Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Menjaga Harapan dari Tanah Amungme dan Kamoro

Wednesday, 04 March 2026
Layanan kesehatan oleh petugas Kampung Sehat di Kampung Otakwa.

KESEHATAN di Mimika bukan sekadar layanan medis, tapi perjalanan panjang menuju kemandirian. Di tengah tantangan geografis, perubahan regulasi nasional, hingga dinamika sosial masyarakat adat, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terus menata langkah melalui Divisi Program Kesehatan.

Laporan Kuartal III 2025 memperlihatkan satu pesan utama yakni akses kesehatan makin terbuka, tetapi perjuangan menuju kemandirian belum selesai.

Angka mencolok 99,3 persen penerima manfaat telah terdaftar dalam JKN-KIS. Target 2025 yang dipatok di atas 90 persen terlampaui jauh. Capaian ini menandai perubahan besar dibanding beberapa tahun lalu, ketika kepesertaan masih berkutat di angka 80 persen.

Kepesertaan yang tinggi berarti masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada subsidi langsung. Mereka masuk dalam sistem kesehatan nasional. Namun, dinamika kebijakan sosial membuat ribuan peserta PBI terancam dibatalkan akibat perubahan kriteria kemiskinan. Di sinilah kerja advokasi dan verifikasi menjadi krusial.

YPMAK tidak hanya membayar premi. Mereka membangun sistem agar masyarakat benar-benar masuk dalam ekosistem jaminan kesehatan nasional.

Komplementer juga menunjukkan lonjakan. Proporsi rujukan pasien menggunakan skema BPJS mencapai 66 persen, melampaui target 60 per­sen tahun ini.

Namun di balik capaian itu, serapan anggaran menyentuh 123,6 persen. Pembiayaan membengkak. Beberapa rumah sakit rujukan dinilai kurang optimal memanfaatkan skema BPJS.

Di sisi lain, diskresi internal dan preferensi masyarakat turut memengaruhi pola pembiayaan.

Situasi ini memperlihatkan dilema klasik: antara idealisme sistem dan realitas lapangan.

Ujian Berat Pemandirian RSMM
Tantangan terbesar berada pada upaya menjadikan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) mandiri secara finansial.

Target jangka panjangnya jelas yakni subsidi nol rupiah, dengan Cost Recovery Rate (CRR) di atas 1. Hingga Oktober 2025, CRR RSMM berada di angka 0,34. Subsidi yang terserap mencapai Rp42,2 miliar.

Arus kas negatif, sistem manajemen belum optimal, digitalisasi belum berjalan maksimal, serta perubahan regulasi BPJS dari INACBG ke i-DRG menjadi kombinasi tekanan internal dan eksternal.

Namun tahun ini menjadi titik balik. Proses seleksi operator dan penyusunan Master Plan RSMM mulai berjalan. Strategi penataan aset, tata kelola profesional, hingga desain ulang sistem pembiayaan sedang dipersiapkan.

RSMM tidak lagi sekadar rumah sakit komunitas. Ia sedang diarahkan menjadi institusi yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Program Kampung Sehat
Di 15 kampung dengan total 11.160 jiwa, Program Kampung Sehat bekerja dalam sunyi. Cakupan layanan ibu ha­mil menyentuh 100 persen. Pelayanan balita mencapai 74 persen. Deteksi aktif malaria menjangkau 80 persen populasi intervensi. Empat kampung telah mendeklarasikan STBM bersama Bupati Mimika.

Namun persoalan mendasar masih ada:

  • Kader posyandu banyak yang belum bisa baca tulis.
  • Imunisasi dasar lengkap baru 7,31 persen.
  • Akses air bersih terbatas.
  • Anemia remaja putri mencapai 98 persen.
  • Stunting tercatat 10,82 persen.

Di wilayah gunung dan pesisir, perubahan perilaku membutuhkan pendekatan sosial yang lebih dalam. Tahun 2026 dirancang intervensi gizi 90 hari melalui dapur gizi serta survei Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku sebagai dasar komunikasi perubahan perilaku.

Program ini tidak hanya mengobati, tapi juga membangun fondasi kesehatan generasi.

Laporan 2025 memperlihatkan kontras yang tajam. Di satu sisi, akses kesehatan membaik signifikan. Di sisi lain, beban subsidi fasilitas kesehatan masih tinggi.

Pertanyaannya bukan lagi apakah masyarakat bisa berobat. Pertanyaannya kini adalah bagaimana sistem ini bertahan tanpa terus bergantung pada dana kemitraan.

Tahun 2026 akan menjadi tahun konsolidasi besar:

  • Reformasi tata kelola RSMM.
  • Penguatan SOP rujukan.
  • Penataan sistem pendanaan kapitasi.
  • Penguatan advokasi desa dan pemerintah daerah.

Menata Masa Depan
YPMAK lahir dengan semangat “dari sumber daya alam wilayah adat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.” Semangat itu kini diuji oleh kompleksitas sistem kesehatan modern.

Perjalanan menuju kemandirian tidak bisa instan. Ia membutuhkan tata kelola yang kuat, manajemen profesional, disiplin anggaran, dan perubahan perilaku masyarakat.

Di tanah Amungme dan Kamoro, kesehatan bukan sekadar angka statistik. Ia adalah martabat, akses, dan harapan. Dan harapan itu sedang ditata—pelan, sistematis, dan penuh kesadaran—menuju sistem kesehatan yang tidak hanya hadir, tetapi juga bertahan. (ots-1/ots-2)

148 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika