Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa :

Menggerakkan Ekonomi dari Akar Rumput

Wednesday, 09 July 2025
Sekretaris Pengurus YPMAK, Kristianus Ukago dan Ketua Pengurus, Dr. Leonardus Tumuka saat mengikuti pengambilan video dialog interaktif yang ditayangkan di TVRI Papua.

BENTANG alam yang megah dan kekayaan alam yang tak ternilai di Kabupaten Mimika, terhampar pula tantangan ekonomi yang kompleks. Namun di sini pula harapan ditanam. Salah satu penggerak utama perubahan itu adalah Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif dengan Stasiun TVRI, Ketua Pengurus YPMAK, Dr Leonardus Tumuka, membagikan visi besar lembaga yang dipimpinnya. Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah alokasi anggaran yang signifikan untuk sektor ekonomi masyarakat.

“Di sektor ekonomi kita anggarkan 90 miliar untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat. Tentu dari pola-pola lama yang selama ini kita jalani, kita mau ada upaya transformasi dari waktu ke waktu disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan kehidupan masyarakat,” papar Leo.

Transformasi yang dimaksud bukan sekadar perubahan dalam strategi program, tetapi juga pendekatan baru yang lebih adaptif dan kolaboratif. YPMAK telah memiliki jeja­ring yang luas dan akses komunikasi yang kuat. Ini menjadi peluang strate­gis untuk mendorong promosi dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Lebih jauh, Leo menggarisbawahi pentingnya kemitraan yang sejati dalam membangun ekonomi masyarakat. Bukan hanya kemitraan internal, tetapi sinergi luas lintas institusi.

“Ke depan kita mau ada kolaborasi yang benar-benar terbangun antara YPMAK, pemerintah daerah, PT Freeport Indonesia, dan stakeholder lain termasuk masyarakat dan gereja. Hal ini kita lakukan sehingga benar-benar bisa menyentuh apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.

Dengan kemampuan jejaring dan komunikasi yang baik, YPMAK membuka peluang tidak hanya untuk memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga menjajaki pasar ekspor.

“Kami sangat terbuka untuk itu, dengan semua pengalaman yang kita punya, dari waktu ke waktu, untuk bagaimana melakukan pola baru pengembangan sektor ekonomi,” ujarnya.

Beberapa komoditas yang mulai dikembangkan antara lain kopi dari dataran tinggi, serta perikanan dan perkebunan di dataran rendah. Namun, untuk menggali lebih dalam potensi ini, YPMAK menilai perlunya riset yang lebih intensif.

“Memang kita perlu melakukan proses penelitian yang lebih mendalam lagi untuk melihat potensi ekonomi yang ada, baik di dataran tinggi maupun rendah.”

Ketika ditanya tentang kondisi keamanan wilayah layanan YPMAK, Leo memberikan penegasan penting. “Kita bisa pastikan bahwa wilayah yang kita layani adalah wilayah yang aman,” ucapnya.

Dengan adanya komunikasi yang intensif dan informasi yang  dibangun juga baik, lanjut Leo, “Pola kita adalah dengan komunikasi langsung dengan masyarakat, melibatkan se­mua tokoh, sehingga ketika masuk tidak ada konflik antara sesama warga.”

Bagi YPMAK, keamanan bukan semata tugas aparat, melainkan bagian dari pendekatan kultural dan sosial yang melibatkan semua elemen masyarakat.

Ketika menyentuh soal siapa yang sesungguhnya menjadi motor ekonomi lokal, Leo menyebut peran besar perempuan Papua.

“Memang sektor ekonomi rata-rata digeluti mama-mama kita di kampung-kampung, karena mau tidak mau segala sesuatu mereka lakukan sendiri. Seperti berkebun lalu menjual hasilnya, dan itu bukan hanya di kota tetapi di kampung juga begitu. Rata-rata digeluti oleh mama-mama kita, kecuali nelayan,” ungkap Leo.

Pandangan ini memperlihatkan bagaimana YPMAK menempatkan peran perempuan sebagai pilar utama dalam perekonomian komunitas.

Dalam menjalankan programnya, YPMAK menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Mulai dari lembaga keagamaan, masyarakat langsung, hingga perbankan.

“Kita punya mitra dengan gereja, kita punya mitra-mitra terkait di masyarakat langsung. Rata-rata yang mendukung kita dalam penyaluran distribusi anggaran dari bank juga, BRI kita kerjasamakan, kemudian kita juga sedang menya­sar beberapa bank lain,” jelasnya.

Menariknya, YPMAK tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga melakukan edukasi kepada masyarakat dalam hal pengelolaan dan pelaporan anggaran.

“Memang ini tidak mudah, butuh waktu, butuh proses yang panjang. Tetapi dengan adanya pola-pola yang kita lakukan, masyarakat kemudian belajar bagaimana mempertanggungjawabkan alokasi anggaran yang berasal dari kami,” terang Leo.

YPMAK kini sedang menjajaki mitra-mitra baru yang lebih mampu membantu dalam pengembangan sektor-sektor unggulan. Tujuannya satu; mendongkrak taraf hidup masyarakat Amungme dan Kamoro serta lima kerabat suku di Mimika dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. (ots-2)

679 Pembaca
Bagikan ke Sosial Media


Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id
Copyright © 2025 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika