YPMAK Salurkan Rp 40 Miliar untuk Program Pengembangan Kampung Suku Amungme-Kamoro

YPMAK Timika – Papua | 09 Juli 2021
Direktur YPMAK, Vebian Magal (tengah) dalam konferensi pers, Kamis (8/7/2021). Foto: Yonri/seputarpapua)


TIMIKA | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) sebagai yayasan pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia akan menyalurkan dana Rp40 miliar kepada dua suku Amungme dan Kamoro di Mimika, Papua.

Direktur YPMAK, Vebian Magal menegaskan, dana Rp40 miliar ini tidak diberikan secara percuma atau dibagi-bagi.

Dijelaskan Vebian, dana ini dipakai untuk pengembangan masyarakat melalui program yang diusulkan Kelompok Kerja (Pokja) distrik.

“Ini tidak untuk dibagi-bagi, cuma-cuma. Tapi kami mau mendidik masyarakat. Jadi masyarakat kerja, baru kami salurkan dana ini,” terang Vebian dalam Konferensi Pers di Horison Diana, Kamis (8/7/2021).

Menurut Vebian, melalui dana ini masyarakat dapat mengembangkan potensi lokal di wilayahnya. YPMAK akan sangat terbuka bila usulan program berkaitan dengan pengembangan potensi lokal.

“Misalnya kopi, untuk di pegunungan, itu kami sangat mendukung. Mereka mau cari pasaran, kami akan bantu,” katanya.

Untuk tahap awal ini, YPMAK akan menyalurkan Rp20 miliar kepada tujuh wilayah yakni:

1. Aroanop (empat kampung) yang akan mengelola anggaran sebesar Rp 3 miliar, dengan Tim Pokja:
– Josias Jangkup
– Yaya Abugau
– Akiler Yanampa

2. Waabanti (tiga kampung) yang akan mengelola anggaran Rp3 miliar, dengan Tim Pokja:
– Amon Yamang
-Dianus Omaleng
-Seprianus Omabak

3. Tsinga (enam kampung) akan mengelola anggaran Rp3 miliar, dengan Tim Pokja:
-Antonius Jawame
-Agus Magal
-Yan Magal

4. Hoya (lima kampung) akan mengelola anggaran Rp 2 miliar, dengan Tim Pokja:
– Peanus Uamang
– Tenus Kum

5. Jila (10 kampung) akan mengelola anggaran Rp 2 milyar, dengan Tim Pokja:
– Menius Uamang
– Benny Piligame

6. Bela Alama akan mengelola anggaran Rp 1 miliar, dengan Tim Pokja:
– Tasia Magai
– Okto Balinol

7. Agimuga Fakafuku akan mengelola anggaran Rp2 miliar, dengan Tim Pokja:
– Thomas Kelanangame
– Janse Alomang

Dijelaskan Vebian, tujuh wilayah ini merupakan wilayah yang dihuni oleh Suku Amungme yang merupakan prioritas penerima dana ini.

Jika ditotalkan, wilayah yang disebutkan tersebut mengolah dana sebesar Rp17 miliar. Sebab, dijelaskan Vebian, Rp3 miliar selanjutnya dipersiapkan untuk biaya transportasi.

Dikatakan Vebian, jika ada pernyataan keberatan dari masyarakat atas nama-nama tim Pokja maupun hal lainnya, maka warga dapat menghubungi koordinator program tujuh kampung Johanna Saidui melalui nomor handphone 08114993004.

Jangka waktu aduan ini adalah satu minggu terhitung sejak hari ini, Kamis (8/7/2021).

Dijelaskan, maksimal dana sebesar 80 persen ini mampu dikelola oleh tim pokja dan diberikan untuk masyarakat yang bekerja.

“Tim pokja akan bekerja mulai dari Agustus hingga Februari 2022. Jadi nanti ada usulan dari tim pokja, masyarakat bekerja dananya akan diberikan oleh tim pokja,” terangnya.

YPMAK berharap, pada Agustus ini, Rp20 miliar tersebut sudah dapat dicairkan. Dalam arti, pihaknya sudah menerima usulan program dari tim pokja yang sudah dibentuk di masing-masing wilayah.

“Ini dapat membantu masyarakat, terutama di masa pandemi ini, setidaknya dapat menambah penghasilan masyarakat,” harapnya.

Untuk selanjutnya, dana yang diperuntukan bagi wilayah pesisir akan diumumkan di akhir Juli atau di awal Agustus 2021.

“Kami bagi rata, ya. 20 miliar (rupiah) untuk Suku Amungme dan 20 miliar (rupiah) untuk Suku Kamoro,” pungkas Vebian. (*)

 

Artikel ini dikutip dari :

https://seputarpapua.com/view/ypmak-salurkan-dana-rp40-miliar-untuk-program-pengembangan-kampung-suku-amungme-kamoro.html



Radio Online YPMAK
Media Sosial Kami
Twitter YPMAK

YPMAK Fanpage

SEJARAH KAMI

Pemerintah Provinsi Irian Jaya dan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada bulan April 1996, memprakarsai suatu rencana pembangunan di kawasan operasi perusahan dengan sasaran utama pada sejumlah Kampung asli Amungme dan Kamoro di seputar kota Timika.

Rencana tersebut tidak berjalan mulus, hingga terbentuklah Program Pengembangan Masyarakat Timika Terpadu (PWT2) yang cakupannya lebih luas meliputi warga suku Amungme dan suku Kamoro serta kekerabatan lima suku yang berdomisili di Mimika.

Lembaga PWT2 telah mengelola Dana Kemitraan PTFI yang dialokasikan sebesar dari 1% penghasilan PTFI sebelum dipotong pajak dan kewajiban lainnya. Dua tahun kemudian pada bulan Agustus 1998, Masa transisi dan reposisi lembaga, di mana seluruh program yang dilakukan PWT2 dihentikan.

Baca selengkapnya ...

HUBUNGI KAMI :
Kantor Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso (Eks Incubator PTFI) Timika,
Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321521, 322450, 3217563.
Faks : 0901 – 321933, 323505.
Kantor Urusan Program :
Jalan Ahmad Yani, No. 68 A. Timika, Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321817, 322888.
Faks: 0901 – 323318.
Website : www.ypmak.or.id
Facebook : ypmak
Twitter : @ypmak_
Website: ypmak.or.id
Peta Lokasi