Pilih Bahasa :
BAGI sebagian masyarakat pedalaman dan pesisir di Kabupaten Mimika, memperoleh layanan kesehatan tidak semudah datang ke puskesmas atau rumah sakit. Bentang alam yang luas, medan yang berat, serta jarak antarkampung yang jauh, sering menjadi tantangan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan tepat waktu. Di sejumlah kampung, perjalanan menuju fasilitas kesehatan dapat memakan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari, bergantung pada kondisi cuaca dan sarana transportasi.
Berangkat dari realitas tersebut, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terus memperkuat Program Kampung Sehat sebagai upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Program ini tidak sekadar menghadirkan tenaga kesehatan di kampung-kampung, tetapi juga membangun sistem pelayanan yang mampu menjangkau masyarakat secara berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, warga memperoleh pelayanan dasar tanpa harus selalu melakukan perjalanan jauh menuju fasilitas kesehatan di Timika atau ibu kota distrik.
Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program YPMAK, Feri Magai Uamang mengatakan Program Kampung Sehat telah menunjukkan perkembangan positif dan menjadi salah satu strategi untuk memperluas akses pelayanan kesehatan di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
“Kampung Sehat saat ini sudah berjalan dengan baik di sejumlah wilayah pedalaman maupun pesisir dan menjadi salah satu cara untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih dekat,” jelasnya.
Keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Pelayanan dilaksanakan melalui sinergi antara tenaga kesehatan yang bertugas di kampung, puskesmas, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sehingga kesinambungan layanan dapat terus terjaga.
Karakteristik geografis Mimika yang beragam juga membuat kebutuhan tenaga kesehatan di setiap wilayah berbeda. Ada kampung yang dilayani sekitar sepuluh tenaga kesehatan, sementara wilayah lain membutuhkan lebih dari dua puluh tenaga kesehatan untuk menjangkau seluruh masyarakat.
Tenaga kesehatan yang ditempatkan melalui Program Kampung Sehat terdiri atas perawat dan bidan yang memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi kesehatan, pemantauan kondisi masyarakat, serta mendukung berbagai program kesehatan pemerintah. Kehadiran mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat di kampung-kampung.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dokter, YPMAK masih memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan medis yang memadai.
“Yang kami siapkan itu perawat dan bidan. Untuk dokter, kami masih bekerja sama dengan dokter-dokter yang dimiliki pemerintah,” ujar Feri.
Bagi masyarakat pedalaman dan pesisir, keberadaan tenaga kesehatan di kampung memberikan manfaat yang sangat besar. Penanganan awal terhadap berbagai keluhan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko keterlambatan memperoleh pertolongan medis dapat diminimalkan. Kehadiran tenaga kesehatan juga memperkuat upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan, pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta pendampingan masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat.
Dalam pengembangannya, YPMAK tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah tenaga kesehatan. Lembaga ini juga ingin memperbesar keterlibatan masyarakat asli Papua, khususnya dari Suku Amungme dan Kamoro, dalam pelaksanaan Program Kampung Sehat.
Partisipasi masyarakat lokal dipandang sebagai bagian penting dari keberlanjutan program. Selain memperkuat rasa memiliki terhadap layanan kesehatan, keterlibatan putra-putri asli Papua diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat karena memahami bahasa, budaya, dan kondisi sosial di lingkungan masing-masing.
Di saat yang sama, YPMAK juga membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Ke depan, lembaga ini merencanakan penambahan tenaga profesi lain, seperti apoteker dan tenaga kesehatan teknis, sehingga pelayanan di kampung semakin lengkap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif.
Melalui penguatan Program Kampung Sehat, YPMAK berharap kesenjangan akses pelayanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan kampung-kampung di pedalaman maupun pesisir dapat terus diperkecil. Kehadiran layanan yang lebih dekat menjadi bagian dari upaya menciptakan pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Mimika.
“Harapannya pelayanan kesehatan semakin dekat, cepat dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tandas Feri.
Di balik setiap tenaga kesehatan yang bertugas di kampung, tersimpan semangat untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan tidak berhenti di pusat kota. Program Kampung Sehat menjadi wujud nyata bahwa pemerataan layanan kesehatan dapat diwujudkan melalui kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang menjangkau hingga wilayah-wilayah paling terpencil di Mimika. Dengan demikian, kesehatan bukan lagi menjadi hak yang sulit dijangkau, melainkan layanan yang hadir lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. (ots-2)