Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Pembangunan Perlu Menjangkau Kualitas Hidup secara Utuh

Wednesday, 20 May 2026
Tim Divisi Ekonomi YPMAK menggelar Sosialisasi dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pengurus Pokja Kampung Boiya Lakahia, Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, Senin (4/5/2026).

DENYUT pembangunan kampung terus bergerak melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Di Kampung Boiya Lakahia, Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, inisiatif yang dijalankan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menghadirkan ruang tumbuh bagi masyarakat setempat untuk belajar mengelola potensi ekonomi secara mandiri.

Program yang dijalankan kelompok kerja (Pokja) menjadi salah satu instrumen penguatan kapasitas masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, warga didorong terlibat langsung dalam proses pengembangan ekonomi berbasis kebutuhan lokal.

Langkah ini memberi pengalaman praktis sekaligus membuka wawasan baru tentang pentingnya kemandirian ekonomi sebagai fondasi kesejahtera­an kampung.

Kepala Kampung Boiya Lakahia, Yosias Tenawe, memandang kehadiran program tersebut memberi pengaruh nyata bagi masyarakat.

“Kami masyarakat sangat berterima kasih kepada YPMAK dan PTFI yang sudah memberi perhatian besar. Program ini sangat membantu dan kami bisa merasakan dampaknya, terutama dalam belajar mengembangkan ekonomi,” ujar Yosias, di Kampung Boiya Lakahia, Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Senin (4/5/2026).

Penguatan ekonomi berbasis kampung, menurut banyak kajian pembangunan masyarakat, menjadi pintu masuk strategis untuk mendorong transformasi sosial. Saat masyarakat memiliki keterampilan produktif dan akses terhadap peluang usaha, kapasitas kolektif kampung ikut bertumbuh. Kondisi semacam ini juga menciptakan optimisme untuk membangun kerja sama jangka panjang antar pemangku kepentingan.

Yosias melihat perkembangan itu sebagai modal awal untuk melangkah lebih jauh. Kehadiran program mendorong masyarakat terus bertumbuh dan membuka peluang kolaborasi berkelanjutan bersama YPMAK pada masa mendatang.

Di tengah capaian tersebut, tersimpan harapan besar dari masyarakat. Penguatan ekonomi dinilai perlu berjalan beriringan dengan perhatian serius pada sektor pendidikan dan kesehatan. Dua bidang ini menjadi penentu utama kualitas sumber daya manusia kampung pada masa depan.

Realitas pendidikan di Kampung Boiya masih menghadapi tantangan cukup berat. Sebagian anak hanya menempuh pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Keterbatasan biaya serta minimnya fasilitas menjadi hambatan utama untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

“Saya sendiri penerima beasiswa, jadi saya berharap program pendidikan ini juga bisa dirasakan oleh adik-adik yang lain. Banyak anak-anak yang tidak lanjut karena keterbatasan,” ungkapnya.

Pernyataan ini menegaskan pen­ting­nya akses pendidikan sebagai instrumen mobilitas sosial. Pendidikan tinggi bukan sekadar jenjang akademik, melainkan ruang pembentukan kapasitas generasi muda agar mampu kembali membangun kampung dengan pengetahuan dan keterampilan lebih baik.

Selain pendidikan, persoalan kesehatan juga menjadi perhatian mendesak. Meningkatnya kasus penyakit menular seperti gatal-gatal dan tuberkulosis menunjukkan perlunya penguatan layanan kesehatan dasar serta edukasi hidup sehat bagi masyarakat.

“Kami berharap ada perhatian khusus untuk layanan kesehatan. Karena kesehatan itu penting, anak-anak harus sehat supaya bisa belajar dengan baik,” ucapnya.

Kesehatan dan pendidikan memiliki relasi saling menguatkan. Anak-anak dengan kondisi fisik sehat memiliki peluang lebih besar menyerap pelajaran secara optimal. Sebaliknya, keterbatasan layanan kesehatan berpotensi menghambat proses belajar sekaligus menurunkan kualitas hidup masyarakat secara luas.

Harapan yang disampaikan Kepala Kampung Boiya merefleksikan aspirasi kolektif masyarakat pesisir bahwa pembangunan tidak berhenti pada penguatan ekonomi. Pembangunan perlu menjangkau kualitas hidup secara utuh. 

Ketika pendidikan, kesehatan, dan ekonomi tumbuh dalam satu tarikan napas pembangunan, kampung memiliki fondasi kokoh untuk melahirkan generasi unggul yang mampu menggerakkan perubahan dari wilayahnya sendiri. (ots-1/ots-2) 

23 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika