Pilih Bahasa :
Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka menyerahkan berkas kerja sama kepada Ketua Pengurus Yayasan Binterbusih, Paskalis Abner usai penandatanganan kerja sama.
DALAM sebuah ruang sederhana namun hangat di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/8), dua lembaga besar bertemu dalam satu tujuan yang sama yakni mencerdaskan generasi muda dari tanah Papua.
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, resmi menandatangani kerja sama dengan Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih).
Kerja sama ini tidak hanya formalitas di atas kertas, tetapi membawa harapan besar bagi putra-putri dari lima kampung: Nawaripi, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Koperapoka.
Dari anak-anak sekolah dasar hingga mahasiswa di perguruan tinggi, mereka kini mendapat perhatian lebih melalui program pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM).
“Pembinaan oleh Yayasan Binterbusih, dana-nya kita salurkan melalui Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit,” kata Ketua Pengurus YPMAK, Dr Leonardus Tumuka, putra asli Kampung Koperapoka.
Bagi Leo, penandatanganan ini bukan sekadar simbol. Ada perasaan emosional tersendiri, mengingat ia juga lahir dan tumbuh disalah satu kampung yang menjadi sasaran program.
“Kita perlu melakukan intervensi agar kualitas pendidikan lima kampung meningkat, karena hanya dengan pendidikan yang baik, kita bisa mengubah masa depan generasi,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Pengurus Yayasan Binterbusih, Paskalis Abner menyampaikan pihaknya sudah cukup lama mendampingi mahasiswa asal lima kampung penerima beasiswa YPMAK.
Baginya, kerja sama ini menjadi penguatan yang lebih kokoh dalam upaya membina generasi muda.
“Kerja sama ini mempertegas upaya YPMAK dan Yayasan Binterbusih dalam meningkatkan kualitas SDM peserta beasiswa di wilayah Jawa dan Bali,” ujarnya.
Di balik tanda tangan yang tergores di atas dokumen, tersimpan asa besar bagi anak-anak dari lima kampung di Mimika. Asa agar mereka tidak sekadar bermimpi, melainkan benar-benar menggapai masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Kerja sama ini adalah bukti bahwa keberpihakan pada pendidikan bagi putra-putri Papua tidak hanya slogan, tetapi langkah nyata. Jalan masih panjang, tantangan tetap ada, namun semangat untuk melahirkan generasi yang unggul kini semakin terang. (ots-2)