Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Asa 16 Putra-Putri Amor Menembus Gerbang Pendidikan Kedinasan

Monday, 01 September 2025
16 putra-putri Amor foto bersama dengan organ YPMAK di sela-sela bimbel sekolah kedinasan di Bandung.

LANGIT kota Bandung tampak bersahabat siang itu. Di sebuah gedung pelatihan yang terletak di kawasan kota, sebanyak 16 pemuda dan pemudi dari Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro- Papua, duduk tekun, mencatat dan menyimak materi yang dipaparkan para pengajar dari Fokus Bintang Kedinasan Nusantara (FKBD).

Mereka datang dari jauh–anak-anak dari suku Amungme dan Kamoro–dengan satu tujuan yakni menembus ketatnya seleksi masuk ger­bang sekolah kedinasan di Indonesia.

Sudah satu bulan lebih mereka mengikuti bimbingan belajar (bimbel) intensif yang difasilitasi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Lembaga pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia ini membuka jalan baru bagi generasi muda Amor (Amungme-Kamoro), menjawab tantangan nyata yang selama ini membayangi yakni sulitnya menembus rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akibat kurangnya persiapan kompetitif.

Ketua Pengurus YPMAK, Dr Leonardus Tumuka, yang hadir bersama organ pembina, pengawas, dan pengurus YPMAK, meninjau langsung proses bimbel di Bandung, menyampaikan optimismenya.

“Puji Tuhan, dari 16 orang, 14 orang lulus tes tahap awal yaitu tes administrasi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan 2 lainnya lulus tes awal di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun serta Politeknik Teknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya. Kami berharap adik-adik ini lulus pada tahapan tes selanjutnya, sampai terpilih menjadi mahasiswa,” ujarnya.

Leo menyebut materi yang diberikan dalam bimbel cukup padat, antara lain teori dan latihan tes, tes intelegensi umum, wawasan kebangsaan, kepribadian, hingga kesamaptaan jasmani.

Bagi Leo dan organ YPMAK, program ini bukan hanya soal lulus seleksi. Ini tentang menghadirkan harapan baru—sebuah ikhtiar untuk membalikkan ketimpangan lama yang kerap menyisihkan anak-anak Papua dari percaturan nasional, terutama dalam perekrutan CPNS.

“Ini menjadi trial, puji Tuhan, jika ada adik-adik kami lolos hingga resmi menjadi mahasiswa sekolah kedinasan,” ucapnya.

Jika program ini belum maksimal, pihaknya akan melakukan perbaikan pada tahun depan. “Bimbel merupakan upaya kami menyiapkan adik-adik ketika menghadapi ujian. Harapan kami, mereka mampu menata dan melaksanakan tugas pekerjaannya, termasuk mendorong perubahan sosial masyarakat di Mimika,” jelasnya.

Di sela-sela aktivitas belajar, semangat para peserta begitu terasa. Banyak dari mereka adalah lulusan SMA yang sebelumnya tidak memiliki gambaran pasti tentang masa depan. Kini, mereka menjalani rutinitas harian deng­an disiplin baru: bangun pagi, belajar, olahraga, dan latihan soal.

Beberapa mengaku baru kali ini merasakan intensitas belajar seperti ini. Namun semuanya sepakat bahwa ke­sem­patan ini tidak boleh disia-siakan.

YPMAK sendiri di bawah kepengurusan baru yang aktif sejak awal 2025, terus menggulirkan terobosan strate­gis. Fokus utama mereka tetap pada pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan sosial budaya. 

Program bimbingan sekolah kedinasan ini hanyalah salah satu dari upaya serius membangun sumber daya manusia Papua yang tangguh dan berdaya saing nasio­nal.

Di ruang belajar FKBD, seberkas cahaya masuk melalui celah jendela, menerangi wajah-wajah muda penuh harapan. Tak ada yang tahu siapa yang kelak akan benar-benar lolos dan duduk di bangku sekolah kedinasan. 

Namun satu hal pasti bahwa mere­ka sedang berge­rak maju, melangkah, dan menyiapkan diri menjadi bagian dari solusi masa depan Papua. (ots-1)

151 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2025 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika