Pilih Bahasa :
Pelepasan benih ikan lele yang dilakukan petugas Yayasan Ekologi Papua (YEP), mitra lokal program Kampung Sehat YPMAK.
DALAM memenuhi kebutuhan pangan bergizi tidak selalu mudah bagi masyarakat yang mendiami wilayah pegunungan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Jarak, kondisi geografis, serta keterbatasan akses membuat sumber protein seperti ikan tidak selalu dekat dengan meja makan keluarga.
Melalui Program Kampung Sehat, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bersama mitra pelaksana Yayasan Ekologi Papua (YEP) mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Memasuki tahun kedua pelaksanaan program, YEP tidak hanya mendukung layanan kesehatan, tetapi juga mengembangkan inovasi pemenuhan gizi melalui budidaya ikan di Ainggogin-Aroanop dan Beanegogom-Tsinga, Distrik Tembagapura.
Health Specialist YEP, Mutia Ulfah mengatakan program tersebut diarahkan untuk mendukung prioritas kesehatan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Program Kampung Sehat yang dilakukan oleh YEP terutama mendukung program pemerintah. Sehingga program ini sebagai bentuk kolaborasi yang memang menjadi program utama, baik itu kabupaten maupun nasional,” kata Mutia.
Gagasan budidaya ikan berangkat dari kebutuhan masyarakat pegunungan untuk memperoleh sumber protein secara lebih mudah.
“Idenya berasal dari bagaimana supaya masyarakat di pegunungan bisa mendapatkan hak yang sama untuk mengakses protein. Jadi kami mendekatkan sumber makanan bergizi, terutama protein, ke wilayah pegunungan,” jelasnya.
Menariknya, masyarakat menjadi pelaku utama. YEP menyediakan benih, sementara kolam dibangun, dirawat dan dipanen oleh masyarakat sendiri.
“YEP hanya memberikan benih dan semuanya itu adalah kerja keras masyarakat yang ada di pegunungan. Mereka yang membuat kolamnya dan merawatnya sendiri,” ujarnya.
Ikan lele menjadi salah satu pilihan karena memiliki kandungan protein dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi wilayah. Di Ainggogin, sekitar 50 ekor benih ditebar pada tahap awal dan telah berhasil dipanen masyarakat.
“Syukur alhamdulillah bisa dipanen oleh masyarakat. Program tersebut tidak berhenti pada pemberian benih pertama. Tetapi YEP berkomitmen memberikan benih secara berkelanjutan agar budidaya dapat terus berkembang,” ungkap Mutia.
Program Kampung Sehat YPMAK pun terus diarahkan pada peningkatan layanan kesehatan primer, penanganan malaria dan stunting, perbaikan gizi, edukasi perilaku hidup sehat, serta kegiatan preventif.
Di pegunungan Aroanop, kolam ikan menjadi salah satu langkah kecil untuk membangun keluarga yang lebih sehat dan kuat. (ots-1)