Pilih Bahasa :
Distribusi bantuan subsidi barang dagangan untuk masyarakat yang menjalankan usaha kios.
MELALUI pengelolaan dana kemitraan PT Freeport Indonesia, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memastikan program subsidi dan pemberdayaan ekonomi berjalan nyata di lapangan. Pada skema Subsidi Amungme dan Kamoro Tahun Anggaran 2025, realisasi penerima manfaat menunjukkan capaian penuh.
Untuk Amungme, 80 dari 80 penerima manfaat telah terealisasi dengan anggaran tersalurkan sebesar Rp 1.295.000.000 dari total 1.295.000.000. Demikian pula untuk Kamoro, 80 dari 80 penerima manfaat juga telah menerima haknya, dengan anggaran Rp 1.265.000.000 tersalurkan sepenuhnya dari total Rp 1.265.000.000.
Dana disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima manfaat, memberi ruang transparansi dan akuntabilitas.
Namun cerita tidak berhenti pada subsidi.
Pada 27 Mei 2025 dilakukan pengecekan lokasi pembangunan oleh tim YPMAK bersama BTN dan vendor di wilayah 32. Beberapa hari kemudian, 3 Juni 2025, peletakan batu pertama pembangunan dilaksanakan. Tahapan ini menjadi simbol awal kerja sama antara YPMAK, BTN, dan CV Amungsa Jaya Gemilang dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat.
Realisasi pencairan dana melalui BTN pun telah berjalan. Empat miliar rupiah dari penjanjian KUR di BRI sudah terealisasi, dan empat miliar rupiah dari Pos Amungme Kamoro juga telah terealisasi. Sinergi ini membuka akses permodalan yang lebih luas bagi masyarakat adat, sekaligus menumbuhkan kemandirian usaha di kampung-kampung.
Di sela kegiatan, tampak diskusi hangat antara pengurus, perwakilan pokja, dan masyarakat. Foto-foto dokumentasi pokja memperlihatkan ruang rapat sederhana yang dipenuhi semangat gotong royong. Wajah-wajah serius namun optimistis menandakan satu hal yakni pembangunan ekonomi bukan proyek sesaat, melainkan proses bersama dan berkelanjutan. (ots-2)