Pilih Bahasa :
Pengurus pokja di wilayah Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania foto bersama tim YPMAK usai pembentukan Pokja Program Kampung 2026.
YAYASAN Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melakukan sosialisasi dan pembentukan kepengurusan Kelompok Kerja (Pokja) untuk program tahun 2026 di Kampung Kamoro Jaya, Kelurahan Kamoro Jaya, SP1, Distrik Wania, Kabupaten Mimika.
Kegiatan tersebut merupakan upaya YPMAK dalam mendorong pembangunan dan kemandirian ekonomi masyarakat kampung. Dalam pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan itu, masyarakat sepakat mempertahankan kepengurusan Pokja yang telah ada sebelumnya.
Program prioritas yang akan dijalankan pada tahun 2026 difokuskan pada pengembangan sektor pertanian guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) YPMAK, Irma Kamaroko mengatakan pihaknya akan memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program agar berjalan sesuai rencana kerja yang telah disepakati.
“Program yang sudah direncanakan dan disetujui tidak bisa diubah saat pelaksanaan. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Irma menjelaskan bahwa tim Monev akan melakukan pendampingan sejak proses pencairan dana hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan, sekaligus memberikan rekomendasi terkait efektivitas program yang dijalankan.
Sementara itu, Lurah Kamoro Jaya, Musdalifah menyambut baik fokus program pertanian yang akan dijalankan melalui Pokja Kampung Kamoro Jaya. Menurut dia, program tersebut sejalan dengan inisiatif “Kamoro Bertani” yang telah dirintis sejak 2025.
“Harapan kami program ini bisa memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. Dengan dukungan anggaran dan pendampingan yang baik, saya optimistis kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” ujarnya.
Musdalifah menjelaskan, program Kamoro Bertani lahir dari keprihatinannya melihat masih minimnya keterlibatan masyarakat Kamoro dalam aktivitas pertanian produktif meskipun telah lama menetap di kawasan transmigrasi lokal.
Sejak diluncurkan pada Februari 2025, program tersebut telah melibatkan tiga kelompok tani dan bertambah dua kelompok pada tahun 2026 sehingga total menjadi lima kelompok yang aktif mengembangkan budidaya sayuran di lahan milik warga.
Menurut dia, program tersebut bertujuan mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui hasil pertanian yang dapat dikonsumsi maupun dijual.
“Selama ini masyarakat lebih banyak berkebun tanaman pangan seperti singkong dan pisang. Melalui program ini kami mendorong mereka menanam sayuran yang bisa dipanen dalam waktu relatif singkat dan memiliki nilai ekonomi,” ucapnya.
Ketua Pokja Kamoro Jaya, Matias Boyau mengungkapkan apresiasi kepada YPMAK yang terus memberikan kesempatan kepada masyarakat asli Papua di wilayah Kamoro Jaya untuk terlibat dalam program pemberdayaan kampung.
Menurut dia, kehadiran program tersebut menjadi jawaban atas harapan masyarakat asli Papua yang tinggal di kawasan perkotaan agar memperoleh perhatian dan dukungan dalam pengembangan ekonomi keluarga.
Kegiatan sosialisasi dan pembentukan Pokja tersebut dihadiri Tim Divisi Ekonomi YPMAK Iksan Dwi Kanang, Tim Monev YPMAK Irma Kamaroko, Lurah Kamoro Jaya Musdalifah, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat setempat. (ots-1/ots-2)