Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Jejak Kemandirian Ekonomi di Kampung Uta

Wednesday, 10 June 2026
Kepala Divisi Monev Program Sosial Ekonomi YPMAK, Monica Maramku, saat monitoring Pokja di Kampung Uta, Selasa (28/4/2026).

DI pesisir barat Kabupaten Mimika, deru mesin parut kelapa kini menjadi bunyi yang akrab bagi warga Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Jauh. 

Di balik suara sederhana itu, tersimpan denyut perubahan ekonomi yang tumbuh perlahan melalui program pemberdayaan kampung yang dijalankan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

Pada Selasa, 28 April 2026, tim monitoring dan evaluasi (Monev) Program Sosial Ekonomi YPMAK hadir meninjau langsung perkembangan kelompok kerja (Pokja) di kampung tersebut. Kunjungan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan sarana produksi benar-benar memberi dampak bagi kesejahteraan warga.

Di Kampung Uta, bantuan berupa mesin parut kelapa hingga mesin motor tempel bukan sekadar aset program. Peralatan itu telah menjadi instrumen produktif yang menggerakkan usaha rumah tangga, terutama produksi minyak goreng tradisional dan minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO).

Kepala Divisi Monev Program Sosial Ekonomi YPMAK, Monica Maramku melihat langsung perubahan itu.  “Program ini lebih kepada pengadaan dan pemanfaatannya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Contohnya mesin parut kelapa, satu mesin kecil bisa mengolah hingga 10 buah kelapa menjadi satu botol minyak,” ujarnya.

Produksi berbasis potensi lokal seperti ini menunjukkan satu prinsip penting dalam pembangunan kampung, yakni kemajuan ekonomi tidak selalu lahir dari teknologi besar, melainkan dari optimalisasi sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat.

Bagi perempuan-perempuan kampung, terutama para mama, kehadiran mesin parut kelapa memberi ruang produktivitas baru. Proses produksi menjadi lebih cepat, kapasitas meningkat, tenaga lebih hemat, dan hasil olahan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Monica menilai inisiatif ini memiliki peluang berkembang lebih luas jika dikelola secara kolektif.  “Harapan kami, kelompok ini bisa berkembang dan mendorong masyarakat lain untuk ikut berusaha secara bersama-sama,” ujarnya.

Semangat gotong royong memang menjadi fondasi utama dalam penguatan ekonomi kampung. Ketika satu kelompok berhasil, dampaknya dapat menjalar ke keluarga lain, bahkan membuka peluang pasar antarkampung.

Sekretaris Pokja Kampung Uta, Yohanis Koari menilai bantuan tersebut telah membantu aktivitas ekonomi warga meski hasil usaha tetap bergantung pada kerja keras masyarakat sendiri.

“Kalau masyarakat pergi menjaring atau mencari hasil laut, kemudian dijual dan mendapatkan uang, itu bisa membantu kebutuhan rumah tangga. Tapi hasilnya juga tergantung dari pencarian mereka,” ungkapnya.

Pernyataan Yohanis ini menegaskan satu realitas penting bahwa program pemberdayaan bukan pengganti ikhtiar masyarakat, melainkan penguat kapasitas agar usaha lokal lebih berdaya saing.

Hal senada disampaikan Ketua Pokja Kampung Uta, Klemens Ipiyaya, yang terus mendorong pemanfaatan bantuan secara maksimal agar manfaat ekonomi terus bertumbuh.

Dampak nyata program ini juga dirasakan langsung oleh warga. Mama Anjelina Utiraya menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi sederhana dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil kebun.

Ia telah memanfaatkan mesin parut kelapa untuk memproduksi minyak goreng dan VCO secara rutin. Dalam sekali produksi menggunakan mesin besar, sekitar 50 buah kelapa dapat diolah. Dari jumlah itu, 20 buah kelapa mampu menghasilkan satu botol ukuran 350 mililiter dengan harga jual Rp100.000.

Angka tersebut bukan sekadar hitungan produksi. Ia merepresentasikan transformasi pengetahuan lokal menjadi kekuatan ekonomi yang memberi harapan baru bagi rumah tangga kampung.

Melalui monitoring ini, YPMAK terus memastikan setiap program berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat berkelanjutan. 

Di Kampung Uta, kelapa tidak lagi dipandang sekadar hasil alam pesisir. Di tangan masyarakat yang diberdayakan, ia menjelma menjadi simbol kemandirian, kerja bersama, dan masa depan ekonomi kampung yang terus bertumbuh. (ots-1/ots-2) 

13 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika