Pilih Bahasa :
CAPAIAN membanggakan kembali diraih Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dalam ajang bergengsi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award 2025.
Lembaga pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia ini berhasil menyabet dua penghargaan emas tingkat nasional untuk program unggulan dan satu penghargaan excellent untuk kategori kepemimpinan.
Pengumuman hasil penjurian dilakukan langsung oleh dewan juri nasional di Kantor YPMAK, Jalan Yos Sudarso, Timika, Jumat (13/6). Momentum tersebut menjadi simbol pengakuan atas dedikasi YPMAK dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika.
Dua program YPMAK yang meraih kategori emas yakni Program Peningkatan Mutu Pendidikan melalui 85 Guru Kontrak serta Program Kampung Sehat. Keberhasilan ini diraih setelah melewati proses verifikasi lapangan oleh dewan juri nasional.
Verifikasi pertama dilakukan Rabu (11/6) dengan kunjungan ke beberapa sekolah mitra di Distrik Mimika Timur seperti SD YPPK Tillemans Mware, SD YPPK Santo Yosep Tipuka, SD YPPK Santo Rafael Kaugupa, dan TK YPPK Terang Kristus Kaugapu. Hari berikutnya juri kembali melanjutkan kunjungan ke Kampung Kamora, Distrik Mimika Barat Tengah untuk menilai langsung implementasi Program Kampung Sehat.
Tak hanya di program, Ketua Pengurus YPMAK Dr Leonardus Tumuka turut menerima apresiasi nasional berupa penghargaan excellent dalam kategori perorangan tingkat manajemen. Penghargaan ini diberikan atas kepemimpinannya yang dinilai visioner dan berdampak nyata dalam pelaksanaan berbagai program CSR & PDB di Kabupaten Mimika.
Direktur Pengembangan dan Kerja Sama The Duke of Edinburgh’s International Award Foundation Indonesia, Sonny Sukada, selaku juri, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pencapaian YPMAK. “Dengan catatan bahwa apresiasi yang kami berikan ini tidak menjadi YPMAK berpuas diri. Ini kami berikan dengan tujuan untuk memotivasi agar YPMAK bisa mendapatkan kinerja yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Kemandirian Kampung
Sementara itu, Koordinator Fasilitas Pembangunan Sarana dan Prasarana Ekonomi dan Sosial Budaya Direktorat Pembangunan Sarana Desa dan Pedesaan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Sari Arta Uli Aritonang menegaskan penghargaan yang diraih menjadi pemicu YPMAK dan seluruh mitra untuk terus meningkatkan kolaborasi, khususnya dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa/kampung.
“Sekali lagi bukan untuk berpuas diri tetapi ini untuk membuka ruang lagi, menambah kerja sama dan bermitra dengan pihak-pihak lain terutama dengan pemerintah daerah. Kampung itu harus diarahkan untuk kemandirian, terutama selama ini banyak ketergantungan pada bantuan,” ujarnya.
Sari juga menekankan pentingnya program ini guna mendorong transformasi desa dari kategori “sangat tertinggal” menuju “maju dan mandiri”.
Tantangan dan Proses Ketat
Sekretaris Jenderal Indonesian Social Sustainability Forum (Sekjen ISSF), Nurul Iman memaparkan bahwa proses penilaian CSR & PDB Award 2025 tahun ini jauh lebih detail dan ketat dibandingkan sebelumnya.
Nurul menyebutkan bahwa indikator penilaian meliputi pra-perencanaan, aktivitas, dampak, komunikasi program kepada pemangku kepentingan, serta kelengkapan dokumen.
“Memang ada perbedaan dari CSR & PDB Award sebelumnya. Untuk tahun ini jauh lebih komprehensif dan jauh lebih detail sehingga agak sulit memperoleh kriteria tertinggi, baik emas maupun excellent,” ungkapnya.
Meski kepengurusan YPMAK saat ini masih relatif baru, Nurul mengapresiasi keberanian YPMAK untuk ikut serta dalam ajang ini.
“Hal ini menunjukkan kepengurusan baru YPMAK memiliki keinginan kuat untuk bergerak ke arah yang lebih baik dan profesional,” ucap Nurul. (ots-1/ots-2)