Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Warga Arerau Rasakan Manfaat Program Kampung Sehat

Tuesday, 09 June 2026
Tim Divisi Monev Kesehatan YPMAK bersama petugas Kampung Sehat di Kampung Arerau, Distrik Mimika Barat Jauh, Jumat (1/5/2026).

AKSES terhadap layanan kesehatan masih menjadi tantangan mendasar di wilayah pesisir barat Kabupaten Mimika. Jarak antarkampung, keterbatasan transportasi, serta minimnya tenaga medis kerap membuat pelayanan kesehatan sulit dijangkau secara cepat oleh masyarakat. Dalam konteks seperti ini, kehadiran Program Kampung Sehat yang dikelola YPMAK menjadi instrumen penting untuk memastikan hak dasar masyarakat terhadap layanan kesehatan tetap terpenuhi.

Di Kampung Arerau, Distrik Mimika Barat Jauh, program ini dinilai warga berjalan efektif serta memberi manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari. Kehadiran tenaga kesehatan bukan sekadar menghadirkan pelayanan medis, juga membangun rasa aman sosial bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Salah seorang warga, Hendrikus Kimi menuturkan pelayanan kampung sehat berlangsung setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.30 WIT. Namun dalam situasi mendesak, pelayanan tetap diberikan tanpa mengenal batas waktu.

“Pelayanan kampung sehat ini buka mulai jam 09.00 WIT, tapi kalau ada masyarakat yang sakit kapan saja mere­ka layani,” ujarnya di Kampung Arerau, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (01/5/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan pendekatan pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat. Dalam perspektif kesehatan komunitas, fleksibilitas layanan seperti ini menjadi indikator penting efektivitas program, terutama di daerah dengan akses transportasi terbatas.

Warga lainnya, Maria Kabarubun mengaku kehadiran layanan kampung sehat sangat membantu masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi darurat kesehatan. Menurutnya, meski bangunan puskesmas tersedia di kampung tersebut, tenaga medis belum hadir secara optimal sehingga masyarakat masih bergantung pada layanan kesehatan dari YPMAK.

Maria menyebut malaria dan diare menjadi penyakit yang paling sering dialami warga. Sebelum hadirnya petugas kampung sehat, masyarakat sering menghadapi kesulitan memperoleh penanganan medis akibat keterbatasan biaya perjalanan serta bahan bakar transportasi.

“Kalau tidak ada petugas kampung sehat, kami setengah mati. Tapi sekarang sangat membantu, jadi penyakit bisa cepat ditangani,” ungkapnya.

Pengakuan warga ini memperlihatkan bagaimana intervensi kesehatan berbasis kampung mampu menutup kesenjangan layanan dasar. Dalam studi pembangunan kesehatan wilayah terpencil, keberhasilan layanan tidak semata diukur melalui fasilitas fisik, melainkan konsistensi kehadiran tenaga kesehatan serta kecepatan respons terhadap kebutuhan warga.

Kepala Kampung Arerau, Leander Maita mengapresiasi pelayanan kesehatan yang diberikan sekaligus berharap adanya peningkatan koordinasi antara pelaksana program dengan pemerintah kampung.

“Saya berterima kasih atas kehadiran petugas dan layanan Kampung Sehat. Tapi kalau ada kegiatan, saya harap bisa diinformasikan kepada saya sebagai kepala kampung,” ujar Leander.

Masukan tersebut menegaskan pentingnya integrasi antara layanan kesehatan dan tata kelola pemerintahan lokal. Kolaborasi yang kuat akan memperkuat legitimasi program sekaligus memastikan keberlanjutan pelayanan.

Bidan Kampung Sehat YPMAK, Adina Tulhujjah serta perawat Bernardeta Batlyayeri menyampaikan masyarakat biasanya datang langsung ke basecamp kampung sehat untuk memperoleh pelayanan.

“Pelayanan kepada masyarakat setempat itu biasanya kami buka pada Pukul 09.00 hingga 17.30, namun kalau ada masyarakat yang butuh penanganan mendesak ki tetap layani,” ucap Adina.

Ia menyebut jenis penyakit yang mendominasi di kampung tersebut adalah malaria serta nyeri sendi, dipicu tingginya aktivitas masyarakat di luar rumah.

“Untuk penanganan malaria itu kami tetap lakukan LTT (Laporan Tatalaksana Terpadu). Obat kami pegang dan setiap hari warga datang dan minum. Kalau tidak kami langsung ke rumah warga untuk memberi obat dan memastikan kepatuhan pasien agar tuntas minum obat malaria,” ungkap Adina.

Pendekatan ini mencerminkan praktik pelayanan kesehatan preventif sekaligus kuratif. Pendampingan kepatuhan minum obat menjadi strategi penting dalam menekan risiko kekambuhan malaria serta mencegah resistensi obat.

Komitmen pelayanan ini turut dipantau langsung oleh tim Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan YPMAK. Staf Divisi Monev Kesehatan YPMAK, Frans Wabiser meninjau berbagai aspek pelayanan mulai dari pemeriksaan pasien, pemberian obat, hingga kendala operasional di lapangan. Peninjauan juga mencakup pelayanan tambahan seperti pemberian makanan tambahan serta jangkauan pelayanan dari basecamp menuju lokasi warga.

Kepala Divisi Monev Kesehatan YPMAK, Riana Wadibar menegaskan monitoring dilakukan untuk memastikan program benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Kami ingin melihat bagaimana dampak layanan dari mitra kepada masyarakat, apakah benar-benar membantu dan bagaimana hubungan tenaga kesehatan dengan warga di kampung,” ujarnya.

Riana menambahkan, evaluasi juga dilakukan terhadap capaian target layanan, termasuk jumlah pemeriksaan kesehatan, kegiatan edukasi, serta tingkat pemahaman masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Bangunan Kampung Sehat YPMAK di Arerau telah berdiri sejak 2016. Pada 2026, pelayanan kesehatan didukung oleh bidan Adina Tulhujjah serta perawat Bernardeta Batlyayeri, Anselmus Katakanlah, dan Enggelbertus Yari.

Keberlanjutan layanan selama satu dekade menjadi bukti bahwa pembangunan kesehatan berbasis komunitas memerlukan konsistensi, kedekatan sosial, serta kehadiran nyata di tengah masyarakat. Di Arerau, layanan kesehatan tidak sekadar hadir sebagai program, melainkan telah menjadi bagian penting dari denyut kehidupan kampung. (ots-1/ots-2)

24 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika