Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Melirik Irma Siep yang Jatuh Cinta pada Sepak Bola

Wednesday, 03 September 2025

LAPANGAN bola kaki biasanya identik dengan sorak-sorai para lelaki. Namun, di antara teriakan instruksi dan dentuman bola yang menghantam gawang, ada sosok perempuan yang lincah mengatur ritme permainan.

Namanya Irma Siep. Perempuan kelahiran Timika 3 Januari 1987 ini punya hobi yang terbilang tak biasa bagi kebanyakan wanita—bola kaki.

Hobi itu bukan sekadar iseng. Irma mulai menekuninya sejak duduk di bangku SMA, lalu serius menggelutinya saat kuliah di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP). “Saya hobi bola kaki sejak SMA dan lebih ditekuni saat kuliah. Di kuliah banyak piala yang didapatkan,” ujarnya.

Dari kecintaannya pada bola kaki, sederet prestasi pun diraih. Mulai dari Juara 1 Futsal Women Competition 2009 Yogyakarta, Juara 1 Futsal Universitas 2010 Yogyakarta, Juara 1 Futsal Putri 2011 Yogyakarta, hingga Juara 1 Piala Galanita Timika tahun 2017 dan 2022. Tak hanya itu, Irma juga memborong gelar Juara 1 Futsal Bakors Lowland dari 2015 hingga 2019, lengkap dengan predikat top score.

Dari situlah Irma mulai terlibat dalam kegiatan sepak bola di kampus dan bahkan membentuk Tim Putri SALLY FC, sebuah komunitas bola kaki khusus perempuan. Saat kembali ke Timika, SALLY FC tetap eksis dan terus mengoleksi prestasi, termasuk juara turnamen Galanita tahun 2022.

Perjalanan karier bolanya semakin berwarna ketika Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengikutsertakan dirinya dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII NTB 2025. Kali ini, bukan sepak bola konvensional atau futsal, melainkan cabang olahraga walking football—sepak bola versi jalan kaki yang tergabung dalam Perkumpulan Sepak Bola Berjalan Seluruh Indonesia (Persejasi). “Untuk ikut Persejasi sendiri sudah kami awali sejak 2024 lalu. Dan di 2025 ini diikutsertakan di Fornas,” jelasnya.

Walking football, menurut Irma, punya tantangan tersendiri. Aturannya unik; pemain harus berjalan, bukan berlari. Bola out tidak ditendang, melainkan dilempar dengan tangan sambil menunduk, dan tidak boleh menendang bola dalam area kiper. Tidak ada kontak fisik, tendangan bebas tak langsung, serta batasan tinggi bola. Tim beranggotakan 5-6 orang, tak ada aturan offside, dan pertandingan berlangsung 20 menit per babak. “Terkait tantangan antara bola kaki prestasi dan Persejasi sendiri adalah, lebih berat yang prestasi,” ungkapnya.

Meski aturan ketat membatasi gerak, semangat juang Irma tak berkurang. Hasilnya, di FORNAS VIII NTB 2025, Tim Persejasi Provinsi Papua Tengah (PPT) sukses memboyong 2 emas dan 2 perak. “Hasil dari Fornas VIII NTB 2025 kemarin, Tim Persejasi PPT siap ukir sejarah di Asia Pasifik,” tegasnya penuh optimisme.

Di balik pekerjaan resminya sebagai Staf Humas YPMAK, Irma membuktikan bahwa perempuan bisa bersinar di arena olahraga yang identik dengan kaum pria. Dengan bola di kaki dan semangat di dada, ia terus berlari—atau dalam hal ini, berjalan menuju prestasi berikutnya. (ots-1)

307 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika