Pilih Bahasa :
Yerry Miagoni pelaku usaha laundry koin binaan YPMAK saat menunjukkan pengoperasian mesin cuci dengan menggunakan koin. (Foto : Miskan)
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Papua melalui pengembangan usaha produktif. Salah satunya dilakukan melalui pembinaan usaha laundry bagi masyarakat Amungme, Kamoro dan Papua lainnya di Kabupaten Mimika.
Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian tiga usaha laundry binaan YPMAK di Mimika, Rabu (7/10/2026). Ketiga usaha tersebut yakni KSW Laundry Coin milik Yerry Miagoni yang berlokasi di Jalan Budi Utomo, Arojiji Laundry milik Kristina Leni Maubak berlokasi di Jalan Poros SP 3, dan Eneya Laundry milik Mathea Mameyao berlokasi di Jalan Yos Sudarso.
Program pengembangan usaha tersebut merupakan bagian dari Financial Literacy Program (FLP) yang dijalankan YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), bersama Bank Tabungan Negara (BTN), dan CV Amungsa Berjaya Gemilang selaku mitra pendamping program pemberdayaan ekonomi.
Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, mengatakan pengembangan usaha laundry merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan ekonomi yang sebelumnya telah dilakukan melalui pengembangan usaha kios.
“Ini merupakan rangkaian upaya YPMAK yang bekerja sama dengan BTN dan CV Amungsa Berjaya Gemilang. Sebelum pengembangan usaha laundry, kami sudah mengembangkan juga 20 usaha kios,” katanya.
Dari 20 usaha kios tersebut, lanjut Leonardus, sebanyak lima kios telah masuk kategori yang dinilai layak untuk didorong memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR), karena dinilai telah menunjukkan kemampuan dalam mengelola usaha.
Sementara delapan kios lainnya masih mendapatkan pendampingan dan dukungan agar dapat berkembang. Adapun sebagian lainnya masih berada pada tahap yang membutuhkan pembinaan lebih lanjut.
Menurut Leonardus, tiga usaha laundry yang diresmikan merupakan pengembangan dari proses pemberdayaan yang telah dilakukan, salah satunya KSW Laundry Coin milik Yerry Miagoni yang hadir dengan konsep berbeda. Usaha tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi anak muda Papua dalam mengembangkan usaha mandiri.
“Laundry Koin ini merupakan yang pertama di Mimika dengan konsep mencuci sendiri. YPMAK ingin orang-orang Papua ini maju dan berkembang,” katanya.
Leonardus mengakui bahwa membangun dan mengembangkan usaha tidaklah mudah. Karena itu, YPMAK bersama mitra akan terus memberikan pendampingan agar usaha yang telah dibangun dapat bertahan dan berkembang.
“Kami akan terus melakukan pendampingan yang dilakukan bersama mitra. Harapannya orang Papua bisa lebih maju. Kami juga berharap masyarakat Mimika dapat mendukung usaha-usaha ini sehingga orang Papua bisa maju dan berkembang,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Cabang BTN Jayapura, Darmawan, mengatakan BTN mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari FLP yang tidak hanya memberikan bantuan usaha, tetapi juga edukasi mengenai pengelolaan keuangan.
Edukasi keuangan menurutnya penting, agar masyarakat tidak hanya menggunakan pendapatan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi mampu mengelola dan mengembangkan uang menjadi usaha yang berkelanjutan.
“Program ini bagian dari Financial Literacy Program, di mana ada edukasi keuangan kepada masyarakat dan kehadiran YPMAK dalam memberikan usaha. Sehingga uang itu tidak habis untuk konsumsi, tetapi bisa berkelanjutan,” jelasnya.
Darmawan berharap program ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat Papua lainnya, khususnya generasi muda untuk membangun usaha produktif.
“Karena ini program pendidikan, maka bisa menjadi contoh bagi yang lainnya, terutama masyarakat Papua. Semoga sinergi ini bisa menciptakan hal-hal yang produktif sehingga masyarakat Papua, khususnya Amungme dan Kamoro, bisa berdaya di daerah ini,” katanya.
Salah satu penerima manfaat, Yerry Miagoni, mengaku bersyukur dipercaya YPMAK untuk mengelola usaha laundry tersebut. Ia menjelaskan, nama KSW itu kepanjangan dari Ki Sapua Wambugi yang memiliki makna semangat merintis usaha agar terus berjalan dan berkembang menjadi lebih besar.
“Kami bersyukur atas peresmian ini. Saya dipercaya YPMAK untuk mengelola usaha ini. Harapannya usaha ini bisa terus berjalan dan berkembang,” katanya.
KSW Laundry Coin menawarkan konsep self-service, di mana pelanggan dapat mencuci sendiri menggunakan mesin yang telah disediakan. Usaha tersebut beroperasi setiap hari, Senin hingga Minggu.
Yerry mengatakan konsep tersebut dihadirkan untuk memberikan pilihan layanan laundry yang praktis, cepat dan terjangkau bagi masyarakat.
“Mesin yang kami siapkan kapasitasnya tujuh kilogram. Harganya terjangkau dan efisien karena waktunya juga cukup cepat. Jadi berapa pun cuciannya, silakan dibawa karena di sini bisa ditampung,” ujarnya.
Peresmian tiga laundry binaan tersebut menjadi bagian dari upaya YPMAK membangun ekosistem usaha masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada kemandirian, pengelolaan usaha, literasi keuangan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat Papua. (dikutip dari seputar papua)