesar 20 persen.
enurutnya, kerja sama lintas provinsi ini menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan tidak boleh dibatasi sekat administratif.
“Walaupun berbeda provinsi, proses ini membuktikan bahwa pembangunan pendidikan bisa dilakukan bersama-sama demi masa depan generasi Papua,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Monitoring dan Evaluasi, Hendhaotje Watory mengaku merasa terhormat atas kolaborasi yang terjalin antara YPMAK dan BRIDA Papua Barat.
Ia menyampaikan bahwa pembina YPMAK selama ini memberi perhatian serius terhadap peningkatan kualitas pendidikan, dengan fokus pada sekolah-sekolah yang memiliki kompetensi dan daya saing.
“Ke depan, pola pemberian bantuan pendidikan harus berubah. Tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memperhatikan kualitas, perkembangan, dan hasil pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Menurut Hendhaotje, perhatian terhadap pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kehadiran sekolah unggulan dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda Mimika agar mampu bersaing, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.
Ia mencontohkan keberadaan Taruna Nusantara Kasuari yang telah menjadi model dan motivasi bagi anak-anak Papua untuk masuk ke sekolah berkualitas.
“Kalau SMA Unggulan ini hadir di Timika, tentu akan menjadi potensi yang sangat baik. Anak-anak kita bisa mendapatkan pendidikan terbaik dengan kurikulum yang terarah dan pembentukan karakter yang kuat,” ungkapnya.
YPMAK saat ini terus berkomitmen pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan akses dan mutu pendidikan bagi generasi Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan di Mimika.
Rencana pembangunan SMA Unggulan di Mimika diharapkan tidak hanya menjadi proyek pembangunan fisik, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Papua yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Pada penyerahan tiga dokumen tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba SPd, MPd, Kepala Dinas Kominfo Papua Barat, Frans P Istia SSos, MM, Kepala Dinas Peternakan drh Hendrikus Fatem M dan Deputi Wakil Program YPMAK Billy Korwa. (ots-1)