Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Rumah Layak Huni sebagai Fondasi Kesejahteraan Warga Poronggo

Wednesday, 03 June 2026
Tim Monev Program Ekonomi foto bersama didepan salahsatu rumah yang dibangun oleh Pokja Program Kampung Poronggo, Distrik Mimika Barat Tengah.

PEMENUHAN kebutuhan dasar berupa hunian layak masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di wilayah pesisir Mimika. Di Kampung Poronggo, Distrik Mimika Barat Tengah, kebutuhan ini dijawab melalui pelaksanaan Program Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) tahun 2025 lewat pembangunan tiga unit rumah layak huni bagi warga setempat.

Program ini dijalankan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Poronggo sebagai bagian dari skema pemberdayaan berbasis kampung. Kehadiran rumah layak huni bukan sekadar penyediaan tempat tinggal, melainkan fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam menciptakan rasa aman, kesehatan lingkungan, dan stabilitas sosial keluarga penerima manfaat.

Bendahara Pokja Poronggo, Thimotius Kotouki menjelaskan pembangunan rumah menjadi prioritas utama setelah mempertimbangkan kondisi riil masyarakat. Pada perencanaan awal, program hanya menargetkan dua unit rumah sesuai rencana anggaran biaya. Efisiensi penggunaan anggaran kemudian membuka ruang pembangunan satu unit tambahan.

“Kami melihat kebutuhan paling mendesak adalah rumah, karena masih banyak warga yang belum memiliki tempat tinggal,” ujar Thimotius saat menyampaikan laporan kepada Kepala Divisi Monev Program Sosial Ekonomi YPMAK, Monica Maramku, bersama tim monitoring dan evaluasi, Kamis (30/4/2026).

Optimalisasi anggaran ini menunjukkan adanya adaptasi kebijakan di tingkat kampung untuk memastikan manfaat program menjangkau lebih banyak warga. Pendekatan seperti ini menjadi indikator penting keberhasilan tata kelola program berbasis kebutuhan lokal.

Tiga warga penerima manfaat, yakni Daniel Maturani, Levinus Maturani, dan Bernardus Uramata, kini memiliki kesempatan membangun kehidupan keluarga dengan lebih layak. Bagi mereka, rumah bukan hanya bangunan fisik, melainkan simbol kepastian masa depan.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT Freeport Indonesia yang telah menyalurkan anggaran melalui YPMAK hingga kami bisa memiliki rumah,” ujar Daniel Maturani.

Manfaat program turut mendapat apresiasi dari pemerintah kampung. Kepala Kampung Poronggo, Timotius Atapea, menilai inisiatif ini memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga, meski ia mengingatkan pentingnya pembenahan tata kelola internal Pokja agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

“Pokja masih perlu dibenahi, terutama dalam hal transparansi. Masih ada kecemburuan dan kecurigaan di tengah masyarakat, ini perlu menjadi perhatian YPMAK,” tegasnya.

Evaluasi ini menjadi catatan pen­ting dalam penguatan kelembagaan masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas merupakan prasyarat utama keberlanjutan program pemberdayaan, terutama saat pengelolaan dana publik menuntut partisipasi serta pengawasan bersama.

Selain aspek perumahan, perhatian terhadap sektor pendidikan juga menjadi aspirasi warga Kampung Poronggo. “Bidang pendidikan juga harus lebih diperhatikan, kasihan anak-anak kita,” tambahnya.

Pernyataan ini menegaskan pembangunan kampung memerlukan pendekatan multidimensi. Hunian yang layak perlu berjalan seiring peningkatan akses pendidikan agar kesejahteraan dapat tumbuh secara utuh antargenerasi.

Dalam peninjauan lapangan, Kepala Divisi Monev Program Sosial Ekonomi YPMAK, Monica Maramku mengingatkan pentingnya penyelesaian administrasi secara baik agar program serupa dapat terus berjalan.

“Pembangunan tiga rumah ini sudah sangat baik. Tinggal bagaimana menyelesaikan laporan dengan baik agar ke depan program bisa terus berlanjut,” ujarnya saat meninjau langsung lokasi pembangunan.

Pesan ini menegaskan keberhasilan pembangunan fisik perlu ditopang tata kelola administrasi yang tertib. Monitoring dan evaluasi bukan sekadar mekanisme pengawasan, melainkan instrumen pembelajaran untuk memperkuat efektivitas program.

Pelaksanaan Program YPMAK di Kampung Poronggo memperlihatkan pembangunan berbasis kampung mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat saat dikelola secara adaptif, partisipatif, dan akuntabel. Rumah-rumah yang kini berdiri menjadi penanda hadirnya harapan baru—fondasi awal menuju kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Mimi­ka. (ots-1/ots-2)

19 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika