Pilih Bahasa :
Live talkshow di TVRI Papua tentang kemitraan PTFI, YPMAK dan Pemda Mimika menghadirkan Direktur & Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka.
KEBERADAAN Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) telah melalui perjalanan panjang.
Organisasi yang mengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia ini sudah beroperasi lebih dari 27 tahun di Kabupaten Mimika. Rentang waktu ini merekam proses kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pembangunan masyarakat.
Transformasi kelembagaan berlangsung melalui beberapa fase penting. Awalnya dikenal sebagai Pengembangan Wilayah Timika Terpadu (PWT2), kemudian berkembang menjadi Lembaga Pengembangan Masyarakat Irian Jaya (LPM-Irja). Tahun 2003, nama berganti menjadi Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK). Sejak 2018, hadir dengan nama Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Perubahan tersebut mencerminkan proses adaptasi sekaligus pendewasaan organisasi dalam merespons dinamika sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Mimika.
Hal tersebut dipaparkan Ketua Pengurus YPMAK Dr Leonardus Tumuka dalam acara talkshow di Studio TVRI Papua, Jayapura, Selasa (15/7).
YPMAK berdiri melalui kolaborasi multipihak yakni PT Freeport Indonesia, Pemerintah Daerah, gereja, dan lembaga adat. Mandat utama diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui empat fokus:
Sosial: mengatasi persoalan kemiskinan, ketertinggalan, dan kesejahteraan sosial.
Berbagai program nyata telah dijalankan. Di bidang ekonomi, YPMAK membentuk kelompok usaha masyarakat (Pokja), menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan, serta memberikan bantuan modal.
Pada sektor pendidikan, ribuan anak penerima beasiswa yang bersekolah di Timika maupun dikirim belajar ke berbagai kota, diikuti peningkatan kualitas guru.
Di ranah kesehatan, pembangunan dan pengembangan RSMM menjadi tonggak layanan medis modern di Mimika, diperkuat program Kampung Sehat dan penyuluhan gizi keluarga.
Kolaborasi Terkini
YPMAK terus memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia. Fokus utama diarahkan pada pengembangan kolaborasi yang lebih efektif agar program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas (community-based development) diterapkan sehingga masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat.
Penguatan kapasitas lokal menjadi prioritas, terutama pada manajemen, pendidikan, dan layanan kesehatan, agar keberlanjutan program terjamin dalam jangka panjang.
Ketergantungan masyarakat pada bantuan masih menjadi tantangan. Koordinasi antar-stakeholder belum sepenuhnya optimal dan ketersediaan SDM lokal terampil masih terbatas.
Leo pun menyampaikan harapan besar pada kematangan kelembagaan YPMAK. Dengan dukungan penuh PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Daerah, Mimika diharapkan tumbuh menjadi contoh pembangunan berkelanjutan berbasis kemitraan di Papua.
Upaya pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Mimika kini memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Mimika menggandeng Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai organisasi yang mengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, untuk bekerja sama secara lebih strategis dan terstruktur.
Kolaborasi ini akan difokuskan pada tiga sektor utama yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengungkapkan pertemuan awal telah dilakukan antara pihak Pemkab dan YPMAK untuk membahas rencana kemitraan ini. Kerja sama tersebut akan dituangkan secara resmi dalam bentuk nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
“Kami sudah melakukan pertemuan bersama terkait rencana ini. Setelah itu kita akan membuat nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan YPMAK,” kata Bupati Mimika Johannes Rettob, Minggu (6/7).
Kerja sama ini bertujuan untuk membangun Kabupaten Mimika secara berkelanjutan dan komprehensif, dengan mengedepankan sinergi peran antara pemerintah dan organisasi masyarakat. Kolaborasi ini akan mengatur dengan jelas batas tugas dan fungsi masing-masing pihak agar program-program yang dijalankan tidak tumpang tindih, melainkan saling melengkapi.
Kerja sama ini juga akan mencakup penentuan lokasi-lokasi prioritas yang menjadi fokus pelayanan. Hal ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan rencana kerja agar dampaknya bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat di wilayah sasaran.
“Lokus-lokus nanti kita sepakati bersama apa yang nantinya dikerjakan oleh YPMAK dan apa yang dikerjakan oleh pemerintah. Ini kita tuangkan dalam MoU yang nanti akan kita tandatangani bersama,” jelas Bupati John Rettob.
Sinergi antara Pemkab Mimika dan YPMAK ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi pembangunan yang partisipatif, transparan, dan efektif. Bukan hanya sekadar kerja sama administratif, tetapi juga sebagai komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Mimika, terutama masyarakat asli Amungme dan Kamoro serta lima suku kerabat yang menjadi fokus utama pelayanan YPMAK. (ots-1/ots-2)