Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Program Kampung Sehat Fokus Daerah Belum Tersentuh

Thursday, 16 October 2025
Kepala Divisi Pemantauan dan Evaluasi Program Ekonomi, Riana Wadibar mendapat penjelasan tentang pelakasanaan Program Kampung Sehat di Kapiraya.

KEBERADAAN rimba Mimika yang luas dan jalur pesisir yang sulit dijangkau, warga di kampung-kampung pedalaman kerap hanya bisa mengandalkan pengobatan tradisional atau menunggu kapal singgah untuk sekadar mendapat obat. 

Namun kini wajah pelayanan kesehatan mulai berubah. Melalui Program Kampung Sehat yang dijalankan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)—hadir dengan komitmen mendekatkan layanan kesehatan bagi warga di wilayah yang selama ini jarang tersentuh.

Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Program Kesehatan YPMAK, Riana Wadibar mengaku pihaknya rutin melakukan evaluasi langsung ke kampung-kampung penerima manfaat.

“Kami evaluasi dan monitoring Program Kampung Sehat di Kampung Kapiraya dan Kampung Wumuka Distrik Mimika Barat Tengah, serta Kampung Umar dan Kampung Aindua Distrik Mimika Barat Jauh, untuk melihat dan mendengarkan langsung dari masyarakat soal pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan Program Kampung Sehat,” ujarnya.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat benar-benar merasakan dampak positif program ini. Riana mengungkapkan, “Masyarakat mengapresiasi, secara keseluruhan pelayanannya sangat baik dan masyarakat merasa sangat terbantu. Jangkauan layanan mudah diakses masyarakat.”

Bagi warga, kehadiran tenaga kesehatan ibarat pintu baru menuju harapan. Mereka tak lagi harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan obat dasar atau pemeriksaan sederhana. Karena itulah, permintaan masyarakat pun tegas agar program ini jangan sampai di­pindahkan.

Namun YPMAK memiliki strategi agar manfaat merata. Riana menjelaskan, “Program Kampung Sehat YPMAK difokuskan pada kampung-kampung di pedalaman Mimika yang belum tersentuh layanan kesehatan. Jika ada kampung yang sudah tersentuh layanan kesehatan dari pemerintah, maka program tersebut akan dipindahkan ke kampung-kampung yang belum tersentuh.”

Permintaan warga agar program tetap ada di kampung mereka, menjadi bukti keberhasilan, meski keputusan YPMAK tetap berlandaskan kebutuhan lebih luas. “Karena pelayanannya baik sehingga mereka merasa kita tidak boleh keluar. Tetapi dari segi YPMAK, kita lebih utamakan kampung mana yang lebih butuh pelayanan dan belum tersentuh. Kalau kampung itu sudah ada Pustu, maka kita akan lihat lagi kampung yang membutuhkan layanan, karena tidak mungkin dua pelayanan dalam satu kampung,” terang Riana.

Selain keberlangsungan layanan, masyarakat juga menyampaikan harapan lain agar YPMAK membangun rumah bagi tenaga kesehatan, sekaligus difungsikan sebagai tempat pelayanan.

Terkait permintaan itu, Riana menyampaikan model pelayanan yang dijalankan saat ini bersifat mobile. “Kita tidak bisa menjanjikan hal-hal seperti itu, karena kita akan lebih ke mobile dari satu kampung ke kampung yang membutuhkan. Jadi kita tidak membangun rumah untuk layanan kesehatan,” jelasnya.

Meski dengan segala keterbatasan, Program Kampung Sehat telah memberi harapan baru bagi masyarakat di pesisir dam pedalaman Mimika. Kisah apresiasi warga menjadi gambaran nyata, betapa hadirnya layanan kesehatan sederhana sekalipun, bisa sangat berarti dalam kehidupan masyarakat.

Program ini bukan sekadar menghadirkan obat dan tenaga kesehatan, tetapi juga menghadirkan rasa dihargai dan diperhatikan. Bahwa di balik hutan lebat dan sungai panjang, ada upaya serius untuk memastikan setiap warga memiliki hak yang sama atas pelayanan kesehatan. (ots-2)

602 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2025 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika