Pengelola Dana Kemitraan                Pilih Bahasa : EnglishIndonesian

YPMAK Mendorong Pembangunan dari Kampung-kampung Warga Asli Mimika

Selasa, 05 Juli 2022

Yayasan pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia terus serius mendorong pembangunan dari kampung-kampung domisili warga asli Mimika. Salah satunya ditandai dengan acara penandatanganan slip penarikan dana Program Kampung Highland (dataran tinggi) YPMAK, di Kantor YPMAK, Jalan Yos Sudarso, Mimika – Papua, pada Senin 20 Juni 2022.

Dalam pembukaan acara sekaligus arahannya, Direktur YPMAK, Vebian Magal, meminta Program Kampung dikelola secara professional sehingga manfaatnya terasa tepat sasaran bagi kepentingan warga di kampung. Dalam Program Kampung YPMAK Highland menyasar 8 Kampung yaitu: Agimuga, Tsinga, Aroanop, Hoya, Dumadama, Jila, Wa Banti dan Alama. Di mana ke depan akan diperluas menjadi 10 kampung.

“Kita kelola Program Kampung secara professional, bertanggung jawab dan mengikuti kaidah-kaidah yang ada sehingga tepat sasaran manfaatnya bagi warga di kampung,” katanya.

Lebih lanjut Vebian Magal menjelaskan, tahap terbaru Program Kampung Higland berada dalam fase pencairan tahap kedua dari program tahun 2021. Diakuinya tahap pertama Program Kampung terkesan dikejar-kejar waktu menyebabkan pendampingan tidak bisa dilakukan maksimal sehingga terkendala dengan segala hal terkait dokumen pelaporan atau hal administrasi dari para personil Kelompok Kerja (Pokja) Kampung. Namun demikian Vebian menekankan keberhasilan program itu terletak pada kinerja tim Pokja, bukan pada yayasan maupun pihak perbankan, terutama dalam membuat pelaporan program sesuai syarat dan ketentuan berdasar perjanjian kerja.

“Ini pencairan kedua dari tahun 2021. Kelancaran program ini terletak pada tim Pokja, bukan YPMAK atau BRI. Di sini dibutuhkan kita saling mendukung dan mendorong, kami di YPMAK siap mendukung tim Pokja di Highland dari Duma-dama sampai Alama. Sehingga dana yang diturunkan untuk masyarakat ini bisa digunakan sesuai dengan tujuan,” ungkapnya.

Ia mendorong agar Tim Pokja yang didominasi oleh orang-orang muda itu dapat menjadi agen perubahan dalam mengubah paradigma masyarakat dari budaya proposal atau meminta menjadi budaya kerja. Dengan tekun bekerja maka akan mendatangkan berkat bagi warga yang bekerja. Program Kampung YPMAK bukan bagian dari ‘hak masyarakat’ sehingga bila terjadi suatu permasalahan diminta untuk tidak diselesaikan dengan cara ‘palang memalang’. Perubahan positif itu bukan hanya tanggung jawab YPMAK tapi pada seluruh warga terutama generasi mudanya yang telah mengenyam pendidikan tinggi sehingga lebih banyak ilmu pengetahuan.

“Ini sebenarnya kita mengubah paradigma. Kalau tadinya itu budaya minta, budaya proposal sana sini, dengan program ini kita ubah menjadi budaya kerja. Kita bangun pemahaman masyarakat, bahwa orang untuk dapat uang itu harus kerja. Dan kerja yang dilakukan dalam program ini juga bukan untuk kepentingan yayasan, tapi untuk kampung halaman warga itu sendiri. Seperti kebersihan dan merawat fasilitas umum warga di kampung. Kampung mana yang salah gunakan, maka mereka akan tertinggal,” sebutnya.

Selain itu Vebian juga mengingatkan agar Tim Pokja dapat bekerja dengan jujur dan transparan mulai dari penyusunan anggaran sampai pada penggunaan anggaran dan pelaporan program sehingga Program Kampung YPMAK dapat menciptakan pendapatan tambahan untuk keluarga-keluarga di kampung. “Uang yang nanti diterima Tim Pokja harus sampai di masyarakat untuk membiayai program kerja yang dilakukan masyarakat dan bagi masyarakat. Program Kampung YPMAK lebih kepada menanamkan budaya kerja pada masyarakat,” harapnya.

Sementara itu Sekretaris YPMAK, Johana Saidui, mengatakan sebelum pencairan dana Program Kampung Highland, terlebih dahulu personil Tim Pokja akan diberi pembekalan ‘Bimbingan Teknis’ selama dua hari. Untuk memperlengkapi personil Tim Pokja Kampung dalam urusan administrasi seperti pembuatan RAB kegiatan dan laporan pertanggungjawaban. “Dua hari untuk kegiatan Bimtek, supaya teman-teman di Pokja bisa belajar menyusun Rencana Anggaran Biaya, RAB-nya untuk setiap kegiatan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan,” ujarnya.

Johana berharap segera setelah pencairan dana dari bank, pesonil Pokja yang terdiri dari ketua dan berndahara itu bisa segera kembali ke kampung untuk mengeksekusi program dengan baik beserta pelaporannya, sehingga bisa segera dilanjutkan dengan program tahun berjalan ini.

“Semoga setelah Bimtek selesai, Pokja kembali ke kampung dan kegiatan bisa cepat selesai dikerjakan, kemudia laporan LPJ masuk dan bisa dilanjutkan dengan proses pencairan tahap 1 tahun 2022. Diperkirakan tahap 2 tahun 2022 bisa di akhir tahun atau di Januari tahun selanjutnya,” harapnya.

Tim Pokja diminta untuk tidak berlama-lama di Kota Timika, agar dana Program Kampung bisa segera tiba di kampung masing-masing dan program bisa segera dikerjakan. “Begitu kegiatan selesai ada pencairan di bank dan langsung diberangkatkan ke kampung, sehingga tidak tinggal lebih lama di Kota Timmika. Harapan kita, semua proses dilakukan di kampung dan ada dokumentasinya sehingga mendukung laporan pertanggungjawaban,” tandasnya.

Setelah arahan dari pimpinan YPMAK, acara dilanjutkan dengan penandatanganan slip penarikan oleh petugas bank dan diakhiri dengan foto bersama serta ramah tamah. (Tora Imanuel)

611 Tampilan
Bagikan ke Sosial Media



Galeri Foto

Publikasi Pelaksanaan Program
Melalui Gambar

Galeri Video


Peta Kantor YPMAK


Alamat Kantor :
Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso Timika, Mimika – Papua Tengah Kode Pos 99910

Email : humas@ypmak.or.id




Copyright © 2024 | YPMAK Timika – Papua
Semua berita dalam web ini menjadi hak cipta YPMAK Timika