Mengenal Program Kampung Sehat Terintegrasi dengan Klinik Bergerak

YPMAK Timika – Papua | 10 Juni 2021


Sebagai salah satu bentuk komitmen nyata Yayasan Pemberdayaan masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terhadap masyarakat Suku Amungme dan Kamoro beserta lima suku kerabat lainnya di Kabupaten Mimika.

YPMAK sebagai pengelola Dana Kemitraan PT. Freeport Indonesia turut memberi dukungan yang konsisten dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

YPMAK melalui Divisi Kesehatan bekerjasama dengan Pelayanan Kesehatan Kristen Indonesia (Pelkesi) dalam melaksanakan Program Kampung Sehat dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Cakupan wilayah program ini di 16 Kampung yang tersebar di lima distrik, yaitu, Distrik Akimuga, Mimika Timur Jauh, Mimika Tengah, Amar, dan Tembagapura.

Program Kampung Sehat ditujukan pada peningkatkan derajat kesehatan Ibu dan Anak, pemulihan gizi balita, perbaikan lingkungan dan sanitasi serta pengendalian penyakit menular Malaria, TBC, HIV-AIDS, Diare dan penyakit-penyakit yang ditimbulkan karena masalah kebersihan dan sanitasi.

Program Kampung Sehat diintegrasikan dengan layanan Klinik Bergerak (mobile clinic), khusus menjangkau wilayah pesisir. Mitra utama Program KAMPUNG SEHAT adalah 6 Puskesmas (Tsinga, Aroanop, Agimuga, Manasari, Atuka dan Amar) yang merupakan perpanjangan tangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Disamping itu terdapat mitra strategis seperti Pemerintah Distrik dan Kampung, CHD PTFI, Malaria Center, KPAD, YPKMP, KNCV, PERDHAKI, RSUD, RSMM, RSKH, LEMASKO, LEMASA, UNIPA, IDI, IBI, PPNI, Keuskupan Timika dan GKI di Tanah Papua, Klasis Mimika.

Strategi implementasi program Kampung Sehat dilaksanakan dengan cara pendekatan komprehensif, dimana penerima manfaat program mendapat kontak pertama pelayanan kesehatan baik secara individu maupun kolektif, dengan pendekatan kuratif, promotif, preventif, maupun pemberdayaan.

Strategi ini dikembangkan dengan upaya menumbuhkan partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kekuatan lokal dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Puskesmas maupun Pemerintah lokal, melainkan berkoordinasi dan berkolaborasi.

Sementara itu, program klinik bergerak terdiri dari Dokter terbang melayani di Wilayah Pegunungan dan Klinik Terapung yang melayani wilayah pesisir. Kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan untuk masyarakat umum, pelatihan untuk kader posyandu, penyuluhan khusus untuk ibu dan balita, pemeriksaan dan pengobatan massal, pemeriksaan ANC dan kadar hemoglobin darah untuk ibu hamil, dan balita, vaksinasi bayi, praktik cuci tangan dan gosok gigi untuk anak sekolah.

Klinik Terapung diharapkan dapat meningkatkan cakupan dan kualitas layanan Kesehatan. Klinik Terapung memiliki peralatan medis dan jenis obat yang lebih dibandingkan unit layanan tingkat pertama oleh karena itu, kasus yang tidak dapat ditangani di puskesmas dapat dirujuk ke Klinik Terapung.

Klinik terapung mampu melakukan pemeriksaan rekam jantung, ultrasongrafi (USG), Laboratorium, (Pemeriksaan darah lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, gas darah, mikroskopi, RDT, Spe­sifik, dan lainnya) Stabilisasi ka­sus kegawat daruratan medis, dan penanganan awal kasus trauma.

Pada Tahun 2020, YPMAK telah melaksanakan program kesehatan di Kabupaten Mimika, terutama di pesisir dan di kampung-kampung. Program Divisi Kesehatan YPMAK antara lain, kampung sehat dan klinik bergerak, kesehatan ibu dan anak, sanitasi dan air bersih, pengendalian malaria, pengendalian TB-HIV, Lokakarya Lintas sektor, dan Pelayanan medik melalui Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Klinik Bergerak, dan fasilitas rujukan untuk pengobatan tingkat lanjutan ke RS lainnya di Indonesia.

Program ini sejalan dengan visi program kesehatan, dimana YPMAK merupakan mitra dari Pemerintah Daerah yang tidak dimaksudkan mengambil ahli tanggung jawab atau otoritas pemerintah dalam melaksanakan program kesehatan bagi masyarakat.

Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) mendorong masyarakat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat, sekaligus mendorong tersedianya akses pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat tujuh suku di Kabupaten Mimika.

Pada tahun 2020 ini, status pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh SARS CoV-2 diumumkan WHO pada tanggal 11 Maret 2020 menyusul penetapan status Siaga Darurat oleh pemerintah Provinsi Papua pada 19 Maret 2020. Pandemi tersebut mengakibat gangguan pada program yang dijalankan, termasuk program Kesehatan Masyarakat, dan Pelayanan Kesehatan.

Dimana terjadi penurunan cakupan area dan program, dibanding tahun sebelumnya. Tapi di sisi lain, pencegahan penyakit saluran pernapasan terkait Covid-19 diintensifkan. (miskan)

 



Radio Online YPMAK
Media Sosial Kami
Twitter YPMAK

YPMAK Fanpage

SEJARAH KAMI

Pemerintah Provinsi Irian Jaya dan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada bulan April 1996, memprakarsai suatu rencana pembangunan di kawasan operasi perusahan dengan sasaran utama pada sejumlah Kampung asli Amungme dan Kamoro di seputar kota Timika.

Rencana tersebut tidak berjalan mulus, hingga terbentuklah Program Pengembangan Masyarakat Timika Terpadu (PWT2) yang cakupannya lebih luas meliputi warga suku Amungme dan suku Kamoro serta kekerabatan lima suku yang berdomisili di Mimika.

Lembaga PWT2 telah mengelola Dana Kemitraan PTFI yang dialokasikan sebesar dari 1% penghasilan PTFI sebelum dipotong pajak dan kewajiban lainnya. Dua tahun kemudian pada bulan Agustus 1998, Masa transisi dan reposisi lembaga, di mana seluruh program yang dilakukan PWT2 dihentikan.

Baca selengkapnya ...

HUBUNGI KAMI :
Kantor Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso (Eks Incubator PTFI) Timika,
Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321521, 322450, 3217563.
Faks : 0901 – 321933, 323505.
Kantor Urusan Program :
Jalan Ahmad Yani, No. 68 A. Timika, Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321817, 322888.
Faks: 0901 – 323318.
Website : www.ypmak.or.id
Facebook : ypmak
Twitter : @ypmak_
Website: ypmak.or.id
Peta Lokasi