Pilih Bahasa :
DI bawah skema Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) 5 Suku dan Pokja 5 Suku—Dani, Damal, Moni, Nduga, dan Mee—masing-masing suku memperoleh total alokasi anggaran Rp 4.000.000.000.
Rinciannya terbagi dalam dana operasional dan dana program. Untuk dana operasional, setiap suku memperoleh Rp 1.000.000.000 yang terbagi dalam dua tahap pencairan. Sementara dana program sebesar Rp 3.000.000.000 tersedia melalui skema perbankan.
Pada beberapa suku, dana tahap pertama dan kedua telah terserap signifikan, sementara pada lainnya masih terdapat sisa anggaran yang menunggu realisasi. Perbedaan capaian ini menjadi bahan evaluasi bersama dalam forum diskusi antara YPMAK, pokja, dan masyarakat suku setempat.
Di ruang pertemuan, diskusi tidak sekadar membahas angka. Mereka membicarakan jenis usaha yang paling relevan, tantangan distribusi di wilayah terpencil, hingga strategi menjaga keberlanjutan program. Dari sinilah arah pembangunan ekonomi kampung terus disempurnakan.
Program agribisnis dan kemitraan menjadi salah satu wajah lain dari pemberdayaan ini.
Di wilayah yang aksesnya kerap mengandalkan jalur udara dan sungai, dukungan logistik dan pendampingan usaha menjadi kunci.
Melalui pendekatan kemitraan, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi pelaku utama ekonomi. Kebun-kebun produktif, kios kampung, hingga usaha kecil berbasis hasil bumi menjadi bagian dari ekosistem yang terus dibangun.
Langkah ini menegaskan arah pembangunan yang berpijak pada kekuatan lokal. Subsidi memberi napas awal, kemitraan membuka akses, dan agribisnis menanam fondasi jangka panjang.
Di Mimika, pemberdayaan ekonomi bukan sekadar program tahunan. Pemberdayaan tumbuh dari kampung, dikelola bersama, dan diarahkan untuk menjaga martabat serta kemandirian masyarakat Amungme dan Kamoro, serta lima suku kerabat.
Dari angka-angka dalam laporan, lahirlah cerita tentang keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri. (ots-2)