Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

YPMAK dan RUMSRAM Wujudkan Mimika Bebas BABS 2027

Friday, 06 March 2026
Wakil Ketua Pengurus Bidang Program YPMAK Feri Magai Uamang foto bersama peserta pelatihan fasilitator STBM Kampung di Timika, Selasa (10/2).

LANGKAH menuju Mimika yang lebih sehat terus diperkuat. Semangat kolaborasi itu terasa nyata saat pelatihan fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) kampung resmi dibuka di sebuah ruang pertemuan di Timika.

Di balik agenda tersebut, tersimpan tekad besar yakni menjadikan Kabupaten Mimika bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF) pada 2027.

Komitmen itu digagas oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bersama mitranya, Yayasan Rumsram. Kolaborasi ini bukan sekadar program, melainkan gerakan perubahan perilaku yang menyentuh akar persoalan kesehatan masyarakat.

Direktur Yayasan Rumsram, Ishak Matarihi menjelasakan, sebagai mitra kerja YPMAK pihaknya dipercayakan menangani program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di kampung-kampung di wilayah pesisir dan pegunungan Mimika sejak 2024.

Program STBM merupakan program Kementerian Kesehatah terdiri lima pilar yakni stop BABS (ODF), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum/makanan rumah tangga (PAMM-RT) pengelolaan sampah, dan limbah cair RT.

Di antara lima pilar tersebut, fokus utama saat ini adalah menghentikan praktik BABS—sebuah persoalan klasik yang berdampak langsung pada kualitas kesehatan lingkungan dan risiko penyakit berbasis sanitasi.

“Target kami 2027 Mimika sudah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan. Belum pilar yang lain. Hari ini kita diskusikan dengan melibatkan pemerintah daerah bagaimana strategi melaksanakannya,” kata Ishak.

Pernyataan itu menegaskan bahwa perubahan tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat kampung harus duduk bersama merumuskan strategi yang realistis sekaligus berkelanjutan.

Ishak mengatakan pada 2026 ini dari 18 kampung yang menjadi wilayah intervensi program STBM, lima kampung telah dipersiapkan menjadi kampung bebas ODF yakni Kampung Ohtya, Distrik Mimika Timur Jauh, Kampung Amungun dan Kampung Emkomahalama Distrik Agimuga, Kampung Aikawapuka dan Kampung Mioko Distrik Mimika Tengah.

Kelima kampung ini diharapkan menjadi pionir—model perubahan yang bisa direplikasi ke kampung lain di wilayah pesisir maupun pegunungan Mimika.

Pendekatan yang digunakan bukan sekadar pembangunan fisik sarana sanitasi, melainkan perubahan pola pikir dan kebiasaan sehari-hari masyarakat.

“Setiap program pasti ada tantangan, namun kita pasti punya pendekatan ke masyarakat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat karena ini untuk kesehatan mereka,” ujarnya.

Tantangan itu nyata. Faktor geografis, budaya, hingga keterbatasan akses menjadi dinamika tersendiri. Namun, pendekatan partisipatif yang melibatkan tokoh kampung, kader kesehatan, dan fasilitator lokal diyakini mampu memperkuat rasa memiliki terhadap program ini.

Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program YPMAK Feri Magai Uamang mengatakan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat, tentunya mengadapi tantangan yang besar sehingga dibutuhkan kerja sama dan sinergitas yang kuat bersama dengan pemerintah daerah seluruh pemangku kepentingan di wilayah itu.

“Kita berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan membagi tugas apa yang dikerjakan oleh pemerintah dan apa yang dikerjakan oleh kami, sehingga masalah kesehatan yang terjadi di tengah masyarakat dapat ditangani secara baik,” jelasnya.

Kolaborasi ini menjadi kunci. YPMAK memperkuat dukungan program dan pembiayaan, sementara pemerintah daerah memastikan regulasi, pendampingan, dan integrasi dengan kebijakan kesehatan setempat. Sinergi inilah yang diharapkan mempercepat terwujudnya Mimika bebas BABS.

Feri mengatakan Yayasan RUMSRAM sebagai mitra YPMAK berpengalaman dalam menangani program STBM di wilayah pesisir dan pegunungan Mimika selama satu tahun ini.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun strategi yang kontekstual—menyesuaikan pendekatan dengan karakter masyarakat di tiap kampung.

Feri berharap pelatihan fasilitator STMB kampung yang dilaksanakan oleh Yayasan RUMSRAM dapat mewujudkan kampung yang sehat dan bebas BABS.

Pelatihan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di tangan para fasilitator kampung, semangat perubahan itu akan dibawa pulang, disampaikan dari rumah ke rumah, dari pertemuan adat ke diskusi warga.

Menuju 2027, jalan memang tidak singkat. Namun dengan komitmen bersama YPMAK dan RUMSRAM, serta keterlibatan aktif masyarakat, Mimika yang sehat dan bebas BABS bukan lagi sekadar target—melainkan cita-cita yang sedang diwujudkan, selangkah demi selangkah. 

65 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika