Pilih Bahasa :
GERAK dinamis Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), tak lepas dari adanya sosok yang dengan tenang namun pasti mengarahkan langkah organisasi.
Dialah Kristianus Ukago. Pria kelahiran Paniai, 14 November 1977 ini tak langsung menapaki jalan sebagai salah seorang pengurus yayasan. Ia memulainya dari angka-angka di dunia akuntansi dan kini berdiri di garis depan pengelolaan strategi, administrasi, serta koordinasi lintas sektor di YPMAK.
Perjalanan hidup Kris, begitu ia biasa disapa, diawali dari sekolah dasar di pedalaman Papua, tepatnya di SD YPPK Miligatnem, Kecamatan Kimbim, Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Kris menyelesaikannya pada tahun 1990, lalu melanjutkan ke SMP YPPK St Thomas, Wamena, lulus tahun 1993. Pendidikan menengah atas ditempuhnya di SMU YPPK Taruna Bakti Jayapura, jurusan IPS, dan lulus pada 1996.
Semangat belajar membawanya jauh ke Pulau Jawa. Kris memilih menekuni akuntansi di Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang dan menyelesaikan studi S1-nya pada 2001.
Tak berhenti di sana, Kris pun langsung melanjutkan ke jenjang magister di Universitas Diponegoro, juga di bidang akuntansi, dan lulus pada 2004.
“Sembari kuliah S2, saya kerja sebagai staf pemeriksaan pada Kantor Akuntan & konsultan Pajak Jimmy Janse Akt di Semarang selama 2 tahun,” tutur Kris, mengenang masa-masa awal karirnya.
Kris lalu kembali ke tanah Papua. Sebelum bergabung dengan YPMAK (yang dahulu bernama LPMAK), ia sempat bekerja di sebuah kantor konsultan pajak. Namun sebuah peluang membuka jalan, YPMAK membutuhkan tenaga ahli, dan ia pun mengajukan diri. Sejak saat itu, ia mengabdi selama dua dekade lebih.
Kris pertama kali menjabat sebagai Kepala Bagian Auditor Lapangan pada 2005 hingga 2007. “Di posisi itu (Kepala bagian Auditor Lapangan) saya bekerja selama dua tahun (2005–2007),” katanya. Tugasnya melakukan pemeriksaan terhadap laporan-laporan dari berbagai mitra LPMAK.
Kinerja dan dedikasinya membawa Kris ke jenjang berikutnya yakni Kepala Biro Keuangan (2008–2011). Pada posisi ini, Kris bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh proses penganggaran, pembayaran, pembukuan, utang-piutang, audit, hingga perpajakan.
Tahun 2011, Kris dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Eksekutif LPMAK, sebuah posisi strategis yang ia pegang selama delapan tahun.
“Relatif pekerjaan saat itu (Wakil Sekretaris Eksekutif) sama dengan yang dikerjakan saat ini, yakni Sekretaris Pengurus YPMAK. Namun sebelum menjabat sekarang ini, saya pernah menjabat sebagai Deputi Monitoring dan Evaluasi (Monev) YPMAK selama lima tahun,” ujarnya.
Sebelum menjadi Deputi Monev, Kris sempat pula menjadi Staf Khusus Direktur (2020–2022). Dalam peran ini, ia mendukung pekerjaan-pekerjaan khusus yang tak dapat ditangani langsung oleh direktur. Ia juga terlibat dalam penyusunan perangkat organisasi yayasan.
Kini, sebagai Sekretaris Pengurus YPMAK periode 2024–2029, tantangan yang dihadapi lebih kompleks. “Meskipun pekerjaan relatif sama, namun ada tantangan yang berbeda. Dimana saat ini secara legalitas hukum resmi, sehingga semua yang kita lakukan harus bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.
Kris menekankan pentingnya kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi, terutama karena YPMAK kini semakin terlibat dalam kerja sama dengan pemerintah dan lembaga donor.
Baginya, administrasi adalah jantung pengelolaan organisasi. “Dengan administrasi yang bagus dan rapi, maka kita bisa menyesuaikan pelaksanaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Apalagi pemerintah ini lebih tertib administrasi, sehingga harus menyesuaikan pengelolaan administrasi,” tegasnya.
Ia menyadari, dengan sumber daya manusia yang terbatas, YPMAK harus beradaptasi cepat. “Dengan sumber daya yang terbatas, maka kami harus segera menyesuaikan dengan program pemerintah. Apalagi banyak konsep YPMAK akan dilibatkan oleh pemerintah. Karenanya urusan internal harus segera diselesaikan, dan ini jadi tantangan bagi YPMAK untuk segera beradaptasi,” tuturnya.
Kris menargetkan pengelolaan administrasi YPMAK bisa optimal sebelum akhir tahun 2025. Untuk itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM; kecepatan, ketelitian, dan kecakapan kerja.
“Target peningkatan kapasitas para staf sampai akhir tahun ini, sehingga tahun berikutnya kami bisa berjalan maksimal. Termasuk kita akan melakukan penempatan staf-staf pada posisi yang benar. Dengan kata lain ‘in the right man, in the right place’,” ujarnya.
Kris meyakini, jika pengelolaan administrasi berjalan maksimal, maka seluruh program YPMAK pun akan berjalan lancar. Terlebih karena administrasi adalah tulang punggung dari pelaksanaan program di divisi-divisi.
“Apalagi YPMAK dibatasi jumlah sumber daya manusianya, yakni 70 orang. Sementara pekerjaan yang kita lakukan ini sifatnya dinamis sesuai kebutuhan masyarakat. Sehingga bagaimana mengelola SDM yang ada secara maksimal, dengan tujuan agar bisa menjalankan pekerjaan dengan baik, benar, dan cepat,” jelasnya.
Semangat dan kecepatan menjadi kunci. Kris pun mengutip pemikiran Ketua Pengurus YPMAK Dr Leonardus Tumuka, “Saat ini kecepatan kami harus 200 PK (kecepatan dalam melaksanakan tugas). Karenanya hal-hal yang mendukung akan terus kami dorong, baik melalui pelatihan maupun lainnya.”
Dari angka ke arah, dari auditor ke arsitek strategi yayasan, perjalanan Kris Ukago adalah cerminan dedikasi, adaptasi, dan kepemimpinan yang tumbuh dari akar yang kuat. (ots-1)