Pilih Bahasa :
Layanan kesehatan yang dilakukan oleh petugas Kampng Sehat di Aroanop. IST
PADA salah satu wilayah di hamparan pegunungan hijau Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, tepatnya di kampung Aroanop dan sekitarnya, kini merasakan denyut baru dalam pelayanan kesehatan.
Program Kampung Sehat yang dijalankan oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bukan sekadar menempatkan tenaga medis, tetapi juga menghadirkan harapan dan rasa dekat bagi warga di kampung-kampung terpencil.
Kepala Kampung Ainggogin, Toni Beanal, dengan wajah penuh syukur menceritakan bagaimana program ini menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
“Mereka melayani kami sangat baik. Mantri Phlipus, dia layani semua kampung di sini, mulai dari Kampung Ombani sampai kepala air Kampung Baluni,” ungkap Toni.
Perjalanan bukanlah hal mudah di Aroanop. Bentang alam berbukit, lembah, serta hutan membuat jarak antar-kampung memakan waktu dua hingga tiga jam. Namun hal itu tidak menyurutkan langkah para tenaga medis Program Kampung Sehat.
“Kalau ada warga yang membutuhkan pelayanan, pasti mereka datang,” ujar Toni.
Di Kampung Omponi, tokoh masyarakat Mozes mengakui betapa warga merasa terbantu. Baginya, dedikasi tim medis tidak hanya soal pengobatan, tetapi juga hal ketulusan.
“Mereka tiga ini sangat bagus, dimana ada warga yang sakit mereka pasti akan kunjungi,” ucapnya.
Mozes menambahkan, keseharian para petugas yang berbaur dengan masyarakat membuat mereka tidak lagi dipandang sebagai orang luar.
“Sehingga membuat masyarakat merasa menjadi bagian dari keluarga dan antusias menyambut mereka setiap kali memberikan pelayanan,” jelas Mozes.
Bagi Nagolek Jangkup, atau yang akrab disapa mama Nagolek, keberadaan tim kesehatan membawa nilai lebih. Tidak hanya memberikan obat atau pemeriksaan, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan.
“Mereka kerja bersama masyarakat bersihkan lingkungan kampung,” tuturnya dengan mata berbinar.
YPMAK sendiri secara rutin melakukan pemantauan. Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kesehatan YPMAK, Riana Wadibar menegaskan tujuan monitoring adalah memastikan program benar-benar bermanfaat.
“Mereka punya layanan kesehatan di sini bagus atau tidak, masyarakat merasa puas dengan layanan yang YPMAK hadirkan,” ungkapnya.
Riana menambahkan, pihaknya juga ingin melihat langsung dampak yang dirasakan masyarakat. Apakah kehadiran program Kampung Sehat betul-betul menyentuh kebutuhan dasar warga atau sekadar formalitas.
Sejak mulai berjalan pada awal Mei 2025, program Kampung Sehat YPMAK menempatkan tim medis di Kampung Ainggogin. Dari sana, mereka menjangkau kampung-kampung lain, seperti Ombani, Omponi, Anggigi, Jagamin, Wabera, hingga Kampung Baluni. Mitra pelaksana Program Kampung Sehat di dataran tinggi yaitu Yayasan Ekologi Papua.
Di tengah keterbatasan akses, masyarakat kini memiliki alasan untuk tersenyum. Bukan hanya karena obat-obatan atau layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, tetapi karena mereka merasa diperhatikan, ditemani, dan diberdayakan.
Kehadiran program Kampung Sehat menjadi bukti bahwa di pelosok pegunungan di wilayah Papua Tengah, pelayanan kesehatan bukan sekadar urusan medis–melainkan kisah kemanusiaan tentang kehadiran, kedekatan, dan pengabdian. (ots-2)