Pilih Bahasa :
Divisi Ekonomi dan tim Divisi Monev YPMAK bersama masyarakat Kapiraya melakukan sosialisasi dan Pemilihan Pengurus Pokja, di Pantai Uta Lama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (28/4/2026).
PENGUATAN ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Mimika memerlukan pendekatan pembangunan yang melibatkan warga sebagai pelaku utama.
Model pemberdayaan berbasis partisipasi seperti ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan keberlanjutan program sekaligus memperkuat kapasitas sosial kampung.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui kegiatan sosialisasi sekaligus pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Tahun 2026 di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (28/4/2026).
Program kampung dirancang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi berbasis keterlibatan aktif masyarakat. Sejak berjalan pada 2021, program ini diarahkan untuk membuka ruang produktivitas warga melalui aktivitas bersama yang memberi dampak ekonomi tambahan bagi keluarga.
Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Febri Sianipar menjelaskan, orientasi utama program ini terletak pada partisipasi nyata masyarakat dalam setiap kegiatan.
“Program ini bukan gaji, tetapi penghasilan tambahan. Masyarakat harus terlibat aktif dalam kegiatan agar bisa mendapatkan manfaat,” jelasnya.
Febri menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk perempuan, dalam pelaksanaan kegiatan. Transparansi dan akuntabilitas juga menjadi prinsip utama agar setiap program dapat dipertanggungjawabkan melalui laporan kegiatan secara terbuka.
Dalam skema ini, Pokja memegang peran strategis sebagai motor penggerak kampung. Selain menyusun rencana kegiatan, Pokja bertugas mengoordinasikan pelaksanaan program, mendokumentasikan aktivitas lapangan, hingga menyusun laporan pertanggungjawaban sebagai bentuk evaluasi bersama.
Pada forum tersebut, Ketua Pokja Kampung Kapiraya memaparkan capaian program sepanjang 2025. Berbagai kegiatan berhasil dilaksanakan, mulai dari pembersihan kali, pembersihan kampung, hingga pengadaan fasilitas pendukung seperti mesin rumput dan perlengkapan gereja.
Laporan tersebut diperiksa langsung tim monitoring dan evaluasi ekonomi YPMAK yang diwakili Monica Maramku. Proses evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan tata kelola program berjalan efektif sekaligus memberi ruang perbaikan pada periode berikutnya.
Ketua Dewan Adat Masyarakat Kapiraya, Andreas Tayaro menilai pelaksanaan program telah memberi hasil positif bagi masyarakat, meski penguatan koordinasi tetap diperlukan agar manfaatnya semakin optimal.
“Program ini sudah bagus, tetapi harus selalu berkoordinasi agar semua bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Kampung Kapiraya, Falentinus Tapipea. Menurutnya, konsistensi pendampingan YPMAK memberi keyakinan bagi masyarakat untuk terus terlibat dalam setiap tahapan program.
“Kami berterima kasih karena YPMAK selalu datang dan berkoordinasi dengan kami. Kegiatan yang dilakukan juga sesuai dengan program yang telah direncanakan,” ucap Falentinus.
Usai sosialisasi, masyarakat menggelar musyawarah untuk memilih pengurus Pokja Tahun 2026. Hasil musyawarah menunjukkan kepercayaan kolektif kepada pengurus sebelumnya untuk kembali melanjutkan tugas pada periode berikutnya.
Kepengurusan Pokja Kampung Kapiraya Tahun 2026 terdiri atas Ketua Petrus Tapipea, Bendahara Andrias Kapu, Sekretaris Pontinus Tumati, serta anggota Yusinta Ipiyaya dan Iginasius Tapipea.
Adapun usulan program kegiatan tahun mendatang akan dibahas lebih lanjut melalui musyawarah bersama masyarakat dan aparat kampung. Mekanisme ini menegaskan pendekatan pembangunan partisipatif tetap menjadi roh utama program, sekaligus memastikan setiap kebijakan lahir dari kebutuhan riil warga Kampung Kapiraya. (ots-1/ots-2)