Pilih Bahasa :
PROGRAM 85 guru kontrak yang dijalankan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Mimika mendapat sorotan positif dari Tim Penilai CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award 2025.
Apresiasi itu disampaikan usai tim yang terdiri dari dewan juri dan panitia penyelenggara melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah binaan Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Tillemans Timika di Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika.
Lokasi-lokasi kunjungan tim penilai meliputi SD YPPK Tillemans Mware, SD YPPK Santo Yosep Tipuka, SD YPPK Santo Rafael Kaugupa, serta TK YPPK Terang Kristus Kaugapu. Di sekolah-sekolah ini, mereka menyaksikan langsung kehadiran dan peran guru kontrak dalam mendukung aktivitas belajar mengajar.
Kordinator Fasilitas Pembangunan Sarana dan Prasarana Ekonomi dan Sosial Budaya Ditjen PDP Kemendes PDTT, Sari Arta Uli Aritonang menyebut program ini memiliki dampak sangat besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di Mimika. “Manfaat dari program ini sangat bagus. Program ini menjawab hal yang paling prinsip terkait dengan pelayanan sosial dasar masyarakat terutama masalah pendidikan,” ujarnya.
Sari juga menyoroti tantangan yang dihadapi para guru, serta strategi-strategi yang mereka terapkan untuk meningkatkan minat anak dan dukungan orang tua dalam menyukseskan pendidikan. Ia berharap YPMAK ke depan bersama mitra dapat mengembangkan pelatihan-pelatihan bagi para guru kontrak agar pengelolaan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SD bisa semakin baik.
“Karena dilakukan sejak dini, akan memberikan dampak yang besar kepada mereka nanti untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat sekolah pertama dan sekolah menengah atas. Kita berterima kasih kepada YPMAK dan Keuskupan Timika yang memberikan kontribusi yang sangat besar mendukung pendidikan di Mimika ini,” kata Sari.
Apresiasi juga datang dari Sekretaris Jenderal Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF), Nurul Iman, yang menilai pendekatan pendidikan oleh YPMAK sangat unik. “Ini yang paling unik, untuk bersekolah harus ada intervensi yang membuat anak-anak mau bersekolah dan itu baru saya temukan di sini. Sekian banyak kami berkeliling di Indonesia, baru kami temukan di sini bahwa guru yang harus menghampiri siswa dan mengajak mereka untuk bersekolah,” ujarnya.
Nurul menegaskan pentingnya pendidikan sebagai bagian fundamental dalam kehidupan. Ia memuji pendekatan YPMAK yang menyentuh pendidikan dari jenjang paling dasar. “Dan itu sudah dilakukan oleh YPMAK, bukan cuma SD tetapi dibina mulai dari PAUD dan TK. Mudah-mudahan dari tingkat pendidikan awal lama-lama menjadi jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari SD sampai dengan SMA,” kata Nurul.
Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Pemantauan dan Evaluasi Program, Hendhaotje Watory menyampaikan kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari presentasi program-program YPMAK di Jakarta pada 24 Mei 2025.
“Kunjungan dari tim penilai ini, mereka ingin melihat langsung di lapangan, apa benar seperti yang dipresentasikan di hadapan mereka waktu di Jakarta,” ujar Watory. (ots-1/ots-2)