Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

“Dimana Kamu Berada, Jadilah Jiwa di Tempat itu”

Thursday, 05 March 2026
Agustinus Takati

DI balik ketegasan seorang kepala divisi, ada perjalanan panjang yang ditempah oleh kesederhanaan, disiplin keluarga, dan panggilan untuk mengabdi.

Itulah kisah hidup Agustinus Ferdinandus Takati. Pria kelahiran Kokonao, 26 Agustus 1984, yang hari ini dikenal sebagai sosok pekerja keras dan konsisten membangun kualitas sumber daya manusia di lembaga tempatnya mengabdi.

Agustinus adalah anak ketujuh dari delapan bersaudara. Ia dibesarkan oleh almarhum Apollo Yoseph Takati dan ibunya, Sisilia Florentina Rahawarin. Dari keluarga sederhana di pesisir Mimika itulah nilai tanggung jawab, kerja keras, dan kesetiaan pada tugas mulai tertanam.

Perjalanan karirnya dimulai dari SD di Kokonao hingga kelas dua, kemudian dilanjutkan ke SD Inpres Sempan sampai lulus. Ia meneruskan pendidikan di SMP Negeri 2 Timika dan SMA Negeri 1 Timika. Semangatnya untuk belajar membawanya merantau ke Bandung, menempuh pendidikan di IKOPIN University dengan jurusan Manajemen Bisnis Pemasaran.

“Ilmu itu harus kembali ke tempat asalnya,” begitu prinsip yang ia pegang.

Setelah wisuda, ia pulang ke Timika. Sempat menganggur selama setahun, Agustinus tidak menyerah. Tahun 2009 menjadi titik balik hidupnya ketika ia lulus seleksi kerja dan mulai mengabdi di Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) sebelum berubah menjadi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

Kariernya dimulai dari posisi administrasi wakil sekretaris eksekutif di bidang pendidikan dan kesehatan. Namun semangat belajarnya membuat ia dipercaya menangani administrator biro ekonomi, khususnya administrasi pendampingan kelompok-kelompok usaha masyarakat Suku Kamoro.

Kemudian diangkat menjadi supervisor pendamping kelompok, ia terus naik menjadi Kepala Bagian Ekonomi wilayah barat, hingga akhirnya diangkat sebagai Kepala Biro Ekonomi Suku Kamoro pada 2017.

Pengalaman pahit sempat datang pada 2019 ketika terjadi perubahan struktur lembaga yang membuat seluruh pegawai mengalami PHK. Namun bagi Agustinus, setiap akhir adalah awal yang baru.

Ia kembali mengikuti proses seleksi dan dipercaya menjadi staf di bidang hubungan industrial dan pengembangan bisnis. Tak lama kemudian, ia diangkat menjadi Kepala Divisi SDM YPMAK, jabatan yang ia emban hingga kini.

Baginya, bekerja bukan sekadar rutinitas. “Dimana pun kamu berada, jadilah jiwa di tempat itu,” adalah prinsip hidupnya. Artinya, ketika seseorang ditempatkan di suatu posisi, ia harus memberikan hati, pikiran, dan tanggung jawab penuh di sana.

Ilmu pemasaran yang diperoleh di bangku kuliah benar-benar ia terapkan saat mendampingi kelompok-kelompok usaha masyarakat. Agustinus tidak hanya mengajarkan cara berusaha, tetapi juga bagaimana menghitung keun­tung­an, memahami arus kas, dan membaca peluang pasar.

Baginya, pemberdayaan ekonomi harus membuat masyarakat mandiri dan paham nilai dari setiap rupiah yang mereka hasilkan.

Kini, sebagai pimpinan di bidang SDM, fokusnya adalah membangun karakter dan profesionalisme karyawan. Ia percaya, kualitas lembaga sangat ditentukan oleh kualitas manusianya.

Setiap tahun program pengembangan kapasitas karyawan terus dijalankan. Pelatihan dilakukan berdasarkan rekomendasi tiap divisi dan evaluasi kebutuhan individu.

Karyawan didorong mengenali kekurangan mereka, lalu difasilitasi mengikuti pelatihan yang tepat agar dapat mengimplementasikan hasilnya dalam pekerjaan sehari-hari.

Namun pengembangan tidak hanya soal pelatihan. Disiplin menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Agustinus tengah mendorong sistem absensi digital yang terintegrasi langsung dengan sistem penggajian. Keterlambatan tanpa keterangan akan terbaca otomatis dan berdampak langsung pada potongan gaji.

Menurutnya, aturan bukan untuk menghukum, melainkan membentuk tanggung jawab.

“Kalau kita ingin lembaga maju, disiplin harus menjadi budaya, bukan sekadar aturan di atas kertas,” ujarnya.

Agustinus juga menekankan pentingnya penilaian kinerja yang objektif. Baginya, karyawan yang bekerja dengan baik harus mendapat apresiasi yang setimpal. Sistem bonus dan penghargaan tidak boleh disamaratakan, karena dapat mematikan motivasi mereka yang sudah bekerja maksimal.

“Kalau semua dinilai sama, yang rajin bisa kehilangan semangat. Tapi kalau yang terbaik dihargai, itu jadi motivasi bagi yang lain untuk ikut bertumbuh,” ujarnya.

Selama hampir 17 tahun mengabdi, Agustinus telah melihat pasang surut lembaga. Dari masa penguatan ekonomi masyarakat hingga pembenahan manajemen internal, ia tetap berdiri dengan komitmen yang sama, bekerja dengan hati dan membangun manusia.

Bagi Agustinus Ferdinandus Takati, jabatan hanyalah amanah. Yang terpenting adalah bagaimana setiap hari ia bisa menjadi “jiwa” di tempat ia berada, menghidupkan sistem, membangun orang-orang, dan meninggalkan jejak kebaikan dalam setiap tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. (ots-1)

91 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika