Pilih Bahasa :
Jhon Rettob, Bupati Mimika
SEBUAH kabar baik datang bagi para orang tua dan generasi muda yang mendiami Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro. Pemerintah Kabupaten Mimika bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), resmi menghadirkan sekolah menengah atas (SMA) gratis bagi anak-anak Mimika.
Sekolah yang diberi nama SMA Transformasi Nusantara ini bukan sekolah biasa. Menggunakan kurikulum nasional plus, sekolah ini didesain sebagai lembaga pendidikan berkarakter dengan pendekatan menyeluruh terhadap siswa.
Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan langsung kabar ini saat ditemui di Timika, Selasa, 5 Agustus 2025. Ia mengatakan, SMA Transformasi Nusantara untuk sementara berlokasi di kompleks Multi Purpose Community Center (MPCC), Jalan Hadelisari, Kelurahan Kwamki, Timika.
“Sistemnya adalah sekolah berkarakter, sekolahnya pagi sampai sore, kemudian dia makan semua di sekolah dan semuanya gratis,” ujar John Rettob.
Lebih dari sekadar bebas biaya, sekolah ini menawarkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal–baik secara akademik, sosial, maupun emosional. Setiap siswa akan mendapatkan makanan, fasilitas belajar, serta pengasuhan nilai-nilai karakter yang kuat.
Meski terbuka untuk semua anak Mimika, calon siswa tetap harus mengikuti proses seleksi ketat agar kualitas pendidikan tetap terjaga. “Sekolah ini untuk seluruh putra-putri Mimika yang telah lulus mengikuti seleksi penerimaan di sekolah tersebut,” jelas Bupati Rettob.
Yang membuat inisiatif ini lebih istimewa adalah seluruh pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah daerah. “Semua pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah,” tegasnya.
Tak berhenti sampai di situ, Bupati Rettob pun memiliki visi lebih jauh. Ia ingin SMA Transformasi Nusantara berkembang menjadi Sekolah Garuda, selaras dengan program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Saya mau mengarahkan sekolah ini nantinya menjadi Sekolah Garuda yang diharapkan oleh Presiden,” ujarnya.
Langkah Pemkab Mimika ini tak hanya menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan yayasan lokal, tetapi juga bentuk nyata dari keberpihakan terhadap pendidikan berkualitas yang inklusif. Di balik dinding sekolah ini, harapan-harapan baru mulai tumbuh–membentuk masa depan cerah untuk anak-anak Mimika. (ots-2)