Pilih Bahasa :
HAMPARAN hutan dan aliran sungai di Distrik Mimika Barat Jauh, seakan menjadi saksi cerita tentang kepedulian dan pelayanan kesehatan menjadi napas baru bagi masyarakat Kampung Umar dan Kampung Aindua.
Kehadiran tenaga kesehatan Program Kampung Sehat yang digagas Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), menghadirkan harapan baru dalam kehidupan sehari-hari warga pedalaman dan pesisir Mimika.
Kepala Kampung Umar, Leander Maita, merasakan langsung manfaat program ini. Baginya, pelayanan yang dilakukan para tenaga kesehatan bukan sekadar rutinitas medis, tetapi bentuk kepedulian yang nyata.
“Setiap ada kegiatan selalu ada koordinasi dengan aparat kampung. Kami berharap YPMAK tetap melanjutkan program kampung sehat di kampung ini,” ujarnya penuh harap.
Di balik layanan itu, ada sosok Febi Soga bersama dua rekannya, Hana Pailling dan Engelbertus Yare, yang ditempatkan sejak Desember 2024. Mereka adalah tenaga kesehatan dari Yayasan Papua Lestari (Yapari), mitra YPMAK yang setiap hari hadir mendampingi warga.
“Selama kami di sini masyarakat juga menerima kami dengan baik,” kata Febi tersenyum.
Tak hanya pengobatan, mereka juga rutin menggelar posyandu, kelas ibu hamil, pemberian makanan tambahan untuk anak kurang gizi dan ibu hamil, hingga pengawasan minum obat malaria. Layanan itu berjalan di tengah keakraban dengan masyarakat yang sudah menganggap mereka bagian dari keluarga kampung.
Tak jauh dari Umar, di Kampung Aindua, warga juga menyimpan rasa syukur yang sama. Eginius Kauta, salah seorang warga, mengaku masyarakat merasa sangat terbantu.
“Mereka sangat ramah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tidak pernah marah, sangat ramah dengan masyarakat,” ujarnya.
Di kampung ini, empat tenaga kesehatan ditempatkan oleh Yapari yakni Irvani Jumadi, Ningsi, Remundus Tanawe, dan Agnes Sanggenafa yang menjadi koordinator area Kapiraya, Umar, dan Aindua.
Dengan segala keterbatasan, mereka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Kalau untuk pemberian makanan tambahan, kami melaksanakan setiap hari selama bahan makan masih tersedia,” ungkap Agnes.
Ia mengaku, suasana selama mereka bertugas tetap berjalan dengan baik dan aman.
“Kami di sini aman-aman saja,” ungkap Agnes singkat, tapi sarat makna.
Pada kedua kampung ini, program kesehatan tidak hanya memberi layanan medis, tetapi juga rasa dekat antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Mereka hadir bukan sekadar petugas, melainkan bagian dari denyut kehidupan sehari-hari.
Kehadiran YPMAK melalui Program Kampung Sehat pun kian terasa sebagai jembatan yang menghubungkan harapan masyarakat pedalaman dengan layanan kesehatan yang layak. (ots-2)