Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Kolaborasi Jadi Kunci Berdayakan Masyarakat Papua

Wednesday, 03 September 2025
Ketua Pengurus YPMAK Dr Leonardus Tumuka saat tampil dalam forum bertajuk “Kolaborasi untuk Inklusi Ekonomi” di Jakarta, Kamis (7/8).

DALAM sebuah forum Pekan Filantropi, Filantropi  Indonesia Festival (FIFest) 2025 bertajuk “Kolaborasi untuk Inklusi Ekonomi” yang digelar di Jakarta, Kamis (7/8), Dr Leonardus Tumuka duduk dengan mantap. Ketua Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) ini membawa suara dari ujung timur Nusantara. Tepatnya dari Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. 

Bagi Leo, pemberdayaan bukan sekadar program. Itu adalah komitmen jangka panjang. Tapi ada satu hal yang ia yakini sebagai kunci, yakni kolaborasi.

“Kami memang butuh pola baru, dan kelihatannya sulit kalau tidak berkolaborasi,” ungkap Leo dengan nada serius namun hangat.

Leo tidak asal bicara. Ia tahu betul medan yang dihadapi YPMAK dalam menjalankan tiga program prioritas yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ketiga program itu ibarat kaki-kaki penyangga perubahan. Tanpa dukungan dari pemerintah dan pemangku kepentingan, semua itu tak akan mampu berdiri tegak.

Sebagai contoh, Leo mengisahkan tantangan di bidang pendidikan. YPMAK sudah menyiapkan beasiswa, tetapi itu saja tidak cukup. Mereka menghadapi realitas sosial di mana minat anak-anak untuk sekolah belum terbentuk.

“Tahun-tahun awal itu, uang ada, tetapi tidak ada adik-adik yang tertarik untuk sekolah. Kami mulai dorong, dan dampaknya besar sekali,” kenangnya.

Dengan kerja keras dan pendekatan yang menyentuh akar budaya, YPMAK perlahan mulai mengubah keadaan. Leo menyebut, lembaga yang kini dipimpinnya ini telah menyalurkan ribuan beasiswa kepada masyarakat Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan di Mimika (Dani, Damal, Moni, Mee, dan Nduga). Capaian itu bukan kerja satu pihak.  “Yayasan sudah bekerja sama dengan 35 mitra di bidang pendidikan,” ungkapnya.

Pada bidang kesehatan, Leo menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Pendidikan tentang kesehatan, menurutnya, harus dimulai dari rumah dan kampung.

“Para pihak yang menjalankan program harus membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan harus dimulai dari kebiasaan di rumah dan di kampung, bukan hanya mengandalkan obat dari rumah sakit dan puskesmas.”

Leo tidak menampik bahwa dana YPMAK cukup besar. Tapi itu bukan jaminan keberhasilan jika tidak dibarengi dukungan pemerintah daerah.

“Banyak hal yang kami coba untuk lakukan, salah satunya membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah. Karena meskipun anggarannya cukup banyak, kalau tidak ada upaya melalui pemerintah, kami kesulitan nanti,” ucapnya.

Di balik setiap pernyataan Leo, ada semangat besar untuk membangun Papua dari dalam. Leo tidak melihat kolaborasi hanya sebagai strategi, tetapi sebagai cara hidup dan cara berpikir bersama demi satu tujuan yaknj membangun generasi baru Mimika yang sehat, cerdas, dan mandiri. (ots-2)

221 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2026 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika