Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Pendampingan Kelompok Binaan Produksi VCO hingga Berpeluang Ekspor

Tuesday, 07 April 2026
Parktek pembuatan miyak kelapa dan VCO. (IST)

YAYASAN Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Salah satu yang dilakukan adalah mengembangkan potensi kelapa untuk pembuatan minyak goreng kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO) bagi kelompok usaha binaan. Untuk mewujudkan dan langkah awal dilakukan pelatihan produksi selama 4 hari.

Pelaksanaan pelatihan dan tindaklanjut ke depan, YPMAK  bekerja sama dengan PT Dorei Kelapa Mandiri. Pada pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi terlibat langsung dalam setiap tahapan proses produksi. Mulai dari pemilihan bahan baku kelapa yang berkualitas, proses pengolahan, hingga tahap pengemasan produk.

Cara memilih kelapa yang baik sebagai bahan baku utama dianggap penting dan krusial.  Karena menentukan kualitas minyak goreng kelapa maupun VCO yang dihasilkan.

Kepala Divisi Sosial Ekonomi YPMAK, Oktovian Jangkup mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kelompok usaha masyarakat agar mampu mengelola potensi kelapa yang melimpah di wilayah pesisir.

“YPMAK bekerja sama dengan PT Dorei Kelapa Mandiri memberikan pelatihan kepada kelompok binaan. Pelatihan berlangsung selama empat hari agar peserta memahami seluruh prosesnya,” ujarnya.

Setelah pelatihan, YPMAK dan PT Dorei Kelapa Mandiri menindaklanjuti dengan mengunjungi langsung ke wilayah binaan. Dalam hal ini adalah Kampung Kaokonao. Tujuannya memastikan apakah potensi kelapa di daerah itu dapat dikembangkan sebagai lokasi produksi minyak goreng kelapa dan VCO secara berkelanjutan.

“Melalui kunjungan ini kita ingin melihat langsung bagaimana potensi kelapa yang ada, apakah bisa dikelola menjadi produksi minyak goreng kelapa dan VCO,” jelasnya.

Rencana awal kunjungan tidak hanya di Kaokonao, tetapi juga di Kampung Uta. Namun karena jarak yang cukup jauh dan kondisi keamanan, kunjungan sementara difokuskan terlebih dahulu ke Kaokonao.

Setelah melakukan kunjungan lapangan, tim YPMAK akan menyusun analisis terhadap potensi pemanfaatan kelapa di wilayah tersebut. Analisis itu akan menjadi dasar untuk mengetahui tingkat kebutuhan serta kualitas bahan baku yang tersedia.

“Dari hasil analisa itu, bisa diketahui kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi untuk mendukung produksi, apakah mesin ataupun peralatan lainnya,” ujarnya.

YPMAK berharap pengetahuan yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat langsung dipraktikkan secara nyata. Produksi minyak kelapa dan VCO diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat.

Pada tahap awal produksi, YPMAK juga akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok usaha agar mampu mengelola usaha secara mandiri.

“Untuk produksi awal kita akan selalu mendampingi. Harapannya program ini bisa meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan nantinya dapat dikembangkan ke kampung-kampung lain,” terangnya.

Wilayah pesisir Mimika memang memiliki potensi kelapa yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Bahkan ke depan, hasil produksi minyak kelapa dan VCO dari masyarakat diharapkan dapat menembus pasar yang lebih luas hingga ekspor ke luar negeri. (ots-1)

86 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika