Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Budidaya Lele sebagai Strategi Penguatan Ekonomi Kampung Kaugapu

Tuesday, 30 June 2026
Salah satu Pengurus Pokja Kampung Kaugapu menandatangani berkas PKS.

PEMBANGUNAN ekonomi berbasis masyarakat menjadi salah satu pendekatan yang dinilai efektif dalam meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan. Melalui pemanfaatan potensi lokal dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menentukan arah pembangunan, berbagai program pemberdayaan dapat berjalan lebih berkelanjutan serta mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Pendekatan tersebut terus didorong Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melalui Program Kampung yang dilaksanakan di wilayah pesisir, pegunungan, hingga perkotaan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan program tersebut berlangsung di Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur. Melalui kegiatan sosialisasi dan pembentukan kepengurusan Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Tahun 2026 yang digelar di Balai Kampung Kaugapu, Senin (8/6), masyarakat diberi ruang untuk menentukan sendiri arah program yang akan dijalankan pada tahun mendatang.

Partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan berbasis komunitas. Keterlibatan tersebut tidak hanya memperkuat rasa memiliki terhadap program, tetapi juga meningkatkan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat memberikan dukungan terha­dap kepengurusan Pokja yang telah bekerja selama satu tahun terakhir dengan mempertahankan struktur yang ada. Keputusan tersebut menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pengurus sebelumnya dalam menjalankan program-program pemberdayaan.

Tim Divisi Ekonomi YPMAK, Iksan Dwi Kanang mengatakan kehadiran tim YPMAK di Kampung Kaugapu bertujuan memperbarui Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan sendiri kepengurusan Pokja yang akan menjalankan program kampung pada tahun berikutnya.

“Keputusan untuk melanjutkan atau mengganti pengurus sepenuhnya berada di tangan masyarakat. Kami hanya memfasilitasi proses tersebut,” kata Iksan.

Menurutnya, Program Kampung dirancang untuk menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat melalui pengembangan usaha ekonomi produktif yang berorientasi jangka panjang. Model pemberdayaan semacam ini menjadi bagian penting dalam upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat asli Papua.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ekonomi yang dipilih masyarakat harus mampu menghasilkan manfaat secara berkesinambungan, sehingga tidak hanya memberikan keuntungan sesaat, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang dapat menopang kebutuhan keluarga dalam jangka panjang.

“Program kampung ini bertujuan menciptakan penghasilan tambahan bagi masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu bekerja dan mengelola program dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Hasil musyawarah masyarakat Kampung Kaugapu kemudian menetapkan budidaya ikan lele sebagai program prioritas tahun 2026. Pemilihan sektor perikanan tersebut dinilai memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan karena kebutuhan pasar terhadap ikan konsumsi terus meningkat, sementara teknik budidayanya relatif mudah dikembangkan di tingkat kampung.

Budidaya lele juga memiliki nilai strategis karena mampu menciptakan siklus ekonomi lokal, mulai dari penyediaan pakan, pemeliharaan, hingga pemasaran hasil panen. Dengan demikian, program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) YPMAK, Irma Kamaroko menekankan pentingnya tata kelola program yang transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat secara luas.

Ia menegaskan bahwa tim Monev akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh program yang didanai YPMAK guna memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

“Dana yang diberikan memang terbatas, tetapi harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat secara luas, bukan hanya kelompok tertentu,” ujarnya.

Irma menambahkan, hasil monitoring dan evaluasi akan menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi terhadap keberlanjutan program di setiap kampung.

Pendekatan yang mengedepankan partisipasi masyarakat, pengawasan yang berkelanjutan, serta pengembangan usaha produktif menjadi fondasi penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

Melalui Program Kampung, YPMAK berharap masyarakat dapat terus mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat asli Papua di wilayah operasional program. (ots-2)

25 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika