Pilih Bahasa :
Staf Monev Kesehatan YPMAK saat mewawancarai warga mengenai layanan program kampung sehat.
PROGRAM Kampung Sehat yang dilaksanakan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) di seluruh wilayah pesisir Kabupaten Mimika, sejauh ini berjalan baik. Hal ini diakui masyarakat di wilayah Distrik Mimika Barat Tengah dan Distrik Mimika Barat Jauh.
Masyarakat setiap kampung di dua distrik tersebut mengakui kehadiran tenaga kesehatan (Nakes) Kampung Sehat YPMAK sangat membantu masyarakat. Pelayanan yang diberikan para Nakes bisa menjangkau yang belum tercover oleh pelayanan pemerintah.
“Di Wumuka ini ada Pustu yang selalu melayani masyarakat. Setelah adanya tenaga kesehatan dari Program Kampung Sehat ini makin mempercepat dan menjangkau semua layanan untuk masyarakat,” ungkap seorang warga Kampung Wumuka, Paustina Omapoka, saat pertemuan bersama Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) YPMAK, Senin (4/5/2026).
Ungkapan senada disampaikan oleh warga di Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah, Fransina Maniyuta. Ia mengakui petugas Kampung Sehat selalu ada untuk masyarakat selama 24 jam. Setiap keluhan warga selalu dilayani dengan baik, serta melakukan pemantauan konsumsi obat secara rutin bagi setiap warga yang sakit.
“Memang ada Pustu, tapi kehadiran petugas Kampung Sehat ini makin mempercepat layanan kepada warga,” ujar Fransina.
Staf Monev Program Kesehatan YPMAK, Frans Wabiser mengungkapkan setiap warga di seluruh kampung mengaku sangat senang dengan layanan Kampung Sehat. Warga mengaku kehadiran Kampung Sehat sangat membantu petugas Pustu setempat.
Kehadiran petugas Kampung Sehat juga sama dengan petugas kesehatan dari pemerintah yang menjalankan layanan penuh, baik pemeriksaan darah untuk tes malaria, posyandu, pemberian PMT, serta layanan umum lainnya.
“Di seluruh kampung mengaku sangat puas karena petugas Kampung Sehat melayani dengan baik,” ungkap Frans usai melakukan Monev ke wilayah Distrik Mimika Barat Tengah dan Mimika Barat Jauh selama 7 hari.
Frans menyebutkan, sejumlah warga dari 17 kampung di dua distrik tersebut sangat mengharapkan YPMAK menambah jumlah Nakes agar program Kampung Sehat juga bisa melayani kampung-kampung lain yang belum memiliki Pustu. Demikian pula kampung-kampung yang meski telah ada Pustu, tetapi para Nakes-nya belum menetap dan belum melayani kapan saja masyarakat butuh.
Usulan ini tentunya akan dibahas kembali bersama Divisi Kesehatan, dengan harapan bisa menjawab keinginan masyarakat. “Usulan masyarakat agar YPMAK menempatkan tenaga Kampung Sehat di kampung-kampung lain yang memang masih membutuhkan tenaga kesehatan. Usulan itu sangat penting dan jadi evaluasi bagi YPMAK, khususnya Divisi Kesehatan,” ucapnya.
Dalam kegiatan Monev Program Kesehatan di seluruh kampung dilakukan dengan mewawancarai masyarakat terkait layanan kesehatan Kampung Sehat. Selain mengenai tingkat kepuasan, masyarakat di setiap kampung juga diminta agar menyampaikan keluhan terkait pelayanan yang belum sesuai harapan.
“Kami minta supaya masyarakat bicara jujur kalau masih ada pelayanan yang kurang baik, karena setiap masukan itu sebagai bahan evaluasi bagi YPMAK,” ujar Frans didampingi rekan timnya, Staf Monev Kesehatan YPMAK, Rulian Takayuta. (ots-1/ots-2)