Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Menjemput Asa di Tanah Rantau, Kunjungan Penuh Makna ke Asrama Pelajar Amor di Semarang

Monday, 01 September 2025
Pembina, Pengawas dan Pengurus YPMAK ketika mengunjungi pesrta beasiswadi Asrama Amor Semarang.

PADA suatu siang yang hangat di kota Semarang, Jawa Tengah, aroma nostalgia dan harapan berpadu dalam suasana harus ketika rombongan organ Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menjejakkan kaki di asrama pelajar Amungme-Kamoro (Amor).

Ini bukan sekadar kunjungan formal. Kedatangan para pembina, pengawas, dan pengurus YPMAK pada Senin 28 Juli 2025 itu menjadi momen penuh makna yang mempertemukan masa lalu dan masa depan di satu ruangan, namun sarat cerita besar.

Kunjungan ini dilakukan di sela rapat pembina YPMAK, tidak semata untuk meninjau fasilitas, tetapi juga untuk bertemu langsung para pelajar yang tengah mengemban amanah besar sebagai penerima program beasiswa.

Ketua Pembina YPMAK, Engel Enoch, membuka diskusi dengan mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan mendalam kepada Yayasan Binterbusih, lembaga yang selama 28 tahun telah menjadi mitra YPMAK dalam pengelolaan beasiswa.

Bagi Engel, Binterbusih bukan sekadar mitra, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya sendiri.

“Yayasan Binterbusih banyak menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, termasuk saya dan juga sejumlah anggota pembina YPMAK. Kami pernah mendapatkan dukungan dan bantuan melalui Binterbusih. Ini menunjukkan Yayasan Binterbusih benar berjuang memajukan anak Papua,” kenangnya.

Engel yang kini duduk sebagai pemimpin di lembaga pengelola dana kemitraan tersebut, tidak lupa menitipkan pesan penuh arti kepada para pelajar di hadapannya.

“Manfaatkan beasiswa dengan baik, karena tidak semua anak Pa­pua mendapat kesempatan. Jangan sia-siakan. Tanamkan disiplin belajar agar bermanfaat bagi masa depan.”

Satu persatu para tokoh yang tergabung dalam pembina YPMAK turut menyampaikan nasihat. Suara mereka membawa gema dari pegunungan dan pesisir Papua—dari rumah-rumah yang telah melepaskan anak-anak mereka menyeberang lautan demi harapan.

Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa), Jhon Stingal Beanal, berbicara tegas namun hangat.  “Adik-adik pelajar datang tujuannya belajar, demi masa depan. Mewakili orang tua, kami berharap kalian datang jauh-jauh dari Papua untuk belajar, bukan rekreasi,” tegasnya.

Sementara Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko), Gregorius Okoare mengingatkan dengan bahasa hati. Ia membayangkan para ibu dan ayah di Mimika yang melepas anak-anak mereka dengan linangan air mata, berharap suatu hari mereka kembali membawa cahaya perubahan.

“Orang tua dan keluarga mengantar dan melepaskan di bandara Timika dengan tangisan dan air mata. Harapannya, anak harus punya masa depan lebih baik, maka belajarlah tekun untuk menggapai cita-cita.”

Gery pun kembali berpesan, “Sekolah yang baik untuk masa depan. Orang tua di Timika berharap kalian sukses, miliki masa depan yang ce­rah, mampu membangun daerah.”

Dari sisi pengawasan, Yohanes Kibak menyampaikan kebanggaan yang khas dari seorang ayah yang melihat anak-anaknya tumbuh.

“Sebagai orang tua, senang dan bangga bertemu para pelajar yang adalah generasi penerus. Saya pesan, ilmu yang sudah didapat jangan sia-siakan. Ini kesempatan emas untuk masa depan kalian.”

Pada akhir kunjungan, Ketua Pengurus YPMAK, Dr Leonardus Tumuka memberikan suntikan semangat yang begitu kuat. Dengan suara yang mantap, Leo mengajak para pelajar mengingat kembali tujuan awal mere­ka menempuh perjalanan ini.

“Kesempatan tidak akan terulang. Usia terus bertambah. Manusia lahir hanya satu kali, maka kesempatan yang didapat juga sekali.”

“Kalian sudah di Semarang. Pantang pulang sebelum berhasil. Jauh meninggalkan rumah, menyeberangi gunung dan lautan. Terus semangat, berjuang keras demi masa depan kalian,” pesan Leo.

Pesan yang sederhana namun mendalam. Di tengah kota Semarang yang hiruk pikuk, sekelompok anak muda dari tanah Mimika-Papua, tengah menenun masa depan mereka. Dan hari itu, mereka tak merasa sendiri. 

Sebab hadirnya para tokoh YPMAK adalah pengingat bahwa keluarga besar di Papua, lembaga, dan adat, semua sedang berdiri di belakang mereka. (ots-1)

782 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2025 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika