Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

“Kami akan Didik dan Latih Mereka dengan Hati”

Monday, 13 October 2025
Mahasiswa penerima beasiswa YPMAK yang kuliah di UKSW Salatiga foto bersama Tim Monev YPMAK, Kamis (28/8).

SORE itu suasana ruang pertemuan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dipenuhi wajah-wajah muda penuh harapan. 

Sebanyak 28 mahasiswa asal Mimika, Papua, penerima beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), berkumpul mendengarkan pesan motivasi dari tim monitoring dan evaluasi YPMAK.

Deputi Monitoring dan Evaluasi YPMAK, Fransiskus Xaverius Wanmang berdiri di hadapan mereka. Suaranya tegas, tapi sarat kehangatan. Ia mengingatkan betapa besar peluang yang mereka miliki dengan memperoleh beasiswa ini.

“Kuliah santai-santai segera perbaiki. Di Timika sudah banyak perubahan, jadi tingkatkan kemampuan diri agar selesai kuliah nanti, pulang dan bisa bersaing,” pesan Frans.

Pesan itu bukan sekadar formalitas. Frans tahu, perjalanan anak-anak Papua mengenyam bangku kuliah bukan perkara mudah. Banyak dari mereka harus berjuang meninggalkan keluarga, budaya, bahkan kampung halaman yang jauh di tanah Mimika untuk menempuh pendidikan di kota-kota studi yang berada di luar Papua.

Frans menegaskan, YPMAK kini hadir dengan komitmen baru. Mereka tidak hanya memberikan beasiswa secara administratif, tetapi juga mengawal perkembangan mahasiswa agar betul-betul berhasil menyelesaikan studi.

“Kami di sini mengingatkan dan memberikan motivasi untuk tetap semangat kuliah. Kurangi kegiatan yang tidak penting, fokus belajar agar bisa meraih gelar sarjana tepat waktu,” pesannya.

YPMAK bahkan sudah menetapkan standar yang harus dicapai mahasiswa penerima beasiswa, yaitu Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 2,75 sampai 3,00, dengan masa studi empat hingga lima tahun.

Selain itu, setiap aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam forum tersebut akan diteruskan kepada pimpinan yayasan untuk dibahas dan ditindaklanjuti. Sebuah bentuk keseriusan agar suara mahasiswa tidak sekadar berhenti di ruang pertemuan.

Di sisi lain, UKSW juga menunjukkan komitmennya. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian, Prof Yafet Yosafet Wilben Rissy menerima tim YPMAK dengan tangan terbuka. Ia menegaskan, kampus yang berdiri sejak 1956 ini siap menjadi rumah pendidikan yang ramah bagi anak-anak Papua.

“Kampus ini memiliki komitmen yang besar untuk mendidik anak-anak Mimika Papua. Kirim anak-anak lagi, kami akan didik dan latih mereka dengan hati,” ucap Prof Yafet.

Pernyataan itu disambut hangat para mahasiswa. Mereka merasa diterima sepenuhnya, jauh dari stigma atau diskriminasi yang kerap mereka khawatirkan.

“Kita punya komitmen besar mendampingi adik-adik kita sampai selesai kuliah,” ungkap Prof Yafet.

Bagi mahasiswa Papua di Salatiga, beasiswa bukan hanya soal uang kuliah atau biaya hidup. Lebih dari itu, beasiswa adalah tiket menuju masa depan yang lebih baik, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun tanah kelahiran.

Setiap mata kuliah yang mereka ikuti, setiap tugas yang diselesaikan, dan setiap IPK yang dipertahankan, semuanya adalah langkah kecil menuju mimpi besar: kembali ke Mimika sebagai generasi yang siap membangun.

Seperti yang disampaikan Frans, mereka bukan hanya mahasiswa biasa. Mereka adalah harapan bagi masyarakat Amungme dan Kamoro, serta lima kerabat suku di Mimika.

Kunjungan YPMAK ke UKSW itu bukan sekadar agenda rutin monitoring, melainkan sebuah pengingat bahwa di balik angka-angka IPK, ada harapan besar yang sedang dipertaruhkan. (ots-2)

123 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2025 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika