Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

17 Siswa SMAN 3 Buper Waena Terus Ditempa

Thursday, 17 September 2026
Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Program Pendidikan, Erlina Timang saat mendengar keluh kesah peserta beasiswa di SMAN 3 Buper Jayapura.

SEBANYAK 17 siswa penerima beasiswa YPMAK terus menunjukkan perkembangan di SMAN 3 Buper Waena, Jayapura, Provinsi Papua. Dari ruang kelas hingga arena kompetisi, mereka mendapat ruang untuk menemukan potensi dan mengasah kemampuan.

Di antara kesibukan belajar sejak pagi hingga malam, prestasi mulai menjadi bagian dari perjalanan 17 siswa penerima beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) di SMAN 3 Buper Waena, Kota Jayapura.

Kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pendidikan YPMAK pada 27 Agustus 2026 menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan mereka. Terdiri dari 15 siswa kelas XI dan dua siswa kelas XII, para penerima beasiswa menunjukkan grafik belajar yang terus meningkat.

Prestasi akademik hadir melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN). Salah satu siswa berhasil menembus kompetisi hingga tingkat Provinsi Papua.

“Salah satu peserta beasiswa YPMAK berhasil menembus Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga tingkat Provinsi Papua,” ucap Joko dihadapan tim Monev YPMAK.

Panggung prestasi juga terbuka melalui kegiatan nonakademik. Dua siswa berhasil lolos tahap akhir seleksi pengibaran bendera tingkat Kota Jayapura, sementara seorang siswa dipercaya menjadi petugas pengibaran pada Hari Pendidikan Nasional di Kantor Gubernur Papua.

“Jadi ada dua siswa lolos tahap akhir pengibaran bendera tingkat Kota Jayapura, serta satu siswa dipercaya menjadi petugas pengibaran pada Hari Pendidikan Nasional di Kantor Gubernur Papua,” beber Kepala SMAN 3 Buper Waena, Joko Yohanis.

Joko menyebut prestasi tersebut tumbuh dari proses pembinaan yang tidak seragam. Setiap siswa memiliki ritme belajar dan kebutuhan pendampingan berbeda.

“Secara umum mereka mengikuti pembelajaran dengan sangat baik, walau ada beberapa anak yang butuh pembinaan khusus terkait kedisiplinan dan etos belajar,” ungkap Joko.

Karena itu, pihak sekolah membangun pola pembelajaran yang intensif. Kelas internasional, kelas kedinasan, hingga kewajiban menulis karya tulis ilmiah menjadi bagian dari program penguatan kemampuan siswa.

Pendalaman materi juga berlangsung pada malam hari, Senin hingga Sabtu, pukul 19.00 hingga 21.00 WIT. Bagi siswa, waktu belajar tidak berhenti ketika jam sekolah selesai.

“Kami menggembleng daya tahan belajar siswa dari pagi hingga malam agar mereka siap menghadapi tantangan perkuliahan kelak,” tegas Joko.

Hari Sabtu pun diisi program transformasi literasi sebagai persiapan menuju perguruan tinggi negeri maupun sekolah kedinasan. Bersamaan dengan itu, sekolah terus membenahi sarana prasarana dan meningkatkan mutu kurikulum.

Di balik seluruh proses tersebut, ada kesempatan pendidikan yang tidak boleh disia-siakan. Beasiswa memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk berkembang, sekaligus membawa tanggung jawab untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

“Mereka mendapat kesempatan lebih dibanding siswa lain melalui beasiswa ini, sehingga kami berharap mereka dapat menyerap proses pembelajaran secara maksimal,” pungkas Joko.

Dari OSN hingga Paskibraka, perjalanan 17 siswa ini memperlihatkan proses pendidikan dalam bentuk yang lebih utuh. Ada nilai, kompetisi, disiplin, daya tahan belajar, dan keberanian tampil.

Sebab prestasi tidak lahir hanya dari kesempatan. Ia tumbuh dari proses panjang ketika kesempatan itu benar-benar dimanfaatkan. (ots-1) 

11 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika