Pilih Bahasa :
UPAYA peningkatan kualitas pendidikan di Papua kembali mendapat dorongan baru melalui peluncuran Program Pearson Edexcel di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia. Program tersebut resmi diperkenalkan dalam Grand Opening yang digelar pada Rabu, 29 Juli 2026.
Mengusung tema “From Papua to The World”, peluncuran program ini menjadi langkah strategis SATP dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penerapan kurikulum internasional yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal Papua.
Vice President Community Relation PTFI sekaligus Ketua Pembina YPMAK, Engel Enoch mengatakan, pihaknya bangga melihat perkembangan SATP yang kini memasuki tahun ke-11. Menurutnya, perjalanan sekolah tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk pergantian pengelola yang beberapa kali terjadi.
“Pergantian pengelola yang terlalu sering menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kesinambungan pelaksanaan program pendidikan. Namun di balik tantangan itu, SATP mampu menunjukkan banyak pencapaian positif,” kata Engel dalam sambutan.
Engel mencontohkan keberhasilan para siswa SATP yang dalam beberapa tahun terakhir mampu menembus berbagai ajang bergengsi, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan sejumlah kompetisi lainnya. Prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras serta komitmen seluruh pihak yang terlibat.
Engel menilai kehadiran Pearson Edexcel menjadi lompatan penting karena memperkenalkan peserta didik pada sistem pendidikan berstandar global, termasuk pembelajaran Global Citizenship yang membekali siswa memahami isu-isu dunia.
“Saya pernah mengikuti assessment sebelum berangkat ke luar negeri. Penilaiannya tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga pemahaman lintas budaya, isu global, hingga dunia bisnis. Hal-hal seperti ini sangat relevan dengan Pearson Edexcel dan akan membangun kepercayaan diri anak-anak Papua agar mampu berdiri di panggung internasional,” jelasnya.
Engel menegaskan PT Freeport Indonesia bersama YPMAK akan terus mendukung pengembangan pendidikan di SATP.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan program ini dan yakin Pearson Edexcel akan berjalan dengan baik serta membawa kesuksesan bagi anak-anak Papua di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Program YPMAK Billy Enerson Korwa menyebut peluncuran Pearson Edexcel merupakan momentum penting dalam membuka masa depan generasi Papua melalui pendidikan berkualitas.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia yang selama ini memberikan dukungan besar terhadap pengembangan pendidikan di SATP.
“Terima kasih kepada PT Freeport Indonesia yang terus memberikan dukungan pendidikan secara masif. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan masa depan generasi Papua agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama,” ucapnya.
Menurut Billy, mewujudkan generasi emas Papua membutuhkan komitmen dan investasi jangka panjang.
“Anak-anak Papua ibarat emas yang harus dipoles. Saat ini mereka sedang dipersiapkan melalui pendidikan agar kelak mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Program Pearson Edexcel sendiri tidak hadir secara instan di SATP. Pengembangannya telah dimulai sejak 2022 melalui program Academic Competencies in English (ACE Class) sebagai fondasi menuju penerapan kurikulum internasional.
Pada tahap awal, implementasi Pearson Edexcel dilakukan secara bertahap dengan cakupan sekitar 25 persen, khusus bagi siswa kelas IV SD dan kelas VII SMP. Program ini diterapkan pada lima mata pelajaran, yakni Bahasa Inggris, Matematika, Science, Computing, dan Global Citizenship, sedangkan mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama tetap mengacu pada Kurikulum Nasional.
Melalui penerapan kurikulum internasional tersebut, SATP berharap mampu melahirkan generasi Papua yang memiliki daya saing global tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai budaya lokal. (ots-1)