Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Ketika Nakes Kampung Sehat Mengawal Warga Melawan Malaria

Monday, 15 June 2026
Nakes Kampung Sehat YPMAK di wilayah Distrik Mimika Barat Jauh saat membantu memberi obat kepada seorang balita yang sakit malaria.

TANTANGAN layanan kesehatan di wilayah pesisir Kabupaten Mimika tidak hanya pada keterbatasan akses geografis, tetapi juga pada kepatuhan pengobatan masyarakat terhadap penyakit menular seperti malaria.

Dalam kondisi demikian, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya berhenti pada diagnosis dan pemberian obat. Dibutuhkan pendampingan yang konsisten, kedekatan emosional, serta komitmen petugas untuk memastikan proses penyembuhan berjalan hingga tuntas.

Komitmen itulah yang kini dirasakan masyarakat di berbagai kampung wilayah Distrik Mimika Barat Tengah dan Mimika Barat Jauh melalui program Kampung Sehat yang dijalankan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Program ini menghadirkan layanan kesehatan berbasis pendekatan personal, di mana tenaga kesehatan (Nakes) tidak sekadar memeriksa pasien, tetapi aktif memastikan obat benar-benar diminum sesuai jadwal.

Bagi warga Kampung Umar Ararau, kehadiran tenaga kesehatan Kampung Sehat telah membawa rasa aman tersendiri, terutama bagi keluarga yang anggota keluarganya terpapar malaria. Pemantauan dilakukan secara intensif sejak hari pertama pasien dinyatakan positif hingga seluruh rangkaian pengobatan selesai.

“Petugas kesehatan pantau terus, mereka akan datang ke rumah tiap pasien, baik pasien anak-anak hingga orang tua,” ungkap warga Kampung Umar Ararau, Depina Amemuta.

Pendampingan semacam ini bukan perkara sederhana. Di wilayah yang sebagian masyarakatnya masih terbatas dalam mengenali waktu secara teratur, jadwal konsumsi obat sering kali terabaikan. Padahal, ketidakteraturan minum obat malaria dapat menghambat kesembuhan dan meningkatkan risiko kekambuhan.

Pengalaman itu dirasakan langsung oleh warga Kampung Wumuka, Matea Karapea. Saat terserang malaria pada Februari 2026 lalu, ia tidak hanya menerima pemeriksaan medis, tetapi juga pengawasan ketat selama masa pengobatan.

“Kami masyarakat terkadang tidak tahu lihat jam, makanya minum obat itu tidak teratur. Puji Tuhan dengan adanya petugas Kampung Sehat, kami jadi lebih paham bahwa untuk hilangkan malaria itu harus taat waktu minum obat,” ungkapnya.

Bentuk pengawasan dilakukan secara langsung. Obat pertama diminum di hadapan petugas usai pemeriksaan. Selanjutnya, pada malam hari dan hari-hari berikutnya, tenaga kesehatan kembali mendatangi rumah pasien untuk memastikan obat dikonsumsi sesuai waktu yang telah ditentukan.

Di balik kedisiplinan layanan tersebut, tersimpan tanggung jawab moral yang dipegang teguh para tenaga kesehatan Kampung Sehat. Mereka menyadari bahwa keberhasilan pengobatan tidak cukup hanya dengan menyerahkan obat kepada pasien.

Perawat Kampung Sehat YPMAK di Kampung Umar Ararau, Bernardeta Batlyayeri, menegaskan bahwa pengawasan terhadap pasien malaria menjadi prioritas utama.

“Kami pergi sampai ke kepala air, dan pastikan pasiennya taat minum obat atau tidak,” ujarnya.

Bernardeta menjelaskan, bagi pasien yang menetap di kampung, obat biasanya ditahan oleh petugas dan diberikan sesuai jadwal minum agar tidak terlewat. Sementara bagi warga yang sedang berada di kepala air untuk mendulang emas, tenaga kesehatan akan mendatangi lokasi tersebut dan melakukan wawancara langsung untuk memastikan kepatuhan terhadap pengobatan.

Model pelayanan ini menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat tidak dapat dibangun hanya dengan fasilitas, tetapi juga oleh ketulusan pengabdian. Ketika tenaga kesehatan rela menembus medan berat demi memastikan satu tablet obat diminum tepat waktu, sesungguhnya mereka sedang menjaga harapan hidup warga agar tidak padam oleh malaria.

Program Kampung Sehat YPMAK menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan yang menyentuh hingga ke rumah-rumah warga mampu menciptakan perubahan perilaku kesehatan yang nyata. Dari sekadar mengobati penyakit, program ini perlahan membangun kesadaran kolektif bahwa kesembuhan adalah hasil dari kerja bersama antara tenaga kesehatan dan masyarakat yang taat menjalani pengobatan. (ots-1/ots-2)

17 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika