Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Wabup Mimika Apresiasi Program Inisiatif YPMAK

Monday, 22 June 2026
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong

PEMBANGUNAN masyarakat berbasis kemitraan menjadi salah satu pendekatan yang semakin mendapat perhatian dalam upa­ya meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat di Papua. Model pembangunan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pengelola dana kemitraan dinilai mampu menciptakan keberlanjutan program sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat di tingkat kampung.

Di Kabupaten Mimika, berbagai program yang dijalankan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong memberikan apresiasi terhadap konsistensi YPMAK dan PT Freeport Indonesia dalam mempertahankan berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurut Emanuel, sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang menunjukkan dampak signifikan. Investasi sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa bagi Orang Asli Papua (OAP), khususnya generasi muda suku Amungme dan Kamoro, dipandang sebagai strategi penting dalam menyiapkan kader pembangunan masa depan.

“Kontribusi YPMAK dan Freeport di dunia pendidikan ini sangat bagus. Walaupun dalam kondisi pendanaan yang terbatas, mereka tetap mempertahankan dan memberikan ruang bagi anak-anak putra daerah. Saat ini pun terus dilakukan pembenahan dari waktu ke waktu,” ujar Wabup Emanuel saat diwawancarai, Kamis (4/6/2026).

Secara ilmiah, investasi pendidikan merupakan salah satu instrumen utama dalam meningkatkan kualitas modal manusia (human capital). Pendidikan yang berkelanjutan tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penguatan kapasitas sosial masyarakat dalam jangka panjang.

Selain pendidikan, sektor kesehatan juga memperoleh perhatian penting melalui keberadaan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM). Fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang berorientasi pada peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Mimika.

Kehadiran RSMM dinilai menjadi bukti bahwa pembangunan kesehatan memerlukan kolaborasi multipihak agar layanan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama kelompok rentan dan masyarakat asli Papua.

Dalam konteks hubungan kelembagaan, Emanuel menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika dan YPMAK menjalankan pola kemitraan yang setara dengan prinsip saling mendukung sesuai kewenangan dan sumber daya masing-masing.

“Kita bermitra dengan pemerintah untuk memberikan kontribusi. Peme­rin­tah tidak meminta uang kepada YPMAK, begitu sebaliknya. Masing-ma­sing berjalan bersama dengan program dan pendanaan yang tersedia,” jelas­nya.

Pendekatan kolaboratif semacam ini sejalan dengan konsep tata kelola pembangunan partisipatif, di mana keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh satu institusi, tetapi oleh sinergi antar pemangku kepentingan dalam mencapai tujuan bersama.

Emanuel juga mengungkapkan bahwa PT Freeport Indonesia telah me­nyiap­kan sejumlah rencana pembangunan fisik berskala besar yang telah dirancang secara matang. Implementasi program tersebut kini menunggu kesiapan regulasi agar dapat direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pada sektor ekonomi masyarakat, berbagai program pemberdayaan yang dijalankan YPMAK seperti pembentukan kelompok kerja (Pokja), pengembangan kios, serta pembangunan kampung berbasis pengelolaan masyarakat lokal mendapat penilaian positif. Model ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran pembangunan.

Namun demikian, keberhasilan program berbasis masyarakat memerlukan sistem pengawasan yang efektif agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara optimal.

“Program kampung ini sebetulnya bagus dan sudah berjalan, tetapi yang sangat dibutuhkan saat ini adalah fungsi pengawasan. Karena di lapang­an, ada yang jalan, ada juga yang tidak,” ungkapnya.

Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, mekanisme monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting untuk memastikan akuntabilitas program sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul di lapangan. Pengawasan yang baik akan meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program yang dijalankan.

Wabup Emanuel Kemong menilai kehadiran YPMAK bersama PT Freeport Indonesia telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat Mimika. Meski demikian, proses perbaikan dan evaluasi tetap diperlukan agar setiap program dapat terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Saya berharap ke depan, kekurangan yang ada dapat dibenahi sehingga program semakin baik dan berkelanjutan. Program ini memang perlu adanya evaluasi dan kekurangan yang ada dapat dibenahi bersama. Sehingga masyarakat juga tidak tergantung pada YPMAK dan pemerintah, sehingga kita harus mendorong masyarakat lebih mandiri,” pungkasnya.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa tujuan akhir dari seluruh program pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan membangun kemandirian masyarakat. Dengan meningkatnya kapasitas sumber daya manusia, penguatan layanan kesehatan, serta berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis kampung, masyarakat diharapkan mampu menjadi pelaku utama pembangunan di wilayahnya sendiri. (ots-1)

10 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika