Pilih Bahasa :
Rumah yang dibangun oleh masyarakat yang pendanaannya berasal dari Program Kampung YPMAK tahun anggaran 2024. Rumah warna hijau di kampung Pronggo sedangkan rumah warna biru di Kampung Akar. Bawah : Feri Magai Uamang, Wakil Ketua Perencanaan Program.
PENGURUS Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menseriusi komitmen dalam memberdayakan masyarakat di kampung.
Salah satu program yang sudah dilakukan adalah program kampung. Program ini merupakan inisiatif dari YPMAK bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung-kampung wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melalui berbagai program pemberdayaan.
Secara khusus, tujuan Program Kampung YPMAK, adalah mendorong pengembangan ekonomi masyarakat kampung melalui program yang disesuaikan dengan potensi lokal dan kebutuhan warga. Serta bisa meningkatkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya pembangunan kampung.
Dari tujuan tersebut, YPMAK berharap program yang dilakukan itu berkelanjutan tidak hanya sementara. Hal ini karena, program yang dikerjaan masih sementara, seperti pembersihan kampung, pengecatan pagar, dan lainnya.
“Misalnya kegiatan yang dilaksanakan adalah pembersihan kampung dilakukan sekarang. Namun disaat tim monitoring dan evaluasi (monev) turun pada 2-3 bulan, maka yang terlihat adalah rumput yang tumbuh. Sehingga tidak nampak perkembangan atau pelaksanaan program kampung tersebut,” kata Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program YPMAK, Feri Magai Uamang.
Karenanya, YPMAK berharap dalam pelaksanaan kegiatan program kampung, masyarakat melalui kelompok kerja (pokja) bisa melihat potensi-potensi yang ada. Misalnya di wilayah gunung bisa dikembangkan tanaman kopi. Apalagi kopi Papua sangat terkenal di seluruh Indonesia bahkan dunia.
Oleh sebab itu, anggaran yang diberikan bisa dipergunakan untuk hal tersebut. Dan kalau memungkinkan, YPMAK juga berharap dengan dana itu masyarakat kampung bisa bergerak di usaha-usaha yang lain, seperti ternak atau jualan. Sehingga memang benar-benar memberdayakan.
“Apalagi kegiatan yang dilaksanakan bisa berkolaborasi dengan program pemerintah, seperti dengan Dinas Koperasi maupun lainnya. Nah, kalau itu terjadi maka program yang dijalankan bisa berkelanjutan dan sifatnya tidak sementara atau langsung habis,” tuturnya. (ots-1)