Pilih Bahasa :
YAYASAN Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terus berkomitmen dalam meningkatkan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika.
Peningkatan fasilitas kesehatan di RSMM sendiri sebagai bentuk nyata dari YPMAK dalam memenuhi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Dimana pelaksanaan pekerjaan tersebut sudah dilakukan sejak awal Juni 2025.
Adapun fasilitas kesehatan yang kini sedang direnovasi yakni Bangsal Anna (ruangan ibu bersalin), Bangsal Antonius (ruangan perawatan anak), Bangsal Theresia (ruangan penanganan penyakit dalam), Bangsal Lukas (ruangan penanganan penyakit bedah), dan ICU.
Dalam pelaksanaan peningkatan fasilitas kesehatan di RSMM, YPMAK menggandeng CV Aborigin (untuk rehabilitasi bangsal Theresia), CV Inamon Nale Antobar (untuk rehabilitasi bangsal Anna), CV Mokho Jaya (untuk rehabilitasi bangsal Anthonius), CV Stamper Jaya Papua (untuk rehabilitasi bangsal ICU), Cahaya Dwi Putra Papua (pekerjaan listrik di RSMM), PT Oci Indomed (wireless nurse call), dan PT Berkat Farrel Femiio (pekerjaan gas medis).
“Saat ini pekerjaan sudah mencapai 30 persen, diharapkan akhir Agustus 2025 nanti kegiatan sudah selesai,” ucap Kepala Bagian Sarana Prasana RSMM, Aries Rianarto, Jumat (20/6).
Ia menjelaskan, untuk peningkatan fasilitas kesehatan di RSMM ini guna memenuhi 12 standar yang harus dipenuhi oleh rumah sakit. Ini juga sebagai ketentuan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Standar-standar itu seperti material bangunan (tembok) tidak boleh berpori, satu ruangan kapasitasnya 4 tempat tidur (selama ini ruangan di RSMM memiliki 5-6 tempat tidur pasien), suhu ruangan harus standar 25 derajat celcius.
Kemudian harus dilengkapi dengan sentral oksigen. Selain itu ada call nurse (pemanggil untuk perawat). Setiap ruangan atau kamar penanganan pasien terdapat kamar mandi yang bisa diakses oleh pasien disabilitas. Standar-standar itu yang saat ini dilakukan pekerjaan. “Apabila ini tidak bisa dipenuhi, maka RSMM tidak bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” terang Aries.
Dengan peningkatan kapasitas kesehatan sesuai standar KRIS, maka untuk sumber daya di RSMM seperti listrik masih mampu, karena memiliki kapasitas 550 KVA. Instalasi kabel sudah ada sejak tahun 1999, dan pihaknya sudah mengusulkan agar ditambahkan, dengan menarik kabel dari travo ke setiap ruangan.
Berikut untuk oksigen, RSMM memiliki mesin pemenuh kebutuhan oksigen sendiri, walaupun kapasitasnya masih kurang. Karena rata-rata kebutuhan satu hari bisa mencapai 25 tabung. Untuk mengatasi hal ini harus membeli dari luar. “Karenanya ada kerja sama dengan Freeport untuk pengangkutan, karena harus beli dari Surabaya,” ungkap Aries. (ots-1/ots-2)