Pilih Bahasa :
Perahu dayung yang dibuat Pokja Keakwa Baru terparkir di tambatan perahu Kampung KeAkwa, Jumat (31/10).
KELOMPOK Kerja (Pokja) Ekonomi Keakwa Baru di Kampung Kekwa, Distrik Mimika Tengah memanfaatkan dana bantuan dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) untuk pembuatan 70 unit perahu dayung yang akan digunakan warga untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Pembuatan 70 perahu dayung itu dikerjakan sendiri oleh masyarakat. Keberadaan perahu tersebut sangat penting guna menunjang aktivitas masyarakat Keakwa Baru sehari-hari, baik untuk transportasi maupun untuk mencari ikan, karaka (kepiting bakau) yang merupakan mata pencaharian utama masyarakat setempat.
“Mereka yang kerjakan sendiri, setelah selesai dibuat, kami langsung serahkan kepada mereka untuk digunakan,” tutur Ketua Pokja Kekwa Baru, Natalis Natipia, Jumat (31/10).
Ikan dan karaka yang dikumpulkan warga kemudian dijual kepada pengepul sehingga bisa membantu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
Natalis mengatakan anggaran Pokja Kampung Keakwa Baru tahun 2026 akan digunakan untuk pengadaan mesin ketinting. Mesin ketinting itu nantinya akan dibagikan kepada pemilik perahu agar mempermudah mereka melakukan aktivitas sehari-hari.
Selain membuat perahu, sebagian dana Pokja Kampung Keakwa Baru juga digunakan untuk membuka pemukiman baru.
Lokasi permukiman baru di Keakwa Baru yang sudah dibuka sepanjang 200 meter dan dikerjakan secara mandiri oleh warga setempat sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pokja tahun 2025 yang telah disepakati bersama oleh masyarakat.
Bantuan perahu dayung tersebut mendapat sambutan positif dari warga Keakwa Baru.

“Kami ini rata-rata berprofesi sebagai nelayan, jadi bantuan perahu ini sudah sesuai dengan kebutuhan kami. Kami bisa pakai untuk pergi menjaring ikan dan menangkap karaka untuk dijual dan mendapatkan uang untuk kebutuhan kami sehari-hari,” ujar Antonius, salah seorang warga Keakwa Baru.
Di Kampung Keakwa sendiri terdapat dua Pokja Ekonomi yang dibentuk yaitu Pokja Keakwa dan Pokja Keakwa Baru.
Adapun di Kampung Keakwa, anggaran bantuan dari YPMAK digunakan untuk membuka permukiman baru. “Pemukiman yang kami buka panjangnya 250 meter dari anggaran Pokja Kampung tahun 2025. Kami berharap ke depan Pemda Mimika bisa bantu kami bangun perumahan di lokasi baru ini, karena di lokasi kampung lama sudah padat,” ungkap Ketua Pokja Kekwa, Alexander Natuapoka.
Kepala Kampung Keakwa, Wiro Laurens Potereyau menyebut seluruh pekerjaan Pokja di wilayahnya sudah tuntas dengan hasil yang memuaskan.
“Masyarakat kerja dengan semangat, mereka sendiri turun langsung ke lapangan untuk kerjakan itu dan mendapatkan upah,” kata Laurens.
Kepala Divisi (Kadiv) Monitoring dan Evaluasi (Monev) Ekonomi YPMAK Monica Maramku memuji program pembuatan 70 perahu dayung yang dilakukan Pokja Keakwa Baru sesuai dengan RAB yang telah disepakati.
Monica mengakui perahu sangat penting bagi warga Suku Kamoro yang tinggal di wilayah pesisir karena bermanfaat untuk menunjang kehidupan sehari-hari yang mengandalkan hidup dari sagu, sampan dan sungai (3S).
“Perahu yang dibuat masyarakat memberikan dampak ekonomi bagi mereka sendiri, karena digunakan untuk menangkap ikan, mencari karaka dan menunjang aktivitas yang lain,” unkapMonica. (ots-2)