Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Bangun Disiplin Usaha Pengelola Kios Lewat FLP Batch II

Friday, 27 March 2026
Pelatihan Finansial Literacy Program (FLP) Batch II bagi pelaku UMKM kios kelontong binaan, Senin (2/3) di MPCC. (ots-1)

Oktovian Jangkup, Kepala Divisi Perencanaan Program Ekonomi YPMAK.

UPAYA mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

Salah satu yang dilakukan adalah membina 20 pengusaha Amungme dan Kamoro menjadi pengusaha, dalam hal ini pemilik kios kelontong.

Dari usaha tersebut, YPMAK pada 2025 kemarin sudah memunculkan 10 pengusaha Amungme pemilik kios kelontong. Dan tahun 2026 ini, program tersebut masih dilanjutkan dengan membina 10 pengusaha lagi.

Untuk mengawali program pembinaan pemberdayaan ekonomi masyarakat, YPMAK bersama mitra (BTN, IJB, dan PT Amungsa Gemilang) menggelar pelatihan Finansial Literacy Program (FLP) Batch II bagi pelaku UMKM kios kelontong binaan, pada Senin (2/3) di MPCC.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali pemahaman tentang pengelolaan keuangan usaha yang disiplin dan transparan. Salah satu hal yang ditekankan dalam program ini adalah penerapan sistem transaksi tanpa bon atau hutang. Di mana seluruh pembayaran dilakukan secara tunai maupun non tunai.

Selain itu, setiap hasil penjualan dari kios wajib disetorkan ke bank melalui rekening yang telah disiapkan. Setoran dilakukan setiap minggu sebagai bentuk pembiasaan pengelolaan keuangan yang tertib.

Dari total pendapatan bulanan, sekitar 20 persen akan diberikan kepada pengelola kios, sementara 80 persen lainnya digunakan untuk perputaran barang agar usaha tetap berjalan dan berkembang.

Kepala Divisi Sosial Ekonomi YPMAK, Oktovian Jangkup menjelaskan bahwa pelatihan tahap kedua diikuti oleh 20 peserta yang merupakan pengelola kios, baik sudah beroperasi maupun yang akan segera memulai usaha.

Pelatihan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar peserta, terutama bagi mereka yang sudah lebih dulu menjalankan kios.

“Peserta yang sudah menjalankan usaha dapat berbagi pengalaman kepada yang baru, sehingga mereka bisa belajar bagaimana mengelola kios dengan baik dan melayani masyarakat sekitar,” jelasnya.

Kepada peserta, Oktovian menegaskan program kios kelontong yang dibangun YPMAK harus dipandang sebagai usaha milik sendiri dan harus dijaga, serta dikelola secara serius oleh penerimanya.

“Ini rumah usaha mereka sendiri. Barang yang ada di kios harus dijaga dengan baik. Karena melalui program ini mereka melayani masyarakat di sekitar tempat tinggalnya,” pesannya.

Setelah pelatihan, para pelaku usaha tidak akan berjalan sendiri. YPMAK menyiapkan pendampingan usaha selama satu tahun bersama mitra. “Dalam waktu dekat, kios yang sudah selesai dibangun dan belum diserahkan kuncinya akan segera diserahkan kepada para penerima manfaat, agar dapat langsung beroperasi,” ujarnya.

Oktovian berharap masyarakat yang mendapatkan kesempatan ini dapat memanfaatkannya dengan baik untuk meningkatkan ekonomi keluarga. “Kami harap mereka benar-benar aktif dan belajar dari usaha orang lain. Kalau orang lain bisa berhasil, mereka juga harus bisa. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Dan harus jadi tuan di negeri sendiri,” tegasnya. (ots-1)

46 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika