Pilih Bahasa :
SOSOK penuh semangat dan dedikasi ini kini dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) periode 2024–2029. Namanya Feri Magai Uamang, pria kelahiran 17 November 1988, yang perjalanan hidup dan pendidikannya penuh tantangan namun sarat makna.
Feri terpilih sebagai Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program setelah mengikuti seleksi pengurus yang digelar pembina YPMAK bekerja sama dengan PT Ara Indonesia sebagai konsultan rekrutmen.
Perjalanan hidupnya bermula dari Kampung Momontoga, Distrik Hoeya, Kabupaten Mimika. Meski lahir di sana, masa kecilnya lebih banyak dihabiskan di Kampung Momogin, Distrik Jila, mengikuti orang tuanya yang berprofesi pendeta.
Tahun 1993 menjadi awal mula pendidikan formalnya di SD Inpres Jila, hingga akhirnya lulus pada 1999. Namun, perjalanannya menuju jenjang pendidikan berikutnya tak semudah anak-anak lainnya.
“Setelah lulus SD, saya tidak langsung melanjutkan ke SMP. Hal ini disebabkan akses transportasi sangat sulit dan untuk melanjutkan ke jenjang SMP harus ke luar distrik. Ditambah lagi saya masih kecil, sehingga orang tua masih takut melepas sendiri,” tuturnya.
Tahun 2000, Feri akhirnya melanjutkan pendidikan ke SMP Advent di Jalan C Heatubun, Timika, dan lulus tahun 2003. Berkat seleksi beasiswa dari Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), Feri melanjutkan pendidikan ke SMA Advent Tongpaso, Manado, Sulawesi Utara, dan lulus pada 2006.
Setelah itu, Feri kembali berhasil meraih beasiswa untuk kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, mengambil jurusan Ekonomi Manajemen dengan fokus pada Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).
Feri lulus S1 pada 2010 dan langsung melanjutkan studi S2 di Universitas Merdeka Malang, memperdalam bidang yang sama hingga diwisuda pada 2014.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Feri pulang ke Timika dan menerima Surat Keputusan dari Bupati Mimika Eltinus Omaleng (kini mantan) sebagai tenaga honorer di Bidang Meteorologi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Selama empat tahun ia mengabdi di Disperindag, sebelum akhirnya pada 2018 bergabung dengan YPMAK sebagai Kepala Divisi Humas.
Dan tahun kemudian Feri dipercaya mengemban posisi baru sebagai Kepala Divisi Pendidikan selama dua tahun berikutnya, hingga 2024.
Ketika seleksi pengurus baru YPMAK periode 2024–2029 dibuka, Feri mendaftarkan diri untuk posisi Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program.
“Puji Tuhan saya terpilih sebagai pengurus YPMAK (Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program) periode 2024–2029. Dimana bidang itu membawahi divisi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ujarnya.
Bagi Feri, posisi ini bukan hanya jabatan, melainkan panggilan untuk memberi kembali kepada masyarakat yang telah mendukung pendidikannya.
Feri menyadari betul pentingnya peran bidang yang kini ia pimpin dalam membentuk masa depan masyarakat Amungme, Kamoro, dan lima suku kerabat lainnya.
“Dengan pengetahuan yang dimiliki, saya ingin berkontribusi langsung kepada masyarakat, baik Suku Amungme dan Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya melalui tiga program besar yang ada di YPMAK,” tegasnya.
Feri memulai dengan pendidikan, sektor yang sangat ia pedulikan. Ia menyadari kondisi geografis Mimika—yang terdiri dari pegunungan dan wilayah pesisir—membuat akses dan kualitas pendidikan sangat terbatas.
“Jadi saya punya beban moril untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat saya,” ujarnya.
Pada bidang kesehatan, Feri melihat masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya hidup sehat, terutama di daerah terpencil.
Begitu juga dengan sektor ekonomi, Feri melihat masyarakat masih bersifat konsumtif dan kurang memiliki strategi jangka panjang dalam memanfaatkan potensi sumber daya. Pemahaman ini belum ada, sehingga perlu edukasi dan pendampingan menjadi kunci utama.
“Saya melalui YPMAK ingin menjadi solusi dengan wewenang yang ada. Pastinya untuk merencanakan kerja sama dengan berbagai pihak, baik akademisi, konsultan, dan orang-orang yang sukses dalam usaha untuk dilibatkan menolong masyarakat, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan potensi usaha,” ucapnya.
Feri berharap, dalam lima hingga 10 tahun kedepan akan lahir pengusaha-pengusaha Amungme dan Kamoro yang sukses, hasil binaan program-program YPMAK.
“Kalau itu terjadi, maka target kami sebagai pengurus bisa tercapai. Dalam arti, selama kepengurusan saya dan rekan-rekan lainnya membawa perubahan yang signifikan dan dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (ots-1/humas)