Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Ada Harapan di Balik Semangat yang Tak Pernah Padam

Monday, 09 March 2026
Pemilik kios Kenemo Mandiri Jaya Mart di Mile 23, Julita Omaleng melakukan barcode barang yang dibeli oleh konsumen.

TIM Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, pada Jumat 13 Februari 2026 menyusuri sejumlah sudut Kota Timika untuk mengunjungi kios-kios binaan yang mulai tumbuh sejak 2025 lalu.

Di balik bangunan sederhana, tersimpan kisah perjuangan, kemandirian, dan harapan baru bagi masyarakat Amungme dan Kamoro.

Program kios kelontong binaan ini menargetkan 20 unit usaha. Hal ini sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat asli yang digagas pengurus YPMAK di bawah kepemimpinan Ketua Pengurus Dr Leonardus Tumuka.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bangunan fisik siap pakai, tetapi juga pendampingan literasi keuangan melalui Literacy Financial Program (LFP), pelatihan pengelolaan usaha, hingga rencana pengembangan usaha lanjutan, seperti laundry dan lainnya.

Program pemberdayaan ekonomi YPMAK ini turut menggandeng pihak ketiga, antara lain BTN Cabang Timika, Institut Jambatan Bulan (IJB), dan CV Amungsa Gemilang. Kerja sama ini untuk memastikan keberlanjutan usaha para penerima manfaat.

Kios kelontong pertama yang dikunjungi Tim YPMAK adalah Amungin Mart milik Yufinia Beanal.

Kios kelontong kecil yang terletak di Jalan Trikora ini  tampak tak pernah sepi. Anak-anak sekolah, orang tua, hingga warga sekitar silih berganti datang membeli kebutuhan harian.

“Sejak kios ini dibuka, banyak masyarakat yang datang. Apalagi lokasinya di depan sekolah dan harga di sini lebih murah,” tutur Yufinia.

Sebelum mendapat bantuan, Yufinia hanya berjualan di lapak kecil, berupa meja kayu yang diletakkan di depan rumah. Lapak kecil itu hanya menjual minuman ringan dan pinang dengan pendapatan yang tidak seberapa.

Namun, setelah mendapatkan bantuan dari YPMAK, kios kecil itu mampu menghasilkan pendapatan rata-rata Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per hari, bahkan kadang menembus Rp1 juta.

Pada pengelolaan kios kecil ini, Yufinia menerapkan aturan tegas, yakni tidak melayani bon atau utang, bahkan kepada keluarga sendiri. Semua demi menjaga perputaran modal.

Meski teknologi pembayaran digital masih terasa baru baginya, Yufinia tetap berusaha belajar. Operasional kios kini juga dibantu anak-anaknya yang lebih paham penggunaan QRIS.

“YPMAK sangat membantu kami. Program ekonomi seperti ini benar-benar terasa manfaatnya. Untuk yang QRIS saya masih belajar karena ini baru,” ujarnya.

Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Pengusaha

Kunjungan berikutnya ke kios Julia Mart yang dimiliki Marike Magai. Kios kecil binaan YPMAK ini terletak di Jalan Agimuga, Mile 32, Distrik Kuala Kencana.

Kios Julia Mart ini berada di kawasan kompleks militer yang dihuni berbagai instansi, mulai dari kepolisian hingga TNI, dan kejaksaan.

“Pendapatan kios ini berkisar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per hari. Rokok, minuman, dan makanan ringan menjadi barang paling laris,” ucap Marike.

Meskipun awalnya kesulitan, karena di kios ini sudah menerapkan aplikasi digital QRIS. Namun, lambat laun itu menjadi terbiasa.

“Awalnya bingung pakai QRIS, tapi karena didampingi akhirnya saya mengerti. Ini luar biasa,” tuturnya.

Sebelum memiliki kios, Marike mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Hari-harinya dihabiskan di rumah atau berkebun singkong, petatas, keladi, dan lainnya. Kini, hidupnya berubah setelah membuka kios.

“Setiap hari saya buka kios mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WIT. Khusus hari Minggu saya buka kios setelah selesai beribadah, yakni mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIT,” ujarnya.

Meski lelah menjaga kios seharian, ia tetap bertahan demi masa depan keluarga. Dan berharap ke depannya kios ini bisa maju serta berkembang. Sehingga dirinya menjadi pengusaha sukses di Tanah Amungsa ini.

“Tidak semua orang dapat bantuan seperti ini. Walaupun capek, saya lakukan demi masa depan,” ungkap Marike, seraya menyebut suami dan anak-anaknya turut membantu menjaga kios.

Mandiri dan Punya Tabungan

Sementara itu, di Kenemo Mandiri Jaya Mart yang terletak di Mile 23, Julita Omaleng selaku pemilik kios kelontong kecil itu menjalani rutinitas yang hampir sama setiap hari.

Ia membuka kios sejak pagi hingga malam, yakni mulai pukul 06.00 WIT hingga 21.00 WIT  setiap hari (Senin sampai Sabtu). Tetapi untuk hari Minggu biasanya bukanya sore hari 15.00 WIT sampai 21.00 WIT.

Pendapatannya berkisar Rp700 ribu hingga Rp1,2 juta per hari. Minuman menjadi produk paling diminati, terutama oleh warga sekitar dan para pengendara yang melintas.

Sebelum memiliki usaha, Julita tidak bekerja. Kini ia merasa lebih percaya diri karena memiliki penghasilan sendiri.

“Sekarang saya senang karena sudah ada usaha. Ke depan saya mau kios ini berkembang lebih besar,” ujarnya.

Julita biasanya menjaga kios seorang diri, ditemani anak-anaknya. Hasil penjualan pun langsung disimpan di bank sebagai bentuk pengelolaan keuangan yang lebih tertib.

“Rasa capek dan bosan pasti ada ya. Tapi demi masa depan saya harus kuat dan mampu berdiri di tanah sendiri. Saya yakin, bisa jadi pengusaha lokal yang sukses,” tuturnya sembari mengucapkan terimakasih untuk YPMAK dan PT Freeport Indonesia.

Harapan Tumbuh dari Usaha Kecil

Dari cerita pemilik kios kelontongan binaan YPMAK ini, terlihat jelas perubahan nyata. Dari tidak memiliki pekerjaan tetap menjadi pelaku usaha mandiri, dari lapak sederhana menjadi kios permanen, dari kebingungan teknologi menjadi mampu menggunakan sistem pembayaran digital.

Program ini bukan hanya membangun bangunan, tetapi membangun rasa percaya diri dan kemandirian ekonomi, seperti apa yang menjadi tujuan YPMAK– menjadikan masyarakat sebagai subjek bukan objek.

Di balik rak-rak berisi mi instan, minuman, dan kebutuhan harian, tersimpan cerita tentang mimpi yang sedang diperjuangkan, tentang mama-mama yang kini bangun sebelum matahari terbit, menjaga kios hingga larut malam, dan menolak menyerah pada keadaan.

Kios kecil bagi mama-mama Amungme itu bukan sekadar tempat jualan. Kios itu adalah pintu menuju masa depan yang lebih baik. Pintu untuk berdiri di kaki sendiri di tanah leluhur yang masyarakat sayangi. (ots-1)

103 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika