Pilih Bahasa :
Pengurus Pokja Program Kampung Yapakopa terpilih foto bersama Tim Divisi Program Ekonomi usai penandatanganan kerjasama.
PAGI itu udara terasa dingin hingga menembus tulang. Namun kesibukan dan keramaian tampak di Pelabuhan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) di Jalan Poros Pomako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah.
Kesibukan itu terlihat dari tim Divisi Program Ekonomi yang mengangkut barang-barang untuk dibawa ke kampung-kampung di pesisir bagian barat Mimika.
Perjalanan ini selama 7 hari tersebut (4-10 September 2025) guna membentuk pengurus Kelompok Kerja (Pokja) pada 10 kampung, yakni Kampung Uta, Tapormai, Umat Ararao, Yapakopa, Aindua, Potowai Kampung, Potowai Distrik, Lakahia, dan Omba Niriki.
Untuk dua kampung (Lakahia dan Omba Niriki) tidak berada di wilayah administratif Kabupaten Mimika. Tetapi berada di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Namun yang mendiami dua kampung itu adalah masyarakat Suku Kamoro.
Pengurus Pokja tugasnya mengkoordinir pelaksanaan program kampung YPMAK. Program ini sebagai bentuk pemberdayaan kepada masyarakat.
Pada program kampung, YPMAK memberikan anggaran untuk dikelola oleh masing-masing kampung melalui Pokja. Besaran anggaran untuk wilayah pesisir, setiap kampung mendapatkan Rp 300 juta.
Perjalanan tim ekonomi ke kampung pesisir menggunakan 2 perahu (speed dengan mesin 3 berukuran 250 PK dan perahu fiber 2 mesin berukuran 115 PK).
Tidak ada kendala apapun selama perjalanan mengarungi lautan untuk menuju kampung-kampung di pesisir barat. Ini menunjukkan alam menyambut gembira atas perjalanan Tim Ekonomi YPMAK.
Kampung pertama yang dikunjungi yakni Kampung Uta di Distrik Mimika Barat Tengah. Di Uta, tim disambut oleh masyarakat dengan penuh sukacita, mulai dari dermaga hingga balai kampung tempat pertemuan digelar.
Di balai kampung, Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Febri Dwi Jayanti Sianipar menyampaikan bahwa kedatangan tim kesini untuk membentuk pengurus Pokja seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk pembentukan pengurus Pokja, harus dilakukan oleh masyarakat sendiri, bukan kami yang memilih pengurusnya. Begitu juga dengan program-program yang akan dijalankan. Jadi nanti kami tinggal, silakan bapak dan mama berdiskusi sendiri. Kalau sudah selesai, info ke kami dan akan merapat,” kata Febri.
Tim pun meninggalkan balai kampung untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat berdiskusi.
Setelah 30 menit, seorang warga menghampiri tim YPMAK dan menyampaikan bahwa diskusi telah selesai. Dari info itu, tim pun kembali ke kampung untuk mendapatkan hasil dan melakukan penandatanganan kerja sama (PKS).
Hal yang sama juga dilakukan di beberapa kampung lainnya. Seperti di Kampung Tapormai, Umar Ararao, Aindua, Yapakopa, Potowaiburu Kampung, Potowaiburu Distrik, Omba Niriki, dan Lakahia.
Perjalanan Tim Ekonomi YPMAK berakhir di Kampung Lakahia, Desa Boiya, Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Di kampung tersebut tim menikmati pemandangan alam, baik pantai maupun air terjun. (ots-1)